<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657</id><updated>2012-02-16T12:22:28.843-08:00</updated><title type='text'>PENILAIAN PROPERTI-APPRAISAL- EKONOMI- SDM-GEO</title><subtitle type='html'>"SETIAP NIAT BAIK AKAN BERBUAH BAIK DI JAMAN APAPUN SIAPAPUN YANG AKAN MENILAINYA"

"BANGSA KITA AKAN MENJADI BANGSA BESAR MAKA BERUBAHLAH DAN BELAJARLAH"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4338164164698916891</id><published>2010-01-17T20:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T21:07:27.102-08:00</updated><title type='text'>Maju Tanpa Menjatuhkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S1Pql02a6LI/AAAAAAAAASM/CLTdlb4vsZU/s1600-h/kopi.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S1Pql02a6LI/AAAAAAAAASM/CLTdlb4vsZU/s400/kopi.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427939911474538674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja kerapkali persaingan yang tidak sehat akan menjadi suatu momok hubungan antar karyawan karena adanya benturan kepentingan dan tujuan. Banyak diantara nya yang melakukan back street (main belakang) untuk menghancurkan karir rekannya karena adanya kecemburuan.Hal ini diperparah lagi mental orang yang suka memikirkan kepuasan diri sendiri atau dengan kata lain suka pakai jalan pintas (instan) untuk mencapai segala tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan antar bagian akan berakibat hubungan personal karyawan menjadi kurang baik dan berimplikasi pada kinerja organisasi cepat atau lambat.Budaya organisasi akan ter erosi dengan nilai persaingan yang tidak sehat. Jatuh menjatuhkan dan intimidasi secara halus maupun kasar akan dialami oleh karyawan yang diam diam akan dijatuhkan karena alasan "Tidak Suka". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini akan menjadi lebih berantakan jikalau pimpinan organisasi terbujuk informasi sesaat salah satu pihak yang berakibat karyawan yang memiliki integritas dan komitmen akan dilindas karena kebencian yang tanpa alasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada beberapa tips dari penulis untuk mengatasi masalah ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Tunjukkan sikap bersahabat dan hangat&lt;br /&gt;2. Berusahalah berkomunikasi dengan atasan dan bawahan dengan baik&lt;br /&gt;3. Hindari konflik&lt;br /&gt;4. Selalu mencari problem solver&lt;br /&gt;5. Selalu ajak berkomunikasi secara informal dengan pihak lain&lt;br /&gt;6. Tunjukkan integritas kalo kita bukan lawan&lt;br /&gt;7. Jika ada benturan segeralah berkomunikasi dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal tersebut tetap saja rekan kerja tetap menjatuhkan kita maka hendaknya kita bekerja tetap mengacu pada prosedur yang ada sehingga jika timbul serangan mendadak dapat kita buktikan pekerjaan yang dilakukan dengan baik tanpa ada yang terfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda seorang leader jangan biarkan karyawan anda bersaing dengan tidak sehat, andalah yang harus menjadikan organisasi rukun,hangat, dan bekerja sama dengan baik. Andalah yang harus bisa membaca situasi dan jangan mendengarkan laporan "Yes Bos" dari bawahan yang bisa membiaskan informasi di kuping leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai leader sah sah aja anda mempunyai manajemen intelejen dimana kuping anda bisa ada dimana mana.&lt;br /&gt;Terlebih lagi kita tanamkan motivasi pada karyawan bahwa kemajuan dapat diraih dengan bekerjasama, bersinergi, dan tidak ada kata-kata menang sendiri, sikut sana sini, main belakang.Yang akhirnya terkesan kurang elegan dan menimbulkan dendam yang tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir memang diperlukan pula ketegasan untuk bertindak jika ada indikasi adanya perpecahan antar karyawan sebelum perpecahan itu menimbulkan istilah "Musuh Bebuyutan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4338164164698916891?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4338164164698916891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4338164164698916891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4338164164698916891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4338164164698916891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2010/01/maju-tanpa-menjatuhkan.html' title='Maju Tanpa Menjatuhkan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/S1Pql02a6LI/AAAAAAAAASM/CLTdlb4vsZU/s72-c/kopi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2205684128506273612</id><published>2009-10-28T00:43:00.001-07:00</published><updated>2009-10-28T02:01:51.076-07:00</updated><title type='text'>Mental Block</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SugITInwr2I/AAAAAAAAAR0/rI0a-QWlEy0/s1600-h/einstein.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 75px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SugITInwr2I/AAAAAAAAAR0/rI0a-QWlEy0/s400/einstein.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397573278228328290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : EKO BAYU AJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kita sebagai manusia kerap kali menghadapi dilema-dilema yang dapat menghambat dalam pencapaian tujuan, kendala-kendala ini sebagian besar disebabkan akibat adanya penghambat mental (mental block)yang sudah terekam di otak kita sekian waktu dan terakumulasi secara lama.&lt;br /&gt;Misalkan saja;rasa minder yang berlebihan dalam bekerja karena merasa tidak mampu akibat kurang gaul, berasal dari lingkungan kumuh, merasa tidak mampu karena metode pendidikan di rumah yang salah atau disekolah yang kerap membebani bahkan murid hanya diajari belajar tanpa mengerti konsep dan hanya berhafal...contoh 3 x 1 artinya apa? mereka pada bingung apa 3 nya satu kali apa 1 nya tiga kali, coba minum obat dokter 3 x 1 pasti jawabanya 1 obat diminum dalam sehari  3 kali minum ..nah..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak hanya diajari menghafal,menghitung tapi tanpa memahami belajar tanpa  memahami metode yang tepat dan beban tugas yang berat disekolah yang berakibat tidak mampunya siswa bersinergi dengan lingkungan sosial dan bakan dengan alam sekitarnya...akibatnya yaa banyak anak yang tidak tahu tujuannya mau kemana setelah study..akibatnya banyak sarjana yang menganggur..lho kok bisa?? lah pendidikannya kadang bukan apa yang menjadi minat dan hasrat dia akibatnya banyak bingung "How to Start" pasca kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental Block yang salah diperparah dengan metode pendidikan yang mengukur aspek prestasi dari nilai yang dapat nilai 100 yaa genius yang 40 yaa IQ nya jongkok ... padahal ini yang menjadi trauma anak didik.. contoh; banyak siswa trauma dengan pelajaran matematika karena cara pengajaran yang salah dan ditunjang motivasi nilai rendah akan membuat siswa tidak betah,takut,kalut akhirnya jadi membenci matematika ..lah inilah mental Block yang menjadi penghambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bekerja mental block yang salahpun akan berakibat kita menjadi terbayang dengan pengalaman buruk yang berakibat pada traumatis yang menjadikan kita malas berubah,malas bergerak. Padahal kita ini mampu dan punya power yang tak terbatas.Kita dilahirkan jadi Pemenang itu yang kita harus yakinkan, kelahiran kita contoh kemenangan sebuah sperma membuahi ovum, disinilah Kuasa Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hilangkan mental block ini dengan menanamkan keyakinan bahwa kita ini mampu, dan melakukan terapi dibawah pakar yang berkompeten dibidangnya.Yang terpenting terus pupuk sifat positif, rasa positif luar dan dalam..dan terus berkerja tanpa menyerah sambil terus belajar dan terus berbenah disana sini.&lt;br /&gt;Semua orang memiliki mental block yang jika tidak segera dicarikan solusi akan menjadikan kita tidak maju dan berkembang yang pasti akan merugikan diri  kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pesan saya yang terpenting adalah Belajar memang tidak ada ruginya untuk menghilangkan mental block yang ada pada diri kita masing-masing.Baik dengan cara spiritual (agamis) maupun ilmiah yang harus terpadu dalam diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2205684128506273612?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2205684128506273612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2205684128506273612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2205684128506273612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2205684128506273612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/10/mental-block.html' title='Mental Block'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SugITInwr2I/AAAAAAAAAR0/rI0a-QWlEy0/s72-c/einstein.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-445643988452050107</id><published>2009-10-25T16:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T16:47:25.560-07:00</updated><title type='text'>Bekerja Dari Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SuTi5gH6OPI/AAAAAAAAARk/aliKLpxA7Bo/s1600-h/hatimu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SuTi5gH6OPI/AAAAAAAAARk/aliKLpxA7Bo/s400/hatimu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396687731000228082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH: EKO BAYU AJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sebenarnya adalah salah satu cara untuk mewujudkan kemakmuran baik secara individu dan kluarga berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Dus bekerja akan semakin bermakna jika kerjakan dengan rasa rela, dari hati, dan penuh penjiwaan (pikiran bawah sadar) selain untuk memenuhi sandang pangan, jabatan dan materi (pikiran sadar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak didengungkan motivasi finansial yang membuat sebagian orang kepingin instan dalam hidupnya sehingga bekerja by pas serba instan asal  duit dapat ..setelah duit dapat pertanyaannya terus untuk apa? hati gelisah pelampiasan gak karuan karena cara instan akan melahirkan perbuatan yang instan pula (bermewah dalam hidup. cari uang dari cara yang tidak dibenarkan, and so on)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja dengan hati berbeda kita liat aja misalkan seorang perawat di Rumah sakit dengan gaji yang cukup  dia dengan penghayatan karena bekerja dari hasrat dalam hati akhirnya mampu melayani dengan sopan dan memuaskan beda perawat yang kerjanya karena rutinitas kerja..demikian juga pegawai atau karyawan yang bekerja dari inner power pasti cara kerjanya akan berbeda dengan kawan-kawannya yang karena rutinitas, jabatan , atau materi...pasti orang lain bisa menilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjiwaan tersebut manusia seenarnya mengurangi beban stress dan beban jiwanya, walau secara materi kalah dengan yang instan tapi hidupnya lebih apik, elok dan banyak orang yang menghargai tindakannya yang penuh dedikasi dan komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi semua adalah pilihan kita mau memilih jalan yang mana..asal jangan lupa kerjakan semua dari hati terdalam niscaya ada Unlimitted Power yang dahsyat yang kita miliki dan walau tidak terlihat hasilnya sekarang pasti penerus atau waktu akan tahu hasil kerja anda..selain itu Tuhan juga akan mereward perbuatan kita dengan menjadi manusia yang berbudi  luhur dan dihargai siapapun selebihnya adalah wewenang Sang Maha (jika kita sebagai makhluk beragama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya pasti melalui  proses dan dengan proses yang baik niscaya hasilnya akan berbeda.Karena segala sesuatu tidak hanya diukur dari materi, percuma aja materi berlimpah jika hati kering dan tidak bermakna---diujung karier kita nanti di dunia (kematian) akan sedih jika pahatan prestasi kita cuma mengumpulkan harta tanpa ada manfaat bagi orang lain,atau mengejar jabatan tanpa ada niat untuk kebaikan, pasti diujung hidup kita terutama dimasa tua akan ada penyesalan dan tinggal penyesalan.Untuk itu mari kita bangkit dan berproses dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja dengan hati akan menjadikan kita orang yang berbudi dan bermoral sehinggi politics office dngan intrik menjatuhkan kawan sendiri, menyalahi peraturan ataupun menguntungkan diri sendiri akan dapat diminimalisir sehingga biaya pelatihan akan dapat dikurangi dan hasilnya lebih kongkret dan aplicable dan bukan rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-445643988452050107?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/445643988452050107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=445643988452050107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/445643988452050107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/445643988452050107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/10/bekerja-dari-hati.html' title='Bekerja Dari Hati'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SuTi5gH6OPI/AAAAAAAAARk/aliKLpxA7Bo/s72-c/hatimu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1729027887111306211</id><published>2009-10-10T16:00:00.001-07:00</published><updated>2009-10-10T16:00:34.657-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SIAPA TAKUT MEMBELI RUMAH TIPE KECIL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Menyiasati Pengembangan Rumah Tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Franhky Wijaya Dipl Ing&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; [ opini ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang beranggapan membeli rumah kecil itu tanggung . Nanti juga dirombak kalau bayi sudah besar atau keponakan Ibu ikut tinggal di rumah. Masalahnya, bagi yang berpenghasilan pas-pasan tidak mungkin memaksakan diri membeli rumah besar. Pilihannya rumah tipe kecil yang harga bangunannya tidak terlalu mahal. Bagaimana mengutak-atiknya agar tetap mampu menampung perkembangan kebutuhan? Rumah tumbuh adalah salah satu alternatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defnisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tumbuh adalah pengembangan rumah induk secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan faktor finansial. Rumah tipe kecil yang banyak ditawarkan developer sangat baik dijadikan rumah induk. Dikatakan rumah induk karena secara umum kebutuhan ruang seperti kamar tidur, ruang keluarga, dapur serta kamar mandi sudah tersedia walau ukurannya masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan lanjutan baru dilakukan jika ada rezeki berlebih dan ada kebutuhan penambahan ruangan. Karena itu penting memperhatikan setiap detail bangunan karena hal itu banyak kaitannya dengan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan lahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya beli rumah tipe kecil dengan lahan cukup luas, sehingga pengembangan bisa dilakukan tanpa mengganggu rumah induk. Biasanya developer menyediakan lahan belakang untuk dikembangkan sendiri. Selama tidak banyak mengubah tampak bangunan, developer tidak keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tentukan apakah pengembangan ke arah horizontal atau vertikal. Bila lahan memungkinkan, pilih ke arah horizontal dengan memanfaatkan taman belakang atau taman samping sebagai dasar pengembangan desain selanjutnya. Dengan cara itu tampak bangunan tidak banyak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi taman belakang yang sudah disediakan kurang dimanfaatkan secara optimal sehingga ruang-ruang yang terbentuk juga tidak optimal. Sementara taman depan biasanya sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena sudah mentok dengan garis sempadan bangunan (GSB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaveling rumah tipe kecil tentu saja tidak sama dengan kaveling rumah tipe besar. Ruang keluarga berukuran 3 x 3 tentu tidak sama dengan ruangan 10 x 10, tapi selama fungsinya sama-sama tercukupi tidak masalah. Bahkan ruangan yang kecil memungkinkan kita membuat desain yang lebih kompak melalui pengaturan perabot dan warna ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi bangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan secara horizontal tidak terlalu memberatkan konstruksi bangunan yang telah ada. Sebaliknya pengembangan vertikal perlu diketahui dulu seberapa jauh konstruksi rumah induk dapat ditingkatkan. Tanyakan pada ahli-ahli struktur atau pihak developer. Dengan perencanaan yang matang, kita dapat mengetahui konstruksi mana saja yang dapat dipertahankan atau harus dibongkar untuk penambahan ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga bagian mana saja yang sudah dipersiapkan bila ada penambahan lantai. Semakin banyak bagian yang dipersiapkan di awal, makin sedikit pengeluaran untuk pengembangan tahap selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun rumah tumbuh, bukan berarti rumah induk dapat senantiasa dikembangkan. Jangan hanya memikirkan pengembangannya untuk jangka waktu pendek dan hanya optimal saat itu saja. Tapi, pikirkan sejak awal bagaimana selanjutnya? Kita tidak ingin ruangan di rumah seperti susunan gerbong kereta atau susunan rumah burung, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesti ada perencanaan yang matang, ruangan mana yang akan ditambah kalau ada penambahan anggota keluarga. Dan sebaiknya kita juga tahu rancangan akhir dari rumah itu. Bagaimanapun lahan kecil punya batas maksimum. Kalau kita membangun rumah melebihi batas maksimumnya, tentu ruangannya juga tidak akan optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan material dan warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tumbuh sebaiknya mempunyai nuansa yang sama dan terpadu dengan rumah induk. Supaya ruangan yang baru tidak terkesan tambalan, pilihan material dan warna bangunan sebaiknya sama atau mendekati rumah induk. Kecuali kita ingin menambahkan aksen-aksen warna di ruangan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkulasi udara dan pencahayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan yang baik dan sehat memiliki sirkulasi dan pencahayaan yang baik. Adanya jendela di setiap ruangan adalah wajib. Dengan perencanaan yang baik kita tahu kemana arah jendela setiap ruang ini menghadap. Apakah menghadap taman atau ke ruangan yang lain bila ada penambahan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franhky Wijaya Dipl Ing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senior arsitek pembangunan Kota Deltamas, Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini denah awal tidak begitu banyak berubah. Ruang makan yang digabung dengan ruang bersama terlihat agak sempit, dapat dipindahkan ke belakang dan berdekatan dengan dapur. Tidak perlu ada penambahan dinding supaya ada kesan ruangan menyatu dengan taman belakang. Penataan taman belakang perlu dilakukan, salah satunya dengan penempatan gazebo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini kita melakukan penambahan ruang tidur di belakang dengan ukuran yang lebih besar. Supaya ruangan terkesan lebih luas, dapur dan ruang makan dapat disatukan. Untuk ruangan kecil hindari dinding pembatas yang banyak karena akan mempersempit ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini terjadi penambahan ruang untuk pembantu yang ditempatkan di bagian belakang. (kamar pembantu terletak di bagian atas, lihat denahnya di tahap 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini lantai dasar sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Arah pengembangan terpaksa ke atas. Di lantai atas ditempatkan dua kamar tidur plus KM/WC. Sedangkan dapur + ruang makan dipindahkan ke bagian belakang untuk menampung anggota keluarga yang semakin membesar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1729027887111306211?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1729027887111306211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1729027887111306211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1729027887111306211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1729027887111306211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/10/siapa-takut-membeli-rumah-tipe-kecil.html' title=''/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-9082286472150682062</id><published>2009-10-10T15:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T15:46:19.831-07:00</updated><title type='text'>Nukilan - Kisah Teladan-Untuk Cermin Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/StEN-_7GJaI/AAAAAAAAARc/PaZ9tfq-e-Q/s1600-h/kickandy.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/StEN-_7GJaI/AAAAAAAAARc/PaZ9tfq-e-Q/s400/kickandy.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391105604901545378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://www.kickandy.com/corner/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang teman lama menelepon saya. Dia menceritakan kisah yang membuat hati saya tersentak lalu tergerak. Cerita tentang istri almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Menurut teman saya, ketika Pak Hoegeng masih hidup, dia pernah berjanji suatu hari kelak, jika punya uang, dia akan mengajak istrinya ke Hawai, Amerika Serikat. Mengapa Hawai? Karena mereka berdua begitu mencintai lagu-lagu “irama lautan teduh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoegeng dan Merry Roeslani, sang istri, sejak muda memang sangat menyukai musik hawaian. Kecintaan pada jenis musik tersebut mendorong mereka menghidupkan kembali kelompok musik Hawaian Seniors yang dulu pernah dibentuk Hoegeng semasa remaja. Mereka bahkan tampil sebulan sekali di TVRI dan merupakan program yang sangat diminati pada tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa mau dikata. Sebelum janji itu bisa dipenuhi, sang jenderal yang jujur dan sederhana itu lebih dulu dipanggil Tuhan. Hoegeng pergi selama-lamanya tanpa sempat mengajak sang istri menginjak pasir Waikiki Beach di Hawai yang terkenal itu. Hoegeng juga tak pernah sempat mengajak Merry melihat penari hula-hula asli di pulau tersebut. Karena itu, saya bisa membayangkan betapa sedih hati Ibu Merry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang mungkin lupa, selama menjadi Kapolri, Pak Hoegeng setiap akhir bulan tampil bermain musik bersama Hawaian Seniors membawakan lagu-lagu irama lautan teduh. Duet Hoegeng dan Merry sanggup menyihir penonton televisi pada tahun 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan penampilannya di TVRI waktu itu terus berlanjut walau Pak Hoegeng sudah pensiun. Hingga pada 1978, Hawaian Seniors “dicekal” tidak boleh tampil di TVRI oleh penguasa Orde Baru. Tidak pernah jelas mengapa. Alasan “resminya” karena acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Tetapi diduga pencekalan itu berkaitan dengan keikutsertaan Pak Hoegeng menandatangani “Petisi 50” yang berisi kritikan keras terhadap Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencekalan terjadi setelah Pak Hoegeng, Ibu Merry, dan Hawaian Seniors sepuluh tahun tampil menghibur di TVRI. Waktu yang cukup lama. Tetapi, percaya atau tidak, selama itu pula belum pernah sekalipun Ibu Mery menginjakkan kakinya di pasir Waikiki Beach yang terkenal itu. Padahal, sebagai Kapolri, Pak Hoegeng sudah pernah tiga kali bertugas ke Amerika dan sempat mampir di Hawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Merry tidak pernah ikut karena Pak Hoegeng memiliki prinsip yang sangat teguh: selama melakukan perjalanan dinas, istri dan anak-anak tidak boleh ikut “numpang” fasilitas kantor “Dia tidak pernah mengijinkan saya dan anak-anak memanfaatkan kesempatan menggunakan fasilitas dinas,” ungkap Ibu Mery. “Sementara untuk beli tiket dengan uang sendiri kami tidak mampu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang. Sulit dipercaya ada orang sejujur Pak Hoegeng di negeri ini. Tak heran jika kemudian muncul idiom: Di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur. Polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng. Begitu jujurnya sampai ketika meninggal tak banyak harta benda yang dia tinggalkan untuk keluarganya. Bahkan setelah 32 tahun mengabdi di kepolisian, uang pensiun yang diterima Pak Hoegeng cuma Rp 10 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan saya menilai kisah tentang Ibu Mery tersebut layak diangkat di Kick Andy. Agar banyak pihak terbuka matanya bahwa di negeri ini ada sebuah ironi. Ironi kehidupan seorang pejabat yang jujur dan seorang istri yang tabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar kisah tentang Pak Hoegeng dan Ibu Merry, ada “panggilan” yang begitu kuat di dalam dada. Panggilan untuk mewujudkan mimpi Ibu Merry. Mimpi untuk bisa menginjakkan kaki di Pantai Waikiki. Dalam usianya yang sudah di atas 80 tahun, mungkin ini permintaan terakhir yang akan dikenangnya sebelum Tuhan memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jujur saja, saya sempat ragu apakah bisa mewujudkan mimpi tersebut. Terutama ketika mendengar cerita bahwa sudah dua kali Ibu Merry ditolak ketika mengajukan visa ke kedutaan besar Amerika Serikat. Tak ada penjelasan mengapa permohonannya ditolak. Sejak penolakan yang kedua, Ibu Merry sudah mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa melihat Hawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menghubungi pihak kedutaan Amerika dan menjelaskan keinginan saya untuk membantu Ibu Merry guna mendapatkan visa. Saya berusaha menjelaskan siapa Pak Hoegeng dan kisah tentang mimpi Ibu Merry untuk bisa menginjakkan kaki di pulau yang selama ini hanya dikenalnya melalui gambar dan cerita-cerita orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kedutaan Amerika mengatakan tidak berjanji dapat mengabulkan permintaan saya itu. Mereka menegaskan adanya peraturan keras dari pemerintah Amerika yang tidak pandang bulu. Saya katakan kepada mereka saya bisa memahami dan tidak akan memaksa. Saya hanya ingin menyenangkan hati seorang wanita luar biasa yang selama hidupnya banyak mengalami kepahitan hidup. Apa salahnya di ujung hidupnya, sekali ini, dia dapat mereguk kebahagiaan. Apalagi ada kemungkinan ini adalah “last wish” atau permintaan terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kisah tentang Pak Hoegeng, Hawaian Senior, dan Ibu Merry saya angkat di Kick Andy. Pada bagian akhir acara, kepada Ibu Merry saya tanyakan tentang apa keinginannya yang belum terwujud. Dengan suara pelan, sembari menghela nafasnya, Ibu Merry bercerita tentang kerinduannya untuk bisa ke Hawai. Kerinduan yang sudah dikuburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali visanya ditolak dan keuangan yang terbatas, membuatnya pasrah. Dia juga harus mengubur impiannya untuk bertemu dengan sahabatnya Mukiana, perempuan asal Hawai, yang sangat dirindukannya. Sudah tiga puluh tahun lamanya mereka tidak berjumpa. Mukiana pernah tinggal di Indonesia selama enam tahun dan bersama-sama menari dan bernyanyi di acara Hawaian Seniors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung acara Kick Andy saya menyambungkan hubungan telepon antara Keala Mohikana dan Ibu Merry. Tampak Ibu Merry terkejut mendapat sambungan langsung dengan sahabat yang dirindukannya itu. Ibu Merry lalu menanyakan kapan Keala Mohikana bisa ke Jakarta. Tapi, pada pertengahan pembicaraan, tiba-tiba Keana Mohikana muncul dari balik panggung. Ibu Merry tertegun seakan tak percaya. Sahabatnya itu kini berada tepat di depannya. Kedua wanita tua itu lalu saling berpelukan melepas rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Ibu Merry meredakan rasa harunya, tiba-tiba Aditya, putra Ibu Merry, mengeluarkan visa dari kantongnya. Tuhan maha besar. Kedutaan Amerika kali ini meloloskan Ibu Merry dan juga Aditya untuk masuk wilayah Amerika. Mereka berdua mendapat visa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sampai di situ? Belum. Kepada Ibu Mery, saya serahkan sebuah amplop. Isinya kemudian dibaca oleh Ibu Merry: tiket pulang pergi Jakarta-Hawai-Jakarta. Maka sempurnalah perjuangan saya, teman saya, dan Aditya untuk memberikan “hadiah” paling indah dalam hidup Ibu Merry, yakni kesempatan pergi ke Hawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penonton di studio tak kuasa menahan haru. Mereka menitikan air mata. Apalagi saat Aditya menunjukkan visa dan kemudian Ibu Merry menerima tiket ke Hawai yang dipersembahkan Surya Paloh, pemilik Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai rekaman Kick Andy, semalaman saya tidak bisa tidur. Hati rasanya bahagia sekali. Semua upaya dan jerih payah terbayar sudah. Kalau melihat ke belakang, rasanya semua itu tidak mungkin terjadi. Mulai dari upaya teman saya mendatangkan Mukiana ke Jakarta, usaha untuk mendapatkan visa yang sudah dua kali ditolak, sampai tiket ke Hawai pemberian Surya Paloh, semua berjalan tanpa hambatan. Tuhan maha besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-9082286472150682062?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/9082286472150682062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=9082286472150682062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9082286472150682062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9082286472150682062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/10/nukilan-kisah-teladan-untuk-cermin-kita.html' title='Nukilan - Kisah Teladan-Untuk Cermin Kita'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/StEN-_7GJaI/AAAAAAAAARc/PaZ9tfq-e-Q/s72-c/kickandy.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-737635966906320312</id><published>2009-09-21T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T23:36:51.884-07:00</updated><title type='text'>LULUSAN PhD- Jadi Sopir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrhaaEVvUQI/AAAAAAAAARM/87G1GRY-vwA/s1600-h/einstein.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 75px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrhaaEVvUQI/AAAAAAAAARM/87G1GRY-vwA/s400/einstein.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384152758409449730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lulusan PhD Stanford Itu, Kini Jadi Sopir&lt;br /&gt;Sunday, 13 September 2009 10:46tullah.com&lt;br /&gt;Diunduh dari: www.hidayahtullah.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dapat menjadi teladan bagi kita bahwa gelar, titel, dan apapun embel-embel dibelakang nama kita sebenarnya bukan apa2..kita tidak  dituntut memiliki gelar tapi tidak memiliki nilai plus yaitu manfaat bagi orang lain siapapun mereka, kita lihat person  bangsa ini yang masih sibuk menguber gelar akademis tapi tidak ada perubahan pada kemajuan walau pun itu ada  kemajuan itu lambat dan sering timbul konflik interest,karena yang mereka pelajari hanya ilmu dimeja kuliah tapi bukan ilmu kehidupan yang benar-benar realita yang  sebenarnya dibutuhkan buat negeri ini atau tujuan hanya untk mengejar materi saja (karir, pangkat jabatan,status, harta kedudukan) , di sini orang  masih demam gelar (S1, S2, S3) karena didukung lembaga pendidikan yang sengaja menciptakan gelar dengan kelulusan serba Instan tapa harus bersusah payah (tanpa proses belajar sebenarnya), banyak dari mereka lupa tugas yang harus diemban dibalik gelar tersebut. Maka penulis meniru kata-kata yang ada  di media iklan TV "Tanya Ken Napa?"..coba kita simak kisah ini yang kami ambil dari sumber yang dapat dipercaya,yang semoga dapat menjadi pelajaran dan pemikiran kita semuanya.bahwa ternyata komitmen, integritas, dan kejujuran diatas segala-galanya, bukan hanya kemauan mengejar materi yang tidak akan ada habisnya dan kata kunci adalah Change (perubahan) yang dapat memutar balikkan kenyataan yang ada selama ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kehidupan akan ada pasang surut dan perubahan (Change) yang selalu melesat terus seiring dengan kepintaran manusia dalam memenuhi kebutuhanya dengan dukungan manajemen yang mengikuti teknologi, selera pasar, trend, sosial kultural, perkembangan ke ilmuan, cara berpikir dan sebagainya.Tidak ada manusia di bumi ini yang sanggup tetap bertahan dengan prinsipnya sendiri jika tidak mampu merubah pola pikirnya (mind set)maka dia akan kelihatan seperti Dinosaurus yang kuat,besar, ganas tapi akhirnya hilang (punah) dari peredaran, oleh karena itu paradigma lama harus disesuaikan dengan perubahan yang ada dengan tetap memegang teguh nilai Agama dan moralitas, karena adanya filter akan membuat kita kuat di tengah perubahan dunia ini yang cenderung sekular dan orientasi pada bisnis semata..mari kita simak kisah ini semoga bermanfaat terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia telah menghabiskan 16 tahun sebagai peneliti di Institute of Molecular and Cell Biology (IMCB). Tapi akhirnya, nasib menjadikannya seorang sopir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidayatullah.com—Cai Mingjie tak pernah berpikir sebelumnya jika kehidupannya berbalik 180%. Maklum, pria berkacamata ini sebelumnya adalah seorang ilmuwan dengan reputasi bagus. Pendidikan terakhir PhD bidang biokimia diselesaikan dari universitas ternama,  Stanford University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pria yang pernah menjadi kepala peneliti bidang genetika sel di IMCB ini pergi meninggalkan institusi bergengsi itu dan memilih menjadi sopir taksi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya dipaksa keluar dari pekerjaan riset di saat karir saya berada di puncak, dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain dengan alasan yang hanya bisa saya katakan sebagai "keunikan dari Singapura," ujarnya dalam sebuah situs blog miliknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Akibatnya, saya mengemudi taksi untuk membuat hidup dan menulis kisah kehidupan nyata ini hanya untuk membuat pekerjaan yang membosankan sedikit lebih menarik. Saya berharap bahwa kisah-kisah yang menarik untuk Anda juga, " ujar Dr. Cai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berita mengenai Dr. Cai ini sangat mengejutkan masyarakat Singapura, sebuah negara yang tingkat kemajuan pendidikan dianggap tinggi dan tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pekerja kerah putih yang sangat terkejut mengatakan, sebelumnya ia sangat yakin bahwa gelar setingkat doktoral dan pengalaman segudang merupakan jaminan untuk memiliki pekerjaan yang mapan dan kesuksesan abadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika ia akhirnya harus menjadi sopir taksi, maka kesempatan apa yang dimiliki orang-orang biasa seperti kami ini?" tanyanya.&lt;br /&gt;Saya pernah bertemu dengan sejumlah sopir taksi yang memiliki kualifikasi tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk mereka yang dulunya adalah manajer dan insinyur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang sopir yang ceria, suatu hari mengejutkan saya karena memberikan penjelasan lengkap mengenai saham apa yang sebaiknya dibeli dan mana yang harus dihindari. Ternyata ia dulunya seorang pialang saham.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Pada masa seperti sekarang ini, mungkin hanya bisnis taksi yang masih aktif menerima pegawai di Singapura, kata Dr. Cai.&lt;br /&gt;Bagi saya, perubahan hidup Dr. Cai itu membawa Singapura ke dalam babak baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya mungkin satu-satunya sopir taksi dengan gelar PhD dari Stanford dan memiliki pengalaman yang diakui dibidang sains..." tulis Dr. Cai dalam blog nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gelar Doktoral&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisahnya Dr. Cai ini segera menyebar di dunia maya. Kebanyakan orang Singapura menyatakan penghargaan mereka atas kemampuannya beradaptasi begitu cepat dengan kehidupan barunya. Dua orang pemuda Singapura menanyakan nomor taksinya, berkata bahwa mereka akan sangat senang sekali jika bisa berkeliling dengan taksinya dan berbincang-bincang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Banyak (pelajaran) yang bisa ia berikan kepada saya," kata seseorang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lainnya bertanya, mengapa ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan mengajar, mengingat pengalaman ilmiahnya yang begitu mengagumkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keluarnya ia dari pekerjaan lama sebenarnya lebih disebabkan karena alasan pribadi (ia dituduh membuat kekacauan oleh para pemimpin penelitian), dan bukan karena lesunya proyek bidang bioteknologi di Singapura, yang masih bisa bertahan di masa krisis ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasusnya iitu menjadikan kelemahan umum di bidang R and D (research and development) Singapura mendapat sorotan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kondisi ekonomi yang buruk artinya tidak banyak perusahaan yang mampu membayar ilmuwan profesional," kata seorang peselancar dunia maya. "Gelar akademik tidak banyak membantu--sejarah membuktikan banyak orang yang bergelar PhD berburu mencari pekerjaan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara citra sopir taksi menjadi terdongkrak tinggi, tidak demikian keadaannya dengan proyek biomedika Singapura, khususnya upaya mereka untuk menumbuhkan bibit talenta peneliti baru di dalam negeri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Semakin banyak orang Singapura yang menjauh dari karir di bidang sains," kata seorang blogger.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seseorang menulis, "Menurut saya, gelar PhD tidak berguna, terutama di Singapura. Itu hanya selembar sertifikat, tidak lebih."&lt;br /&gt;Lainnya menambahkan, "Di Amerika Serikat keadaannya lebih parah. Banyak yang datang ke sini untuk mencari pekerjaan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya tidak ingin anak saya bertahun-tahun sekolah akhirnya hanya menjadi sopir taksi," kata seornag ibu rumah tangga yang memiliki putri remaja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasus yang menimpa warga negara Singapura, yang menjalani penelitian PhD-nya di Universitas Stanford dengan subyek penelitian seputar protein pengembang itu, sebenarnya tidak unik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ilmuwan peneliti Amerika, Douglas Prasher, yang berhasil mengisolasi gen yang bisa menghasilkan protein bersinar hijau--dan baru saja gagal meraih penghargaan Nobel 2008, menghadapi situasi yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Prasher pindah dari sebuah lembaga penelitian ke lembaga lain ketika dana penelitiannya habis. Pada akhirnya ia berhenti menggeluti sains, dan beralih menjadi sopir antar-jemput di Alabama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Meskipun demikian, ia tetap rendah hati dan bahagia dan kelihatan senang dengan pekerjaan mengendarai minivan-nya," kata seorang peselancar internet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan berubahnya pasar dunia kerja yang tersedia, dan semakin banyaknya pemilik usaha yang menginginkan beberapa pekerjaan bisa dilakukan oleh satu orang dengan kontrak kerja yang singkat, maka semakin banyak orang Singapura yang mengejar gelar yang berbeda. Misalnya akuntansi dengan hukum atau komputer dengan bisnis.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mulai menghindari gelar pascasarjana atau bidang-bidang ilmu khusus. Mereka lebih memilih bidang keilmuan yang lebih umum atau lintas sektor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Pengalaman adalah raja," itulah semboyannya sekarang. Dan orang-orang berbondong-bondong mencari tempat magang tanpa bayaran.&lt;br /&gt;"Di masa datang, yang dibutuhkan adalah para lulusan dengan keterampilan yang beragam dan karir yang fleksibel, orang-orang yang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai pekerjaan yang berbeda," kata seorang pengusaha.&lt;br /&gt;Selama beberapa tahun terakhir, di mana globalisasi semakin dalam, ada ketidaksinkronan antara apa yang dipelajari oleh orang Singapura di universitas dengan karir yang dijalaninya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singapura mengikuti tren di dunia maju, di mana bisnis-bisnis lama bisa hilang sekejap dalam satu malam, kemudian muncul bisnis yang baru, yang menjadi  masalah bagi mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mengenal seorang pemuda, insinyur sipil dari universitas terkemuka di Amerika, yang menelantarkan dunia konstruksi untuk menggeluti dunia mengajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang insinyur lainnya yang saya temui, mengurus kedai kopi ayahnya yang sangat menguntungkan. Lainnya, pengacara yang kemudian menjadi musisi atau jurnalis, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kasus di mana orang-orang melakukan pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan mereka, semakin hari semakin banyak. Sehingga para pewawancara yang menanyai calon pegawai tidak lagi bertanya, "Mengapa seorang ilmuwan berpengalaman seperti Anda mau bekerja sebagai pegawai  tingkat rendah?"&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di masa lampau orangtua pusing memikirkan bidang studi apa yang harus ditempuh oleh anaknya, akuntansi atau hukum atau teknik, bidang-bidang yang menjanjikan kesuksesan. Dan mereka akan menentukan satu bidang, dan terus mengejar dan menggelutinya hingga menjadi profesi.&lt;br /&gt;Seorang dokter akan bekerja menjadi dokter, seorang ahli biologi akan bekerja di laboratorium, dan pengacara akan sibuk berdebat di pengadilan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dr Cai adalah pria kelahiran China yang kemudian menjadi warga negara Singapura, setelah memperoleh PhD dalam bidang biologi molekuler dari Universitas Stanford tahun 1990. Dia bergabung IMCB dua tahun kemudian dan bekerja sebagai kepala peneliti di bidang genetika sel sampai kepergiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia dihentikan dari di Institut Molekuler dan Biologi Sel (IMCB) di ASTAR Singapore, tempat di mana dia sudah bekerja selama 16 tahundan tak dapat menjamin pekerjaan lain sampai penghentiannya bulan Mei 2008. Menjelang November 2008, dia memutuskan menjadi seorang sopir taksi.&lt;br /&gt;Kini, pria dengan seambrek kurikulum vitaes dan pengalaman universitas, lembaga pemerintah dan perusahaan menjadi sopir kendaraan Toyota Crown. “Pada saat seperti ini, bisnis taksi mungkin satu-satunya usaha di Singapura yang masih aktif merekrut orang, " katanya. [di/ts/www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-737635966906320312?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/737635966906320312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=737635966906320312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/737635966906320312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/737635966906320312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/09/lulusan-phd-jadi-sopir.html' title='LULUSAN PhD- Jadi Sopir'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrhaaEVvUQI/AAAAAAAAARM/87G1GRY-vwA/s72-c/einstein.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2041995442019413368</id><published>2009-09-20T21:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T21:11:08.090-07:00</updated><title type='text'>PIKIRKAN ANDA TELAH SAMPAI DISANA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Srb8zk5zmZI/AAAAAAAAAQ0/r8FEou38HPA/s1600-h/LonghornRain.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Srb8zk5zmZI/AAAAAAAAAQ0/r8FEou38HPA/s400/LonghornRain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383768367577667986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;April 16th, 2009&lt;br /&gt;OLEH EKO JALU SANTOSO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar dapat melesat secepat kilat meraih tujuan yang Anda dambakan, mulailah dengan merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai disana. Kemudian pertajam terus kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda, dimanapun, kapanpun dalam situasi apapun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentunya sudah memiliki keinginan atau dambaan yang ingin dicapainya dalam kehidupan ini. Namun seringkali banyak diantaranya yang tidak berhasil meraih apa yang diinginkannya. Bagaimana agar kita dapat cepat berhasil mencapai tujuan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu caranya adalah dengan memulai memikirkan bahwa Anda telah sampai di tujuan yang Anda inginkan. Maka sebelum Anda berhasil meraih tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat “melihat bahwa Anda sudah mendapakan tujuan itu dalam pikiran Anda.” Inilah yang disebut dengan kekuatan visualisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat memvisualisasikan tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat mengetahui tujuan Anda yang jelas dan tajam sejernih kristal. Anda perlu mengetahui dengan berusaha menampilkan citra yang jelas dalam pikiran Anda tentang apa yang Anda inginkan. Maka buanglah berbagi hal yang tidak Anda inginkan dari pikiran Anda, sehingga Anda dapat fokus hanya pada tujuan yang Anda pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai di tujuan Anda, tidak kalah pentingnya adalah berusahalah mempertajam kemampuan Anda - khususnya kemampuan yang dapat mendorong tercapainya tujuan Anda tersebut -. Pertajam terus kemampuan Anda dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Fokuslah terus pada tindakan-tindakan yang dapat mempercepat tercapainya tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Mulia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia &amp; Majelis Al-Ihsan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Buku THE WISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2041995442019413368?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2041995442019413368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2041995442019413368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2041995442019413368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2041995442019413368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/09/pikirkan-anda-telah-sampai-disana.html' title='PIKIRKAN ANDA TELAH SAMPAI DISANA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Srb8zk5zmZI/AAAAAAAAAQ0/r8FEou38HPA/s72-c/LonghornRain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7049190756561507531</id><published>2009-09-20T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T20:09:59.584-07:00</updated><title type='text'>KEMENANGAN SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrbufSISC_I/AAAAAAAAAQs/59XbzkM_Exk/s1600-h/petruk.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrbufSISC_I/AAAAAAAAAQs/59XbzkM_Exk/s400/petruk.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383752625777937394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemenangan sejati bukan diukur dengan kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dinilai dari bagaimana kita mampu memberdayakan potensi yang kita miliki, untuk mencapai prestasi terbaik melampaui standar yang kita tetapkan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang seekor belalang dan seekor anjing dibawah ini adalah awal yang tepat untuk menjadi kendaraan pemahaman kita dalam memulai tulisan ini. Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, seekor belalang bertemu dengan seekor anjing yang sombong. Anjing ini menyombongkan diri kepada belalang kecil dengan mengatakan bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan lompatannya di wilayah ini. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati si belalang kecil ini. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si anjing, bahwa dia bisa mengalahkan lompatan si anjing dengan syarat standar ukuran kemenangannya sesuai dengan standar yang ditetapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu berani melayani tantangan saya ?”, demikian kata si belalang. “Kita berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan dinilai dari berapa kali tinggi lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing menerima tantangan belalang ini. Kemudian Anjing mendapatkan kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil melompat setinggi 2 meter atau sekitar sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi seperempat dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya dalam perlombaan ini ? Tentu saja pemenangnya adalah si belalang kecil. Ia mampu melompat setinggi 40 kali dari tinggi tubuhnya dibandingkan si anjing yang hanya 10 kali dari tinggi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pada dasarnya dalam kehidupan ini setiap orang bisa menjadi pemenang, kalau ukuran kemenangannya dinilai berdasarkan standar potensi yang dimilikinya. Kemenangan sejati sesungguhnya dinilai dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan berdasarkan potensi yang kita miliki untuk mencapai prestasi yang terbaik. Demikian juga dalam pekerjaan, hidup dan bisnis, Anda dan saya memiliki potensi masing-masing yang dapat ditingkatkan untuk mencapai prestasi kemenangan tertinggi sesuai standar yang kita tetapkan. Ukuran keberhasilan tidak selalu membandingkan dengan orang lain, melainkan dapat dinilai dari seberapa besar potensi yang telah kita miliki untuk mencapai prestasi terbaik kita. Maka membandingkan ukuran keberhasilan diri kita dengan pencapain kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan sejati sesungguhnya adalah bagaimana kita telah memberdayakan potensi kemampuan kita untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam kesehatan, kekayaan hati, kekayaan spiritual, kekayaan materi, keberhasilan prestasi kerja dan prestasi bisnis, dalam hal kemajuan dalam kehidupan keluarga, maupun memberikan konstribusi kebaikan bagi sesama dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bertanya kedalam diri kita sendiri:&lt;br /&gt;- Apakah hari ini saya sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan hari kemarin ?&lt;br /&gt;- Apakah bulan ini saya sudah meraih prestasi lebih baik dibandingkan bulan lalu ?&lt;br /&gt;- Apakah tahun ini sudah meraih prestasi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ukurannya jangan hanya dinilai dari pencapain materi dunaiwi semata, melainkan dapat dinilai dari peningkatan kekayaan spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual, dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam memberikan konstribusi dan manfaat kepada orang lain, dalam memberikan bantuan dan manfaat kebaikan bagi orang lain ? Dan tentu saja masih banyak lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Anthony Robbins seringkali diosebutkan dengan “Constant Action Never Ending Improvement”,  sedangkan saya pribadi lebih senang menyebutkannya dengan “continues learning and never ending improvement.” Itulah prinsip memberdayakan potensi untuk meraih keberhasilan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pada membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain, lebih baik memulai melakukan evaluasi kedalam diri, kemudian melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita sendiri. Menyusun kembali langkah-langkah pengembangan diri kita kedepan dengan prinsip “ continues learning and never ending improvement.” Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya hati, memiliki sikap empti, lebih banyak memberikan kontribusi kebaikan, mampu lebih meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dalam diri dan lain sebagainya. SEMOGA BERMANFAAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “HEART REVOLUTION: REVOLUSI HATI NURANI”  dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7049190756561507531?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7049190756561507531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7049190756561507531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7049190756561507531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7049190756561507531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/09/kemenangan-sejati.html' title='KEMENANGAN SEJATI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SrbufSISC_I/AAAAAAAAAQs/59XbzkM_Exk/s72-c/petruk.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4496792045461874577</id><published>2009-05-29T14:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T14:36:31.578-07:00</updated><title type='text'>INVESTASI NILAI-NILAI LUHUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiBVQoEepYI/AAAAAAAAAQc/PmoivdvvW0g/s1600-h/tenang.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiBVQoEepYI/AAAAAAAAAQc/PmoivdvvW0g/s400/tenang.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341362902183880066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Eko jalu santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda mendengar sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindakan pemerasan, penipuan atau korupsi untuk memeprkaya diri sendiri yang merugikan orang lain dan mereka tanpa merasa bersalah, apa yang ada dalam benak Anda ? Ketika Anda membaca sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindak kekerasan, merampok harta orang lain atau bahkan melakukan pembunuhan yang sadis, tanpa merasa dirinya bersalah, apa yang ada dalam pikiran Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berbagai berita dan kejadian yang melanggar norma-norma kehidupan, tentu kita semua merasa sangat Prihatin. Semakin banyaknya kasus korupsi, pemerasan, perampokan dan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan, tentu membuat kita semua merasa Prihatin. Sepertinya dengan mudahnya, nilai-nilai luhur dan norma-norma kehidupan dilanggar, tanpa merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyaksikan ada orang yang tega melakukan tindakan yang menyimpang norma kehidupan dan tanpa merasa bersalah, menurut saya setidaknya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah mereka ini sudah mematikan mekanisme kerja rasa bersalah dalam dirinya. Mereka ini sudah mematikan “urat perasaan salahnya, sehingga sudah tidak ada perasan bersalah atau perasaan malu untuk melakukan tindakan kejahatan atau tindakan yang melanggar norma-norma kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua adalah mereka memang tidak memiliki tabungan investasi nilai-nilai luhur yang bersumber dari dalam hati yang ditanamkan sejak kecil. Artinya mereka ini miskin hati nuraninya atau tertutub hati nuraninya, karena tidak terbiasa ditanamkan nilai-nilai luhur ini dalam dirinya. Akibatnya mekanisme kerja hati nuraninya tidak mampu lagi menjadi kontrol bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekasisme nurani bila selalu ditumbuhkan dalam diri sejak kecil, maka ketika seseorang akan bertindak menyimpang dari nilai-nilai luhur, ia akan bergerak bagaikan gelombang yang cepat-cepat mengirimkan sinyal berupa peringatan dini ke dalam diri seseorang. Mekanisme nurani ini selalu mengirimkan sinyal berupa tindakan kearah positif dan kebenaran. Mereka yang selalu menabung atau berinvestasi pada nilai-nilai luhur dalam dirinya, maka sinyalnya semakin kuat dan semakin mudah mengarahkan tindakan pada hal-hal positif. Ketika akan melakukan berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini dalam hati nurani, mekanisme hati nurani akan dengan cepat memberikan sinyal bahwa tindakan itu salah dan menyadarkan seseorang pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari biasakanlah untuk selalu berinvestasi pada kebaikan dan nilai-nilai luhur sesuai dengan suara hati nurani. Anda dapat membiasakannya dengan selalu mendekatkan diri pada Allah, bergaul dengan orang-orang yang positif, senang berbagi keramahan, berbagi kebaikan, berbagi kasih sayang dan menumbuhkan rasa empati untuk menolong orang lain. Anda dapat memperbanyak tabungan investasi nilai-nilai luhur ini setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan nilia-nilai luhur dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dalam keadaan apa saja. Ketika sedang bekerja, sedang belajar, sedang menjalankan usaha atau dalam berbagai kehidupan sehari-hari lainnya. Berusahalah menggunakan suara hati nurani sebagai pengawas perilaku dan sikap Anda dalam kehidupan. Berusaha melakukan dialog batin untuk mempertanyakan, mengkonfirmasi, mengingatkan atau kemudian menimbulkan kesadaran akan rasa bersalah, kesadaran akan rasa malu akan tindakan menyimpang dalam kehidupan. Semakin sering Anda melakukan investasi nilai-nilai luhur ini, maka semakin banyak tabungan investasi dalam diri Anda dan hasilnya sinyal peringatan dini tentang nilai-nilai kebaikan dan kebenaran akan semakin kuat. Suara hati akan semakin kuat memberikan bisikan pada diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Mulia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia &amp; Majelis Al-Ihsan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Buku THE WIISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4496792045461874577?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4496792045461874577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4496792045461874577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4496792045461874577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4496792045461874577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/investasi-nilai-nilai-luhur.html' title='INVESTASI NILAI-NILAI LUHUR'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SiBVQoEepYI/AAAAAAAAAQc/PmoivdvvW0g/s72-c/tenang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-5532161725918396364</id><published>2009-05-24T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T04:35:02.413-07:00</updated><title type='text'>Bedah Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shkwpr4O0FI/AAAAAAAAAQE/DYoIcoSQVbw/s1600-h/minimalis.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shkwpr4O0FI/AAAAAAAAAQE/DYoIcoSQVbw/s400/minimalis.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339352325935779922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membawa Ruang Luar ke Dalam Hunian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bedah Rumah&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;sumber : majalah housing estate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hunian mengacu pada konsep modern tropis. Sementara tatanan interiornya didesain dengan membawa ruang luar ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan lahan terbatas dengan memaksimalkan kesatuan antara ruang dalam dan ruang luar, adalah solusi desain yang ingin dihadirkan dalam hunian ini. Lahannya seluas 16 x 8 m2 dengan bangunan dua lantai seluas 151 m2. Rumah tipe Vanda di perumahan The Orchid Bintaro, Pondok Aren-Tangerang, ini mulai dipasarkan PT Grahacipta Asia, kolaborasi konsultan arsitektur ternama PT Grahacipta Hadiprana dan developer PT Lentera Griya Asia, sejak Maret 2007 seharga Rp700 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hunian mengacu pada konsep modern tropis. Tampilan eksteriornya dibalut dinding warna abu-abu dan kaca-kaca transparan berukuran besar tanpa bingkai (frameless). “Untuk menguatkan kesan modern,” kata Budi S Soenarto, Associate PT Grahacipta Hadiprana. Sementara sentuhan tropisnya terlihat dari penggunaan bentuk atap segitiga pelana serta material kusen dan pintu yang tetap memakai unsur kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Interior&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tatanan interiornya didesain dengan membawa ruang luar ke dalam. Banyak ditempatkan bukaan berupa pintu lipat dan jendela model kaca mati berbahan kaca transparan, sehingga meski secara fisik lahannya terbatas, secara visual terasa luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan ruang dalam dan ruang luar bisa dilihat pada area ruang tamu seluas 2,5 x 3 m yang terasa lapang dan diselingi suara gemericik air yang menyejukkan. Pasalnya, di salah satu sisinya ditambahkan kolam kecil memanjang berukuran lebar satu meter dan panjang 2,5 meter yang mengalirkan air dari dalam ke luar bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimbangi keberadaan kaca mati di ruang tamu, bagian kolam hanya dibatasi dengan rangka besi vertikal yang disusun jarang, sehingga sekaligus berfungsi mengalirkan udara segar. Atapnya terbuat dari polikarbonat yang transparan untuk memasukkan cahaya siang ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbukaan juga terasa pada area ruang keluarga dan ruang makan yang terhubung langsung dengan taman belakang secara leluasa. Dibuatkan pintu lipat yang bisa dibuka-tutup dan kaca mati model frameless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lighting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan desain rumah ini juga didukung oleh penataan cahaya (lighting) yang diciptakan mulai dari fasad hingga interiornya. Pencahayaan pada teras dihadirkan dengan sistem indirect lighting yang dipancarkan dari balik plafon. Sementara ruang-ruang di dalamnya menggunakan lampu downlight yang terbenam di atas plafon. Jika akan menempatkan sebuah artwork atau lukisan, juga sudah disiapkan titik-titik lampu untuk spot lighting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fleksibel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenuhan kebutuhan ruang dalam hunian ini diasumsikan untuk keluarga muda dengan dua sampai tiga anak. Tipe standar terdiri dari satu ruang kamar utama di lantai bawah, serta dua kamar anak dan satu kamar pembantu di lantai atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ruang-ruang juga bisa bertumbuh secara fleksibel. Misalnya, bagian void yakni ruang kosong yang menghubungkan lantai bawah dan lantai atas secara menerus dapat ditutup untuk dijadikan kamar tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelompokan antara ruang utama dan ruang servis adalah untuk memberi kenyamanan bagi penghuni rumah. Dapur berada di bagian depan kemudian kamar pembantu, tempat mencuci dan menjemur pakaian berada di lantai atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin meluaskan area dapur, tangga servis bisa dihilangkan, sehingga tangga utama dipakai juga untuk keperluan servis. Penambahan jalur sirkulasi di lantai atas menuju ruang servis juga dimungkinkan dengan membuka bagian dindingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara taman di bagian belakang dirancang agar bersih dari area servis, sehingga benar-benar bisa dinikmati dan dimiliki oleh seluruh penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hemat energi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam desain hunian ini. Salah satunya, penghematan penggunaan kayu dengan mengurangi pemasangan kusen jendela. Tampilan kaca yang dibiarkan tanpa bingkai (frameless) ini juga bisa meluaskan pandangan ke luar bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terdapat banyak bukaan, penerangan di siang hari cukup didapat dari masuknya cahaya siang ke dalam rumah. Jadi, tidak perlu menyalakan lampu. Di samping itu sirkulasi udara juga sangat diperhatikan. Pada area kamar mandi misalnya, selalu diselipkan bukaan berupa jendela kaca buram yang bisa mengalirkan udara ke luar, sehingga tidak memerlukan alat mekanik penghisap udara. Halimatussadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perabot Untuk R&lt;/span&gt;uang Terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang tamu kecil ini sengaja tidak diisi penuh dengan furnitur. Cukup dua buah kursi dan satu buah meja. Sebagai tambahan dibuatkan bangku panjang dari kayu seperti bench yang bisa dimanfaatkan juga sebagai meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemari pakaian dengan daun pintu dari kaca cermin dapat berfungsi ganda. Disamping dapat dimanfaatkan untuk bercermin juga membuat ruangan berkesan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat untuk meletakkan satu set televisi tidak selalu berupa credenza yang menempel di atas lantai. Ide membuat meja berlaci dengan lapisan atas meja (top table) dari bahan marmer berwarna putih ini, layak ditiru. Posisinya menggantung di atas lantai dan hanya menempel di dinding. Tampilan perabot ini berkesan ringan dan efeknya terhadap ruangan terasa luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Homogeneo&lt;/span&gt;us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup lantai pada ruang tamu dan ruang keluarga rumah ini memakai homogeneous tile atau disebut juga granite tile. Karakter dan tampilan material ini seperti batu alam. Kekuatannya terhadap beban lebih baik dari keramik biasa. Ukurannya besar-besar. Misalnya, 60 x 60 cm dan bisa dipasang tanpa nat ataupun dengan nat yang sangat kecil, sehingga memberi efek ruang terlihat lapang. Untuk area servis dan kamar mandi, tetap menggunakan keramik biasa berukuran 30 x 30 m2 dan 33 x 33 m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Parket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh lantai kamar dalam hunian dilapisi bahan parket berwarna cokelat tua dengan motif kayu yang halus. Material parket lebih hangat saat dipijak dibanding lantai keramik yang dingin. Karena berbahan dasar kayu, ada yang terbuat dari kayu solid dan ada juga yang terbuat dari particle board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kayu kelapa imitasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tampilan kusen dan pintu dalam rumah ini sekilas ekspresinya seperti kayu kelapa. Bertekstur garis-garis kasar memanjang dan warnanya sangat alami. Padahal, hanya terbuat dari kayu kamper yang dikerjakan khusus. Caranya, sebelum dipelitur, kayu digaruk dengan sikat kawat. Pori-pori kayu dibiarkan terlihat terbuka lalu dilapisi dengan politur bening. Selain tampak menawan, kusen dan kayu kelapa imitasi ini juga memberi sentuhan rumah bergaya resor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Plafon gipsum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plafon ditutup dengan menggunakan material gipsum polos. Dibandingkan dengan eternit ataupun triplek, pemasangan gipsum lebih mudah dan fleksibel untuk dibentuk. Penopang yang dibutuhkan adalah rangka kayu atau besi hollow dengan modul 60 x 60 cm atau bisa dibesarkan hingga 1 x 1 m agar lebih hemat. Sambungan gipsum pada plafon bisa terlihat lebih mulus dan datar (flat) dibanding eternit atau triplek. Supaya terlihat modern dan stylish, bagian tepi plafon dipasangi kanal U sebagai pengganti lis dekoratif sehingga plafon terlihat terpisah dengan dinding atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batu andesit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasad rumah diperkaya dengan tampilan susunan batu alam andesit berbentuk bidang persegi panjang yang ditata maju-mundur. Sementara lantainya dipasangi batu alam dengan aksen koral sikat sebagai bingkai (border).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Panel dinding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberi kesan yang menyatu antara ruang keluarga dan ruang makan, salah satu sisi dindingnya dilapisi panel dinding dari bahan multipleks berwarna kuning kecokelatan. Masing-masing dinding dihadirkan dengan komposisi bidang panel yang berbeda. Tidak hanya berbentuk persegi empat tapi juga ada yang aksen bidang panel yang berbentuk bundar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi panel pada dinding menggunakan rangka dari kayu atau besi hollow yang disesuaikan dengan ketebalan dan bentuk-bentuk yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Genteng beton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk atap miring selain cocok dengan iklim tropis, ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk gudang. Rangka atap dengan bentang yang pendek pada bangunan ini cukup ditunjang dengan sopi-sopi, yakni dinding penopang pada ujung-ujung atap. Jadi, hanya membutuhkan pemasangan struktur kuda-kuda pada bagian tengah atap saja. Langkah ini ternyata dapat mengurangi biaya yang signifikan. Sedangkan material penutup atapnya memakai jenis genteng beton datar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-5532161725918396364?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/5532161725918396364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=5532161725918396364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5532161725918396364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5532161725918396364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/bedah-rumah.html' title='Bedah Rumah'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Shkwpr4O0FI/AAAAAAAAAQE/DYoIcoSQVbw/s72-c/minimalis.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2124594605086986393</id><published>2009-05-23T12:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-23T12:32:22.138-07:00</updated><title type='text'>CARA BERTAHAN DAN FLEKSIBILITAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhPI_1HSxI/AAAAAAAAAPs/cHLlw0JjnNk/s1600-h/RHENALD.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhPI_1HSxI/AAAAAAAAAPs/cHLlw0JjnNk/s400/RHENALD.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339104374239480594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara Bertahan dan Fleksibilitas&lt;br /&gt;SUMBER:WWW.SEPUTARINDONESIA.COM&lt;br /&gt;OLEH: RHENALD kHASALI, ph.D&lt;br /&gt;Sunday, 17 May 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRISIS finansial yang saat ini melanda pasar global berpengaruh langsung pada performa dunia bisnis di Indonesia.Banyak pelaku bisnis dipaksa merevisi target awalnya setelah melihat begitu besar pengaruh krisis global ini terhadap berbagai sektor perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, krisis juga merupakan waktu yang tepat bagi perusahaan untuk mengevaluasi manajemen bisnis. Sebuah perusahaan mau tak mau harus mengukur kembali kekuatan sebenarnya serta melihat titik lemahnya. Jika sebuah perusahaan mampu melihat plus-minus kekuatan yang dimiliki, terbuka kemungkinan melewati krisis. Proses mengenali kekuatan berdampak positif pada perencanaan bisnis.Tentu saja,upaya yang dilakukan bertujuan menjaga core bisnisnya tetap bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar manajemen Renald Kasali menyebutkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh di saat krisis.Pertama,perusahaan harus memiliki seorang pemimpin yang bagus. Sepak terjang seorang pemimpin merupakan kunci perusahaan agar bisa bertahan. Jika kebijakan yang dikeluarkan bagus, sangat mungkin mempermudah perusahaan melewati krisis. Renald menyebutkan, masih banyak perusahaan di Indonesia yang sistem regenerasi kepemimpinannya jelek, terutama di beberapa badan usaha milik negara (BUMN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena terkadang dalam proses regenerasi direksi maupun komisaris, lebih banyak digunakan pendekatan politis dibandingkan profesional. Kedua,perusahaan harus mampu beradaptasi dalam berbagai keadaan, baik itu dalam keadaan krisis atau kondisi perekonomian normal.” Kemampuan beradaptasi dalam segala keadaan ini yang menentukan sebuah perusahaan apakah mampu bertahan dan tumbuh di saat krisis,”ungkap Rhenald. Ketiga, strategi inovasi dan efisiensi. Artinya dalam kondisi pasar yang tidak stabil, perusahaan harus mampu memotong berbagai anggaran yang dianggap tidak produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, diperlukannya penerapan manajemen keuangan konservatif yang didukung sumber daya manusia berpemikiran ke depan. Pengelolaan keuangan konservatif artinya perusahaan harus menyimpan jumlah dana tertentu guna mengantisipasi situasi yang tidak diperkirakan. Untuk itu, dana yang ada bukan hanya dihabiskan untuk fixed asset seperti tanah, bangunan hingga kendaraan, tetapi sebaiknya sebagian dana tersebut ditabung untuk mengantisipasi pasar. ”Utang itu memang per-lu untuk menjalankan roda bisnis,tetapi cashsendiri harus dijaga secara konservatif dan disiplin,”ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pakar manajemen Universitas Indonesia Alberto Hanani mengungkapkan, perusahaan harus selalu memperhatikan aliran kas (cash flow) yang mereka miliki. Sebab, ketika krisis, perbankan maupun lembaga keuangan akan menjaga likuiditasnya seketat mungkin. Segunung prasyarat serta bunga tinggi menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk mencairkan kredit. Hal ini mengakibatkan likuiditas di pasar akan semakin ketat. Keadaan ini cukup bisa dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya institusi keuangan adalah institusi yang juga biasanya paling terpukul dengan kondisi financial meltdown di era krisis. Maka, jalan yang paling rasional adalah dengan melakukan pengawasan secara ketat aliran dana kas yang mereka lalui.Jangan sampai dana cadangan hanya digunakan untuk proses-proses yang kurang produktif. Alberto mengingatkan perusahaan harus selalu mengevaluasi fundamental finansial perusahaan. Kas yang dimiliki perusahaan adalah segalanya mengingat kredit maupun pinjaman dipastikan akan semakin langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi sebagian perusahaan juga kehilangan pasarnya karena masyarakat di saat krisis cenderung mengerem belanja.”Jadi perusahaan dengan kas besar akan berpeluang lebih besar,”ungkapnya. Perusahaan juga harus mampu memberi keyakinan kepada pasar bahwa usaha yang dijalankan bisa bertahan.Hal ini dimaksudkan untuk merangsang kepercayaan pasar pada komoditas yang mereka tawarkan. Langkah ini bisa ditempuh dengan tetap menjaga strategi promosi meski sedang dibayangi krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perusahaan juga perlu mengevaluasi keuntungan kompetitif perusahaan dan negosiasi dengan pihak berkepentingan seperti penyuplai dan konsumen serta pihak internal perusahaan. Langkah ini bisa dilakukan dengan menerapkan tarif baru yang lebih kompetitif hingga memperkecil skala penjualannya. ”Kita tidak boleh terlambat melakukan restrukturisasi dan membangun negosiasi ulang kontrak-kontrak,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis memang menuntut perusahaan bisa sefleksibel mungkin melakukan terobosan-terobosan bisnis.Mereka dipaksa harus mampu meretas jalan baru guna menambah kepastian bisnisnya tetap berjalan di saat krisis.Namun tidak tertutup kemungkinan, dengan jalan baru tersebut,pihak perusahaan bisa menyulap dari sebuah kesulitan menjadi sebuah kesempatan. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2124594605086986393?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2124594605086986393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2124594605086986393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2124594605086986393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2124594605086986393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/cara-bertahan-dan-fleksibilitas.html' title='CARA BERTAHAN DAN FLEKSIBILITAS'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhPI_1HSxI/AAAAAAAAAPs/cHLlw0JjnNk/s72-c/RHENALD.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-245415679391771896</id><published>2009-05-23T11:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-23T11:46:41.417-07:00</updated><title type='text'>Gumun- Bangsa Pemalas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhEeUwvOrI/AAAAAAAAAPc/zfpQ9g0Ddpc/s1600-h/gumun.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhEeUwvOrI/AAAAAAAAAPc/zfpQ9g0Ddpc/s400/gumun.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339092646007618226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;gumun in Kolom Budaya Emha Ainun Najib / Suara Merdeka&lt;br /&gt;December 14, 2006 · 9 Comments&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kita Bukan Bangsa Pemalas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;source: suara merdeka, Kamis, 16 Oktober 2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG yang gumunan sering mengatakan, satu orang Jepang kualitas dan tenaganya sama dengan 5 orang Indonesia. Sementara satu orang Korea sama dengan 3 orang Jepang. Jadi 15 orang Indonesia baru bisa menandingi satu orang Korea. Yang dibandingkan adalah stamina dan etos kerjanya, keuletan dan kerajinannya, kadar profesionalitas dan manajerialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu itu berangkat dari kenyataan industri dan perekonomian Korea yang semakin menguasai dunia. Padahal negaranya kecil, tak punya kekayaan alam, laki-lakinya jarang yang ganteng dan perempuannya tak ada yang mampu menandingi kecantikan artis-artis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sesudah sampai awal tahun 80-an Korsel kacau kepribadian kebangsaannya, sesudah ditandangi oleh pemerintahan militer yang bersikap sangat memacu kerja keras rakyatnya, yang menempelengi koruptor dan para pemalas. Akhirnya bangkitlah bangsa Korea, dan sekarang langit bumi mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau kesimpulan itu mengandung tuduhan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pemalas, sangat suka mencuri, tak mau jalan kecuali jalan pintas, main bola sambil duduk tapi ingin menang 5-0 dan kalau kemasukan gol marah-marah – itu salah besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia bukan bangsa pemalas. Kita adalah bangsa yang memang tidak perlu rajin, tidak membutuhkan keuletan, tidak mau ngoyo, cukup ikut sidang-sidang kemudian bisa bikin supermarket, dll. Kita bangsa yang kaya raya sejak dari sononya, sehingga cukup mengisi kehidupan dengan joget dan tidur saja, tidak perlu repot-repot seperti bangsa-bangsa lain. Sedemikian adil makmur aman sejahteranya negara kita, sehingga kita tidak membutuhkan pemerintahan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi membantah pendapat di atas, saya nekat terbang ke Korea. Mohon maaf minggu kemarin saya absen menulis karena itu. Tapi karena di negeri ginseng itu saya tidak tahu jalan, maka 12 hari baru bisa pulang kembali ke tanah air. Apalagi orang Korea sangat benci kepada Amerika Serikat, sehingga mereka sangat gengsi untuk memakai bahasa Inggris. Jadi semua informasi, petunjuk-petunjuk di jalan dan di mana saja hampir 99% memakai bahasa dan tulisan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu mereka benci Jepang karena sebagaimana kita Indonesia, mereka juga dijajah Jepang, rakyatnya diperbudak, kerajaannya dibakar habis – sampai akhirnya di kemudian hari mereka mengimpor kayu dari Kalimantan untuk bikin bangunan kraton yang dimirip-miripkan dengan aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea merdeka dari Jepang dua hari sebelum kita, yakni 15 Agustus 1945. Sekarang di zaman modern mereka punya sasaran kebencian yang lebih besar, yaitu Amerika Serikat – meskipun tentu saja hati rakyat mereka tidak tercermin oleh sikap pemerintah mereka. Namanya juga pemerintah, tentu agak aneh kalau sepak terjangnya mirip dengan kelakuan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi enthung thilang-thileng di Encheon, Seoul, Busan, sampai ke pinggiran Suwon, Ansan dll. Mana gedung-gedungnya tinggi-tinggi amat. Belum lagi kereta bawah tanahnya silang sengkarut berlapis-lapis mengiris-iris bertingkat-tingkat ke bawah permukaan bumi. Keluar dari subway saja saya pasti bingung, apalagi setiap subway di bawah tanah itu ada lapisan-lapisan pasar yang masing-masing se-kecamatan luasnya. Huruf latin tak ada 5% jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih celaka lagi karena kebanyakan orang Korea tidak bisa berbahasa Indonesia, sementara kemampuan bahasa saya juga sangat awam. Kalau ke Mesir, Arab, Jordan, Syria atau Israel, saya selalu mengaku kepada orang-orang di sana bahwa saya lebih mampu berbahasa Inggris dibanding bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kalau saya ke London, Ann Arbor, atau ke Perth, saya selalu memamerkan bahwa memang bahasa Inggris saya sangat buruk – tapi kan bahasa Arab saya sangat OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal orang Korea sangat jarang tidur. Jam 11 malam saya ketemu anak-anak SMP pulang sekolah. Jam 1 dinihari mahasiswa-mahasiswi pulang kuliah. Mulai jam 2 pagi Pasar Dong Daimun, Nam Daimun atau mall Doota justru sedang ramai-ramainya. Karena kita negara sejahtera maka Jakarta macet sore-sore kita sudah cemas, padahal di Seoul jam 3 pagi di sana – sini traffic jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang, tapi saya tak bisa omong apa-apa. Ada satu dua kata Korea saya tahu, tapi hilang maknanya karena setiap kata ditambah “see” atau “ee”. Sampai akhirnya saya ngedumel sendiri dan menyanyikan lagu Indonesia berjudul “Asek”. Bunyinya: “Asekuntum mawar meraaah, o o o….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil saya kebingungan. Tak tahu utara selatan. Karena di luar Indonesia orang ngertinya kanan kiri depan belakang atas bawah. Barat timur sudah lenyap. Karena Tuhan sendiri berfirman bahwa la syarqiyyah wa la ghorbiyyah.. Tak timur, tak barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saya ditolong oleh seorang direktur utama sebuah perusahaan pembuat alat-alat Security System dan software komputer, terutama Internet Multimedia Phone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang udik saya terbengong-bengong di tepi jalan, sampai akhirnya dihampiri oleh beliaunya itu. Seorang Sajang, alias juragan perusahaan besar – meskipun tak sebesar Samsung, SK, LG atau Honde (Hyundai) – yang barusan pimpinannya bunuh diri terjun dari gedung tinggi gara-gara rahasia keuangan ekstra perusahaannya yang terkait dengan Korea Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Pak Sajang ini kelakuannya sungguh aneh. Saya didatangi, dikasih rokok, diajak makan, bahkan dia membawa wajan sendiri untuk keperluan penggorengan makan kami. Saya dikursus bagaimana menggunakan sumpit. Kemudian beliau mengajak saya keliling melihat-lihat kantor-kantor dan pabriknya. Saya dibikin terkagum-kagum dipameri kunci atau gembok pintu yang detektor pembukanya menggunakan sidik jari. Kalau sidik jari kita belum terdaftar, nggak bisa buka pintu. Kemudian bahkan ada gembok yang berdasarkan sinar mata kita. Meskipun nama saya Ainun, artinya mata – tetap saja pintu itu tak bergeming meskipun saya pelototi habis-habisan sampai mengerahkan ilmu kebatinan Kaliwungu, Banten, Tulungagung dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-245415679391771896?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/245415679391771896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=245415679391771896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/245415679391771896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/245415679391771896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/gumun-bangsa-pemalas.html' title='Gumun- Bangsa Pemalas'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShhEeUwvOrI/AAAAAAAAAPc/zfpQ9g0Ddpc/s72-c/gumun.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6758922148765122100</id><published>2009-05-20T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T21:24:46.437-07:00</updated><title type='text'>Kluster Baru Mulai Tumbuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTXgKSLnmI/AAAAAAAAAO8/v1KLwDcGv9M/s1600-h/ap0artemen.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTXgKSLnmI/AAAAAAAAAO8/v1KLwDcGv9M/s400/ap0artemen.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338128405857279586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kluster Baru Mulai Tumbuh&lt;br /&gt;Wednesday, 20 May 2009&lt;br /&gt;Sumber: koran Seputar Indonesia (SINDO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APARTEMEN, Empat gedung menara menara apartemen berdiri megah di tepi pantai utara Jakarta. Para pengembang properti hunian optimistis permintaan terus meningkat. Permintaan hunian diyakini tidak akan melemah karena tempat tinggal menjadi kebutuhan dasar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TURUNNYA tingkat suku bunga acuan menjadi sinyal bagi pengembang untuk kembali memasarkan kluster atau hunian baru.Pengembang berkeyakinan keinginan masyarakat untuk membeli rumah akan tinggi kembali. Kendati begitu, pengembang masih berharap agar perbankan segera mengikuti langkah yang ditempuh Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Mei lalu, PT Cowell Development Tbk meluncurkan rumah tipe baru yang eksklusif di perumahan Melati Mas Residence (dahulu bernama Villa Melati Mas) yang lokasinya di Jalan Raya Serpong,Tangerang. Rumah tipe baru itu bernama Modern Grande yang terletak di Jalan Bulevard kluster Viesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah unit yang dibangun sangat terbatas, yakni hanya 20 unit. Rumah berdimensi luas bangunan 350 meter persegi dan luas tanah 250 meter persegi dipasarkan dengan harga sekitar Rp1,5 miliar per unit. ”Saat ini sudah terjual 60% dan kami targetkan pada semester tiga tahun ini sudah habis terjual,” ujar Director Marketing &amp; Business Development PT Cowell Development Tbk Novi Imelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melati Mas Residence dikembangkan PT Cowell Development Tbk sejak tahun 1987. Dari total lahan 200 hektare, kini sudah terbangun 88%. Jumlah rumah yang sudah terbangun sebanyak 5.000 unit dan saat ini sudah dihuni 4.000 kepala keluarga (KK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melati Mas Residence dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk memanjakan penghuninya seperti Klub Melati Mas yang berisi sarana olahraga kolam renang ukuran olympic, tenis dan fitnes, kawasan komersial Giant Hypermarket, sekolah, dan Melati Mas Square (kompleks komersial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi krisis keuangan global,PT Cowell Development Tbk optimistis dapat menaikkan nilai penjualan pada tahun 2009 ini. ”Permintaan rumah saat ini masih bagus karena rumah adalah kebutuhan dasar manusia sehingga masyarakat dalam kondisi apa pun akan membeli rumah. Selain itu, investasi dengan membeli rumah lebih aman dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau dana reksa,” ujar Novi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih target tersebut dan menghadapi krisis keuangan global, PT Cowell Development Tbk melakukan berbagai strategi. Antara lain, membuat varian produk yang lebih banyak dan menyediakan produk yang lebih terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga memberi keringanan dan kemudahan cara pembayaran seperti down payment (DP) dapat dicicil 12 kali, pembayaran dapat dicicil 24 kali, dan memberikan subsidi bunga KPR sebesar 5% dari bunga yang berlaku pada bank pemberi KPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena 70% penjualan kami memakai KPR, penurunan suku bunga KPR saat ini sangat memengaruhi penjualan menjadi lebih baik,”kata Novi. Pada minggu kedua bulan ini, PT Sentul City Tbk juga meluncurkan kluster baru yang eksklusif di perumahan Sentul City, Bogor. Kluster baru itu bernama Pine Forest yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap pertama, akan dibangun 150 unit rumah dan 36 unit ruko. Dipasarkannya kluster yang menelan investasi sebesar Rp50 miliar ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan hunian yang modern dan ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Business Development Directur PT Sentul City Tbk, Andrian Budi Utama, pihaknya juga tengah mengaplikasi kan konsep green property sesuai dengan salah satu konsep pengembangan Sentul City-The City of Innovation, yaitu Eco City. Di mana aspek eksplorasi green property diterapkan pada kawasan dan pada bangunan dengan penerapan green wall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bangunan rumah, kluster Pine Forest yang berdesain modern tropis itu,memperhatikan pemanfaatan ruang di bawah atap sebagai zine pengembangan mezzanine. Dengan demikian, pemanfaatan ruang menjadi lebih maksimal. Sementara untuk ruko diterapkan pada aspek hijau di muka ruko sebagai bagian dari keunikan desainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target pasar kluster Pine Forest adalah pasangan muda dan pengusaha. Selain menerapkan konsep green property, kelebihan yang dimiliki kluster Pine Forest adalah berada di dalam perumahan Sentul City yang sarat fasilitas dan lokasinya sangat strategis dengan beberapa alternatif pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tipe rumah yang ditawarkan di kluster Pine Forest yakni tipe Pinus Patula berdimensi luas bangunan (LB) 75 meter persegi dan luas tanah (LT) 135 meter persegi dan tipe Pinus Ponderosa berdimensi LB 53 meter persegi dan LT 90/120 meter persegi. Harga jual mulai Rp270 jutaan.Sementara ruko berdimensi LB 100 meter persegi dan LT 67, meter persegi dijual dengan harga Rp400 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan didukung perusahaan asuransi Allianz yang memungkinkan pengembalian uang tunai membeli rumah sebesar 100% dalam waktu 10 sampai 13 tahun ke depan. Polanya seperti unit link, akan tetapi yang dipakai rumah, yang dipungut 15% dari harga rumah. Kalau tidak ingin ikut asuransi, tinggal dipotong 15 persen dari harga rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran kluster baru ini juga didukung dengan program cash back, yakni membeli rumah uang kembali. Melalui program cash back ini, pembeli yang membeli produk properti di kluster Pine Forest mendapatkan polis asuransi dari perusahaan asuransi terkemuka yang telah bekerja sama dengan PT Sentul City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, kluster Pine Forest mulai dibangun pada Juni dan serah terima paling lambat 18 bulan ke depan. Sukses dengan empat proyek apartemen sebelumnya,Kemang Village milik pengembang Lippo Karawaci kembali meluncurkan hunian bertingkat (apartemen) the Infinity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Kemang Village Jessica Quantero, The Infinity dilepas dengan harga mulai Rp1,36 miliar per unit. Jika dihitung per meter persegi, harganya Rp 13 juta- Rp 19 juta per meter persegi, dengan luas unit 105 meter persegi hingga 305 meter persegi. The Infinity merupakan menara apartemen kelima dalam megaproyek terkini Lippo Karawaci di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang diberi nama Kemang Village.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total nilai investasi megaproyek dengan tujuh menara ini mencapai Rp12 triliun. Pihaknya menargetkan pembangunan menara kelima dimulai pada tahun ini dan selesai pada 2011. The Infinity merupakan apartemen mewah yang memiliki banyak keunikan. Di antaranya terletak pada konsep bangunan yang memanfaatkan banyak jendela kaca agar pencahayaan alami makin kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, jendelajendela itu akan dibuat menghadap dua sisi. Di lokasi tersebut, nantinya akan ada 20 kolam renang dan 50 resor air. ”Setiap lantai terdiri atas empat unit saja,” ucap Jessica. (hermansah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6758922148765122100?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6758922148765122100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6758922148765122100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6758922148765122100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6758922148765122100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/kluster-baru-mulai-tumbuh.html' title='Kluster Baru Mulai Tumbuh'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/ShTXgKSLnmI/AAAAAAAAAO8/v1KLwDcGv9M/s72-c/ap0artemen.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1230362003319603546</id><published>2009-05-09T06:56:00.001-07:00</published><updated>2009-05-09T06:58:33.390-07:00</updated><title type='text'>EVOLUSI - dan BUKTI SCIENCE</title><content type='html'>Menyebarluaskan liputan berjudul “Tutup pameran-pameran ini!” atau “Larang buku ini!” dan menggunakannya untuk ditanamkan ke dalam pikiran masyarakat umum, padahal bumi yang mereka injak dipenuhi fosil yang membuktikan fakta Penciptaan, menunjukkan kesulitan mengenaskan yang kini dialami sendiri oleh kaum Darwinis.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harun Yahya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran fosil yang berlanjut dengan kecepatan penuh di seluruh wilayah Turki tampak menyebabkan kegelisahan mendalam dan kepanikan di kalangan lingkaran media tertentu. Tidak mampu menyodorkan bukti apa pun yang membantahnya dan dilanda kepanikan karena dihadapkan perkembangan ini, kalangan tersebut mengambil langkah pelarangan dan penghalangan. Namun, menerbitkan laporan yang ditujukan dalam rangka penghentian pameran fosil dan pelarangan buku Atlas Penciptaan tidak dapat menghentikan runtuhnya Darwinisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seharusnya dilakukan media Darwinis adalah menampilkan fosil-fosil bentuk peralihan yang menunjukkan bukti evolusi, daripada mencoba menutupi temuan-temuan ilmiah tersebut. Namun tak satu fosil bentuk peralihan pun telah ditemukan hingga kini, dan tidaklah mungkin fosil itu akan ditemukan di masa mendatang. Sungguh, semua tantangan kami kepada para evolusionis agar mereka memamerkan bentuk-bentuk peralihan mana pun yang mungkin mereka miliki tidak pernah dipenuhi, dan kaum Darwinis menjadi bungkam di hadapan temuan-temuan fosil yang membuktikan fakta Penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berusaha menghentikan pameran fosil tidak sadar bahwa terdapat jutaan fosil di bawah bangunan-bangunan tempat fosil-fosil ini dipamerkan dan di bawah jalan-jalan yang mereka lalui untuk meliput masalah ini, dan bahwa masing-masing dari fosil ini mengarahkan kepada Penciptaan. Di daerah mana pun di Anatolia dilakukan penggalian, atau di kota mana pun di Marmara, atau di distrik mana pun di Istanbul, tidak peduli jalan mana yang digali, jutaan fosil yang keberadaannya membuat orang-orang ini sedemikian ketakuan akan ditemukan. Hanya beberapa contoh, seperti fosil ikan berumur 15 juta tahun ditemukan selama penggalian sebuah sumur di Feke, Adana; fosil gajah, kambing dan kuda nil berumur 10-8 juta tahun, ditemukan di Nevshir; fosil ikan gurami berumur 15 juta tahun ditemukan di penambangan batu di Silifke, Mersin; atau fosil gajah, rusa, badak, jerapah, kambing dan beruang ditemukan di Kokluce, Sivas merupakan bukti berlimpahnya jumlah fosil yang membuktikan Penciptaan yang ada di perut bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebarluaskan liputan berjudul “Tutup pameran-pameran ini!” atau “Larang buku ini!” dan menggunakannya untuk ditanamkan ke dalam pikiran masyarakat umum, padahal bumi yang mereka injak dipenuhi fosil yang membuktikan fakta Penciptaan, menunjukkan kesulitan mengenaskan yang kini dialami sendiri oleh kaum Darwinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya fosil-fosil yang benar-benar telah membatu yang ditampilkan pada pameran ini, dan di bawahnya ditulis kata-kata “fosil ini tetap tidak berubah selama ratusan juta tahun.” Fosil-fosil tersebut sama persis dengan spesimen masa kini, dan masyarakat umum dapat memahami hal ini dengan mudah tanpa perlu penjelasan lebih dalam. Jutaan fosil, seperti laba-laba berumur 125 juta tahun, buaya berumur 100 juta tahun, udang berumur 95 juta tahun, semut berumur 45 juta tahun, pakis berumur 300 juta tahun, daun tumbuhan Willow berumur 50 juta tahun atau tengkorak hyena berumur 80 juta tahun memberitahu kita “kami tidak pernah berevolusi, kami diciptakan.” Fosil-fosil ini menunjukkan bahwa teori evolusi adalah sebuah mitos, tanpa perlu penjabaran tambahan apa pun. Siapa pun yang berpikir lurus dengan daya pemahaman dapat dengan mudah memahami ini. Sekali mereka melihat bukti-bukti yang terlampau jelas dan nyata ini, masyarakat tidak akan tersesatkan lagi oleh penipuan Darwinisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun, Darwinisme benar-benar telah memiliki pengaruh hipnotis pada masyarakat dan menanamkan ke dalam pikiran mereka sebuah kebohongan besar. Namun sekarang tiada guna lagi bagi media evolusionis melanjutkan kebohongan ini dengan cara yang begitu menyedihkan. Sebagaimana ratusan ribu orang yang telah melihat dan menerima fakta-fakta yang sebenarnya, mereka juga wajib mengakui bahwa mereka telah “dibohongi” dan sadar bahwa tidaklah pernah terlambat untuk memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Darwinisme di Turki terus berkurang setiap harinya. Pada awal 1980-an, jumlah orang yang tidak percaya pada evolusi sekitar 30 – 40%, namun sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada 2006 menunjukkan bahwa 75% rakyat Turki tidak lagi percaya pada teori evolusi. Menurut jajak pendapat terakhir oleh Yayasan Pengkajian Ekonomi dan Sosial Turki (TESEV), 87,4% rakyat Turki percaya bahwa “Tuhan menciptakan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan serupa terjadi di Prancis, di mana orang-orang dikejutkan dengan fakta-fakta ilmiah yang mereka saksikan pada Atlas Penciptaan. Jika jajak pendapat dilakukan tahun depan, maka akan tampak perbedaan besar antara jumlah orang di Prancis yang mempercayai teori evolusi tahun lalu dan tahun depan. Jika ditanyai tahun depan, sejumlah besar masyarakat Prancis akan mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada Darwinisme. Dan tidak hanya di Prancis; orang-orang di Italia, Inggris, Jerman, Swis, Denmark dan Belgia, singkatnya, orang-orang di seluruh dunia, akan menyaksikan fakta-fakta tersebut dan dengan segera terbebaskan dari sihir Darwinisme. Matahari yang akan menerangi seluruh dunia telah lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ormula Darwinisme yang Tidak Rasional, Tidak Logis dan Tidak Ilmiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, pernyataan mendasar Darwinisme sepenuhnya tidaklah ilmiah, dan ketiadaan nalarnya sedemikian jelas sehingga anak usia sekolah dasar pun dapat melihatnya. Menurut Darwinisme, dengan cara yang tidak dapat dijelaskan, sel pertama diduga terbentuk di lingkungan zaman purba bumi, dalam sebuah genangan air berlumpur. Dan dari sel tunggal itu, serangkaian kejadian kebetulan tanpa akhir benar-benar memunculkan hewan, tumbuhan, manusia dan peradaban. Dengan kata lain, seluruh umat manusia, dan juga seluruh kerajaan tumbuhan dan hewan, diyakini sebagai hasil karya lumpur berkadar tepat, waktu yang lama dan berlimpah kejadian kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kaum Darwinis, yang menderita kekurangan nalar yang jelas, bahan-bahan tadi, yang masing-masingnya tidak berkesadaran, memunculkan manusia yang memiliki akal dan kesadaran, yang berpikir, mencintai, merasa kasihan, memiliki penilaian bijaksana, menghasilkan lukisan dan patung, menggubah simponi, menulis buku cerita, membangun pencakar langit, membangun reaktor nuklir, menemukan penyebab penyakit dan meramu obat untuk mengobatinya, atau berpolitik. Mereka menyatakan bahwa ketika waktu yang cukup telah terlewati, singa, harimau, kelinci, rusa, gajah, kucing, anjing, ngengat, lalat, buaya dan burung semuanya berevolusi secara kebetulan dari air berlumpur. Semua jenis buah-buahan dan sayur-mayur, dengan rasa dan aromanya yang khas – jeruk, strawberi, pisang, apel, anggur, tomat, lada – bunga dengan bentuk yang tiada bandingannya dan tetumbuhan lain kesemuanya muncul dari lumpur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, sejak zaman Darwin, tak terhitung tulisan, karya tulis ilmiah, film, laporan surat kabar, artikel majalah dan acara televisi telah mengulang-ulang cerita evolusionis bahwa semua bentuk kehidupan muncul secara kebetulan dari lumpur. Dengan kata lain, jika Anda bertanya pada seorang Darwinis “Bagaimana peradaban kita muncul?” atau, “Bagaimana begitu banyak bentuk kehidupan muncul menjadi ada?” atau, “Bagaimana manusia menjadi ada?” Inti jawaban yang akan Anda terima adalah ini: Kejadian-kejadian kebetulan memunculkan semua hal tersebut dari lumpur, seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan, seseorang mestilah tidak berakal atau tidak memiliki sarana pemahaman apa pun untuk mempercayai dongeng semacam itu. Namun anehnya, teori yang sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan nalar itu memiliki pengikut selama bertahun-tahun dan masih terus disebarluaskan dengan bungkus ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Darwin Sendiri Menyatakan bahwa Tidak Ada Fosil Bentuk Peralihan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam bab “Kesulitan Pada Teori” dari bukunya, Darwin menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Mengapa, jika spesies-spesies telah diturunkan dari spesies lain melalui perubahan halus bertahap, tidak kita saksikan di mana pun bentuk-bentuk peralihan yang tak terhitung? Mengapa seluruh makhluk hidup tidaklah membingungkan tapi malah berwujud spesies, seperti yang kita lihat, yang terpisahkan dengan baik? … Tetapi, karena menurut teori ini bentuk peralihan yang tak terhitung haruslah pernah ada, mengapa kita tidak menemukannya terpendam dalam jumlah tak terhitung dalam kerak bumi? …Lalu kenapa tidak setiap bentukan geologis dan setiap lapisan dipenuhi rantai-rantai peralihan semacam itu? Geologi sudah pasti tidak menyingkap rantai kehidupan apa pun yang berubah secara halus bertahap semacam itu; dan ini, mungkin, adalah keberatan paling jelas dan berat yang dapat dikemukakan untuk melawan teori saya.” (Charles Darwin, The Origin of Species, hal. 172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Walaupun seorang evolusionis, profesor Steven M. Stanley dari Universitas John Hopkins, mengakui fakta tentang catatan fosil, dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Catatan fosil yang diketahui tidaklah, dan tidak pernah, sesuai dengan teori perubahan bertahap… sebagaimana ditulis baru-baru ini oleh sejarawan biologi William Coleman, ‘Sebagian besar pakar fosil merasa bukti-bukti mereka semata-mata bertentangan dengan penekanan Darwin pada perubahan-perubahan teramat kecil, lambat dan terkumpul yang mengarah pada perubahan spesies.’ …kisah mereka telah disembunyikan.” (S. M. Stanley, The New Evolutionary Timetable: Fossils, Genes, and the Origin of Species, Basic Books Inc. Publishers, N.Y., 1981, hal. 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pakar fosil Niles Edredge dan antropolog Ian Tattersall, dari Museum Sejarah Alam Amerika, menyatakan bahwa catatan fosil sudah cukup memberikan pemahaman tentang sejarah kehidupan dan bahwa hal itu sama sekali tidak mendukung teori evolusi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa masing-masing jenis fosil diakui tetaplah sama di sepanjang masa keberadaan mereka dalam catatan fosil telah diketahui para ahli fosil jauh sebelum Darwin menerbitkan bukunya. Darwin sendiri, …meramalkan bahwa ilmuwan-fosil generasi mendatang akan mengisi celah ini dengan pencarian yang tekun… Penelitian tentang fosil seratus dua puluh tahun kemudian, telah terlampau jelas bahwa catatan fosil tidak akan membenarkan ramalan Darwin tentang masalah ini. Permasalahan ini bukan pula karena catatan yang sangat tidak lengkap. Catatan fosil sekedar menunjukkan bahwa ramalan ini salah.” (N. Eldredge and I. Tattersall, The Myths of Human Evolution, Columbia University Press, 1982, hal. 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George mengakui hal ini bertahun-tahun silam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak perlu lagi meminta maaf atas miskinnya catatan fosil. Dalam beberapa hal [catatan fosil] sudah berlimpah hingga hampir susah disusun, dan penemuan melampaui penyusunan… Walaupun begitu, catatan fosil sebagian besarnya masih tersusun atas celah-celah. “(T. N. George, “Fossils in Evolutionary Perspective,” Science Progress, Vol. 48, Januari 1960, hal. 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kapan pun catatan fosil disebutkan, sebagian besar orang membuat kesan bahwa terdapat kaitan positif antara catatan fosil dan teori Darwin. Kesalahan ini dibahas dalam sebuah tulisan dalam jurnal Science:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejumlah besar ilmuwan yang terlatih-baik di luar bidang biologi evolusi dan paleontologi sayangnya telah berpikiran bahwa catatan fosil lebih bersifat Darwinis dari pada yang sebenarnya… Di tahun-tahun setelah Darwin, para pembelanya berharap menemukan perkembangan yang dapat diperkirakan. Secara umum, ini masih belum ditemukan namun harapan tersebut telah tetap bertahan, dan sejumlah khayalan murni telah merasuki buku-buku pelajaran.” (Science, 17Juli 1981, hal. 289)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sebagaimana diamati oleh Edmund J. Ambrose, profesor emeritus biologi sel pada Universitas London:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada tahap sekrang dari penelitian geologis, kita harus mengakui bahwa tidak ada sesuatu pun dalam catatan geologis yang bertentangan dengan pandangan para penganut penciptaan konservatif, bahwa Tuhan telah menciptakan tiap-tiap spesies secara terpisah…” (Edmund J. Ambrose, The Nature and Origin of the Biological World, John Wiley &amp; Sons, 1982, hal. 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar untuk artikel: Atlas Penciptaan dan Pameran Fosil Menyebabkan Kepanikan di Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yanto_email, 29 Jan 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sudah berfikiran modern mustinya mempunyai prinsip kebebasan berfikir.Bukannya memaksakan kehendak supaya orang berfikir dengan jalan berfikir yang sama dan serupa.Sebaab memaksakan homogenitas berfikir berarti sudah tidak berfikir ilmiah lagi.Bukankah sesuatu disebut ilmiah itu tidak memiliki tendensi lain kecuali konsep ilmiah itu sendiri.Orang boleh berfikir bebas,tetapi kebebasan berfikirnya itu tidak boleh membelenggu kebebasan berfikir orang lain.Kalau tidak ingin disebut si\"tuan\"picik,seperti katak mati dalam tempurung, hiodupnya saja dia tidak tahu cakrawala yang luas apalagi mati cape deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gelombangalfa, 03 Apr 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencermati buku \'ATLAS PENCIPTAAN\' terbuka pikiran sy bahwa berbagai fosil yang telah ditemukan memang tidak menunjukkan adanya perubahan (evolusi).&lt;br /&gt;Buku ini wajib dijadikan acuan bagi pendidikan di Indonesia, agar peserta didik tidak teracuni oleh adanya teori evolusi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1230362003319603546?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1230362003319603546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1230362003319603546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1230362003319603546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1230362003319603546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/evolusi-dan-bukti-science.html' title='EVOLUSI - dan BUKTI SCIENCE'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6970757065002401347</id><published>2009-05-08T21:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T21:57:21.014-07:00</updated><title type='text'>KRISIS PEMAKAI KPR</title><content type='html'>MEMILIKI hunian nyaman tentu jadi idaman semua orang. Lebih lagi bagi keluarga muda yang ingin mandiri. Tapi, rasa bimbang kadang menghadang. Selain duit yang mepet, lokasi rumah baru di kompleks perumahan yang jauh dan masih sepi sering menjadi biang keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya sebagian orang lebih suka membeli rumah seken. Maklum, pembeli bisa lebih leluasa memilih lingkungan yang dikehendakinya. Kita bisa memilih lokasi yang sudah matang, misalnya sudah ada tetangga, dekat pasar atau pusat perdagangan, serta lengkap segala macam infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan membeli rumah baru di kompleks baru. Kita tak tahu persis lingkungannya kelak akan menjadi seperti apa. Kalau pun nantinya lingkungan berkembang tak seperti harapan, kita tak bisa berkutik kecuali menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain leluasa memilih lingkungan, ada kalanya pembeli rumah seken beruntung mendapatkan rumah dengan kualitas bagus, ukuran lebih luas, tetapi dengan harga relatif lebih miring ketimbang memesan rumah anyar di kompleks perumahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Darmadi Darmawangsa, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), harga rumah seken lebih murah 5%-10% ketimbang rumah baru. Sudah begitu, umumnya di kawasan sekitarnya sudah terbentuk harga wajar rumah dan tanah yang bisa kita jadikan acuan tawar menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya kondisi rumah bekas lebih mengenaskan ketimbang rumah anyar. Kebanyakan penjual sudah memperbaiki rumahnya agar calon pembeli tak lari ketakutan membayangkan biaya renovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menggiurkan, tak mudah bagi kita untuk mendapatkan rumah seken yang setimpal dengan harganya. Ada patokan baku yang harus diperhatikan agar tak menyesal di belakang hari. Misalnya, jangan tergiur melihat penampilan luar rumah. Kita juga harus melihat kondisi dalam rumah. Dengan begitu, kita bisa menakar biaya perbaikan pascapembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya, krisis ekonomi saat ini memancing penambahan penawaran rumah seken. Alhasil, banyak pilihan rumah seken yang bisa kita comot. “Ketimbang properti jenis lain, pasar rumah bekas tetap ramai,” ujar Darmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yakin pasar properti rumah seken bisa lebih bertahan ketimbang rumah baru. Terutama di wilayah Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Buktinya, selama Januari - Februari lalu, jumlah permintaan rumah bekas lebih baik dibanding periode November - Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar rumah seken lebih hidup karena terjadi life cycle penghuninya. Hampir selalu sebuah keluarga membutuhkan rumah dengan ukuran yang lebih luas lagi, seiring bertambahnya usia dan jumlah anggota keluarga. Namun, setelah pensiun, rumah yang ditinggali terasa terlalu besar, akhirnya dijual. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi harga, pilihan rumah seken juga melimpah. Menurut Evi Susanti, Manajer Pemasar-an Procon, harga pasaran rumah seken bervariasi dari Rp 100 juta sampai Rp 5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Evi mengingatkan harga pasar rumah seken juga bergantung pada lokasi. Semakin ke tengah kota, harga makin melangit. Makin jauh dari pusat kota, harganya semakin melandai. Agar tak silap, dia menyarankan calon pembeli mempelajari karakteristik wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;Khusus bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, berikut ini karakter beberapa wilayah yang bisa menjadi bekal berburu rumah seken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Indah, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah ini merupakan salah satu kawasan favorit bagi pencari rumah seken, baik yang bertujuan sebagai investasi maupun sebagai hunian. Nilai rumah bekas di wilayah ini terus meningkat karena banyak pekerja asing yang menyewa. Tak usah heran, banyak pembeli memburu rumah bekas untuk disewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari reportase KONTAN, harga pasaran rumah seken di kawasan Selatan Jakarta terbilang masih tinggi. Untuk kawasan Pondok Indah, misalnya, harga termurah rumah ukuran 200 m² adalah Rp 2 miliar. Lalu harga rumah dengan luas tanah 3.000 m² bisa mencapai Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut William Sutedja, Principal Manager Era Platinum daerah Jakarta Selatan dan Depok, penjualan rumah seken di daerah Jakarta Selatan tak terimbas krisis lantaran para pembeli berasal dari kalangan menengah ke atas. “Saat pasar keuangan hancur, membeli rumah menjadi salah satu pilihan,” ujar William.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomang, Jakarta Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak beda jauh dengan Selatan Jakarta, permintaan rumah seken di kawasan Tomang Jakarta Barat juga cenderung meningkat. Namun lonjakan permintaan tak terlalu tinggi. “Masih di bawah 5%,” ujar Yunior Liu, Principal Manager Ray White Jakarta Barat (Tomang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan ini lebih banyak terjadi pada rumah seken untuk kalangan menengah ke atas. Sementara penjualan rumah bekas yang menyasar pembeli menengah ke bawah dengan nilai penjualan kurang Rp 1 miliar menurun 10%. “Pasar menengah bawah kena imbas lantaran mereka membayar dengan cara KPR, sementara yang menengah ke atas membayar secara kontan,” kata Liu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan rumah seken di sekitar Tomang bervariasi mulai luas 90 m², 200 m², hingga 600 m². Adapun harga tanah di kawasan itu berkisar di atas Rp 4 juta per m² serta harga bangunan antara Rp 2,5 juta hingga ?Rp 4 juta per m².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa Gading, Jakarta Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar rumah seken di kawasan Jakarta Utara juga bergairah. Salah satu lokasi yang mengalami lonjakan paling tinggi ada di sekitar Kelapa Gading.&lt;br /&gt;Penjualan rumah seken di kawasan itu meningkat tinggi, hingga kisaran 30%. “Dengan kisaran harga pilihan konsumen antara Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar,” ujar David Tjandra, Principal Manager Ray White Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat orang untuk berburu rumah seken di Kelapa Gading masih tinggi karena pasarnya sangat likuid. Pemilik rumah mudah menemukan pembeli jika ingin menjualnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga di Kelapa Gading juga tak kalah bervariasi. Kisaran harga tanah di atas Rp 10 juta per m². Adapun harga bangunan di atas Rp 3 juta per m².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintaro, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu pasar rumah seken di Bintaro Jakarta Selatan sempat lesu. Tapi, selama tiga bulan terakhir, permintaan kembali melonjak drastis. “Bisa naik sampai 80%,” ujar Chichi Pramudita, Associate Manager Era Radiant untuk daerah Tangerang dan Bintaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chichi bahkan bilang, sejak awal tahun penjualan sudah normal. Buktinya, dia bisa melego 10 rumah hanya dalam dua bulan. Padahal pada akhir 2008 dia hanya mampu menjual 2 - 3 rumah setiap bulan. Makanya, dia optimistis target penjualan senilai Rp 6 miliar per bulan bisa dia penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bintaro, kawasan favorit pencari rumah seken ada di Sektor 9. Daerah itu memang khusus menjadi wilayah permukiman. Di sana, Anda bisa menemukan berbagai tipe rumah, dari ukuran terkecil dengan luas tanah 96 m² hingga 600 m². Harga yang tersedia di sana pun bervariasi, dari Rp 250 juta hingga miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan sektor ini adalah akses yang singkat ke jalan tol, daerah perkantoran, pusat perbelanjaan, dan sekolah. Tak usah heran bila daerah ini cocok dijadikan sebagai ajang investasi lantaran harga rumah seken terus melambung.&lt;br /&gt;Selamat berburu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6970757065002401347?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6970757065002401347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6970757065002401347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6970757065002401347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6970757065002401347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/05/krisis-pemakai-kpr.html' title='KRISIS PEMAKAI KPR'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7923389024331442975</id><published>2009-04-26T19:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T20:03:37.218-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SfUgfRONh2I/AAAAAAAAAOs/fSDeYjoFNe4/s1600-h/pasar.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SfUgfRONh2I/AAAAAAAAAOs/fSDeYjoFNe4/s400/pasar.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329201455633893218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; BAGAIMANA MENGHINDARI KRISIS KEUANGAN INTERNASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        oleh Leland B. Yeager&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Diringkaskan dari:&lt;br /&gt;        "How to Avoid International Financial Crises"&lt;br /&gt;        CATO Journal, Winter 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Polarisasi kebijakan nilai tukar mata uang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        Pada satu sisi ialah unifikasi moneter, dan pada sisi yang lain ialah nilai tukar mengambang murni. Kedua sisi polarisasi maupun semua kebijakan diantara kedua polarisasi itu mengandung keuntungan dan kerugian masing-masing. Namun adanya suatu kerugian dalam suatu sistim bukanlah berarti sistim itu sama sekali tidak berguna. Pelajaran dasar ilmu ekonomi adalah memilih mana yang memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan beban yang harus dibayar untuk kerugian atau keburukan dari pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Diantara kedua polarisasi kebijakan nilai tukar itu ada kebijakan-kebijakan yang merupakan kompromi, yang masing-masing bisa mempunyai suatu keunggulan pada suatu saat, tapi dengan sistim yang sama situasi dapat berubah menjadi sangat memburuk pada saat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Diantara negara-negara yang ada unifikasi mata uang, tidak pernah ada masalah mengenai lalu lintas modal spekulatif dari negara yang satu kenegara yang lain.&lt;br /&gt;        Floating murni, adalah kebijakan yang tidak pernah menimbulkan krisis bagi otoritas yang berkepentingan karena nilai tukar bebas untuk bergerak sesukanya. Krisis yang dimaksud disini bukan berarti tidak ada, tetapi yang mengalami krisis adalah sektor ekonomi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fixed rate atau "Bretton Woods System" bermaksud untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua sifat polarisasi, tetapi dalam banyak hal justru mendapatkan bagian yang terburuk dari keduanya. Sistim ini sangat terancam oleh spekulasi satu arah. Jika ada indikasi nilai tukar fixed sedang tergoncang untuk berubah maka dipastikan spekulator akan menyerang, dengan perhitungan bila benar terjadi perubahan ia akan untung besar sedangkan bila ternyata tidak terjadi perubahan kurs maka ia tidak rugi seberapa. Itulah sebabnya spekulasi besar-besaran seringkali dialami dan dilain pihak intervensi besar-besaran pun diupayakan untuk mempertahankan nilai kurs tetap tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Belakangan ini sebagai alternatif terhadap sistim kurs tetap berpola Bretton Woods, direkomendasikan pilihan yang bernama Currency Boards atau dewan mata uang. Sistim kerja dewan mata uang beroperasi mendekati pola unifikasi moneter dengan menetapkan nilai tukar mata uang domestik secara pasti pada tingkat tertentu terhadap satu atau sejumlah matauang luarnegeri. Tingkat nilai tukar dipertahankan dengan memiliki cadangan valuta asing sekurang-kurangnya 100% dari uang domestik (dalam arti sempit). Dewan mata uang tidak dapat kekurangan cadangan untuk mempertahankan tingkat nilai tukar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dengan cukup memiliki cadangan 100% tidak dari seluruh uang yang beredar, melainkan hanya sejumlah uang kertas dan koin yang diterbitkan oleh dewan itu sendiri, dewan menjamin penukaran kedalam valuta asing sesuai nilai tukar yang ditentukan. Berbeda dengan pegging pola Bretton Woods, pola ini pasti mampu bertahan, sepanjang dewan tetap bebas dari kewajiban campur tangan terhadap lembaga keuangan lainnya. Dalam hal ini bank-bank komersial masing-masing harus bekerja dengan prudent dan selalu harus bisa mendukung deposito dan uang giral yang dipegangnya untuk ditukarkan kedalam uang dasar (base money).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Apa yang terjadi bila, ternyata, bank-bank tidak bekerja dengan baik atau karena sesuatu hal mengalami musibah sehingga kena rush ? Jika dewan mata uang harus menolong dengan memberikan bantuan likuiditas, maka disitulah bisa terjadi dewan kekurangan cadangan terhadap kewajibannya sendiri. Matauang domestik akan menjadi sasaran serangan spekulasi terhadap kemungkinan devaluasi. Peristiwa serupa ini terjadi di Argentina 1995 dan di Hongkong 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Satu pola kebijakan nilai tukar lainnya yaitu Managed floating dimana intervensi pihak yang berwenang tidak dimaksudkan untuk bertahan terhadap perubahan yang fundamental, tetapi hanya untuk menghilangkan fluktuasi akibat perbedaan supply dan demand jangka pendek atau goncangan spekulatif sesaat. Pola solusi yang memerlukan intervensi selalu dihantui oleh kekuasaan 'big-player', seperti dijelaskan dibawah ini. Kata-kata pengantar bahwa nilai tukar dibiarkan mengambang selama masih dalam band tertentu, pada akhirnya tidak lebih dari kata-kata pemanis saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pola-pola kebijakan yang mengandung unsur kompromi, selalu memperlihatkan adanya masalah intervensi, yang kemudian ternyata satu intervensi memerlukan adanya intervensi lain terus-menerus. Begitu juga sebaliknya, jika intervensi dihilangkan, pembebasan secara partial akan berakibat timbulnya konsekwensi yang mempertanyakan apakah pengendalian yang masih berlangsung harus dihentikan atau pembebasannya dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perpindahan modal&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ada macam-macam sifat dan pengaruh perpindahan modal dalam berbagai pola kebijakan nilai tukar. Pelarian modal spekulatif bisa berasal dari masuknya modal yang semula bukan bersifat spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam kebijakan nilai tukar tetap, termasuk sistim dewan mata uang, surplus neraca pembayaran yang diakibatkan pemasukan modal asing cenderung mengekspansi jumlah uang beredar domestik dan menimbulkan inflasi.&lt;br /&gt;        Pergerakan modal dinegara-negara dengan unifikasi moneter tidak menambahkan jumlah uang beredar dinegara tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dinegara dengan nilai tukar mengambang, perpindahan modal cenderung terhambat oleh ketidak pastian nilai tukar, dan perubahan nilai tukar itu sendiri akan menurunkan hasrat penanaman modal. Nilai tukar yang fluktuatif terhadap aliran modal berpengaruh kepada semua transaksi dan bukan hanya terhadap perpindahan modal itu saja. Dan nilai tukar yang mengambang itu merugikan sektor-sektor ekonomi tertentu pada setiap kali terjadi perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sekali lagi tidak ada sistim yang memiliki banyak kebaikan dan tidak ada keburukannya. Kebijakan nilai tukar tetap menghilangkan fluktuasi nilai tukar dengan jalan membebaskan naik atau turunnya jumlah uang beredar domestik, dan juga dengan berakibat timbulnya ketidak pastian pegging kurs akan bertahan sampai kapan.&lt;br /&gt;        Unifikasi moneter mengorbankan sifat quasi-fleksibilitas dalam harga-harga dan upah regional, serta juga menghilangkan kegunaan kebijakan moneter yang bisa disetel mengikuti kondisi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemain kelas berat (Big Players):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pemain kelas berat didefinisikan sebagai pihak-pihak yang bisa memainkan pengaruh terhadap pasar sementara ia sendiri kebal terhadap perubahan laba atau rugi. Dalam konteks ini mereka adalah pemerintah, bank sentral, dan organisasi internasional. Para pemain kelas berat ini yang menentukan tingkat nilai tukar dan kebijakan intervensi. Begitu pula perubahan kebijakan ekonomi yang banyak berpengaruh kepada berbagai pihak. Mereka menjadi titik pandang para rent-seeker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        IMF adalah juga 'Big player' dalam memutuskan apakah akan mendukung mata uang yang sedang diserang atau menyediakan dana pinjaman. Kebijakan IMF diingini atau tidak, menjadi panutan bagi penilaian terhadap suatu negara, dan kredit yang ia berikan menjadi "penglaris" yang akan diikuti pemberi pinjaman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Krisis Keuangan dan Teori Moneter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Teori moneter atau 'ketidakseimbangan moneter' singkatnya menjelaskan bahwa peristiwa booming perekonomian yang menimbulkan inflasi atau kelesuan bisnis yang menjadikan resesi, adalah akibat dari keadaan jumlah uang beredar didalam suatu negara, yaitu masing-masing dalam keadaan berlebihan atau kekurangan, dibandingkan jumlah uang yang diinginkan masyarakat pada tingkat harga-harga dan upah yang berlaku. Teori moneter menggambarkan masalah kompleks yang tidak dapat dihindarkan dan ancaman perlunya dilakukan penyesuaian terhadap satuan nilai sebagai akibat ketidakseimbangan supply dan demand suatu matauang pada satuan nilai yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Krisis Asia menunjukkan analogi permasalahan perbankan dan perusahaan yang memiliki pinjaman sangat besar dalam valuta asing. Depresiasi matauang lokal berarti melonjaknya kewajiban pembayaran hutang. Permintaan valas untuk membayar hutang bersifat inelastis, dan dengan demikian suatu depresiasi akan membawa depresiasi lebih lanjut kedalam lingkaran setan. Baik debitur, kreditur maupun mitra dagangnya semua turut menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam konteks internasional persoalan menjadi semakin kompleks karena keterlibatan dua atau lebih mata uang. Perubahan nilai tukar mata uang yang dipegged secara kurang mantap, ataupun hanya prospek perubahan, mengacaukan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Begitu pula fluktuasi nilai tukar mengambang yang dikaitkan dengan inflasi. Semua itu digambarkan dalam krisis keuangan internasional ini, bahwa seharusnya mata uang yang stabil adalah vital bagi koordinasi perekonomian, kalkulasi dan perencanaan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;       Kesimpulan yang diambil oleh Yeager dalam artikel ini mengungkapkan suatu pemahaman yang menekankan bukan kepada bagaimana menyusun kebijakan nilai tukar tetapi kepada apa yang dinamakan matauang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pengaturan kebijakan nilai tukar menyebabkan sukar untuk memastikan nilai dari mata uang itu sendiri, karena hal ini banyak tergantung dari kebijaksanaan bank sentral, dimana bank sentral sendiri mendapat serangan bertubi-tubi dari dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Reformasi mendasar disarankan untuk mengatasi ketergantungan itu. Bentuk reformasi ini adalah dengan melepaskan kebijakan menerbitkan uang dari tangan pemerintah (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pihak yang menerbitkan uang ialah penerbit-penerbit mata uang dan deposito, yang masing-masing bertanggung jawab untuk mematuhi komitmen yang ia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Masing-masing penerbit dalam menerima deposito dan menerbitkan mata uang, wajib memperhitungkan kemungkinan terjadinya arus bolak-balik pemasukan dan pengeluaran dana, ia harus memperhatikan sepenuhnya bukan hanya portofolio aktiva tetapi juga bagaimana ia mengatur kelancaran kewajiban-kewajiban moneternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        (Diskusi lebih detail, lihat: Yeager, L.B. (1997) The Fluttering Veil; Essays on Monetary Disequilibrium (337-425). Edited by G.Selgin. Indianapolis, Ind.; Liberty Fund.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7923389024331442975?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7923389024331442975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7923389024331442975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7923389024331442975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7923389024331442975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/04/bagaimana-menghindari-krisis-keuangan.html' title=''/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SfUgfRONh2I/AAAAAAAAAOs/fSDeYjoFNe4/s72-c/pasar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6206756869777900112</id><published>2009-03-22T20:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T20:27:40.769-07:00</updated><title type='text'>Orang kaya Versi majalah  Forbes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SccBot0c5SI/AAAAAAAAAOU/XbFSAVRgZdo/s1600-h/kingdom+come.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 336px; height: 353px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SccBot0c5SI/AAAAAAAAAOU/XbFSAVRgZdo/s400/kingdom+come.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316219684140148002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Yang tersungkur dan tertawa dari versi Forbes&lt;br /&gt;                                    oleh : Algooth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah prestisius Forbes kembali merilis data para hartawan. Hasil survei dan pesan dari penerbitan yang didirikan Bertie Charles Forbes ini gamblang. Hampir semua hartawan bernasib serupa. Likuiditas mengering karena krisis global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, orang-orang terkaya di dunia mengalami pengurangan harta. Tahun ini, para taipan dunia itu memiliki tingkat rata-rata kekayaan bersih sekitar US$3 miliar, atau terjadi penurunan 23% dibandingkan dengan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dunia memiliki 793 miliarder, turun dari jumlah tahun lalu yang mencapai 1.125 orang. Forbers menghitung kekayaan orang-orang tersebut berdasarkan harga saham di bursa. Bagi miliarder yang perusahaannya tidak diperdagangkan di lantai bursa, kekayaan mereka dinilai dengan membandingkan dengan perusahaan publik serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan jumlah kekayaan terbesar dialami dua hartawan yang berasal dari Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha realestat raksasa Ramesh Chandra asal India tidak lagi menyandang gelar miliarder. Keluarga Tsai dari Cathay Financial Holdings, Taiwan, yang memiliki kekayaan bersama keempat saudaranya senilai US$3,3 miliar juga tidak lagi masuk daftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kini kembali berada di posisi puncak daftar orang terkaya di dunia, Bill Gates, kehilangan pundi-pundi US$18 miliar. Kekayaan bersihnya sekarang mencapai US$40 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat orang terkaya kedua dipegang oleh Warren Buffet yang tahun lalu bertengger di posisi puncak, dengan harta US$37 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kekayaan Buffet berkurang sebesar US$25 miliar saat saham Berkshire Hathaway terjatuh hampir 50% dalam kurun 12 bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raksasa telekomunikasi Meksiko Carlos Slim Helu tergelincir satu peringkat dan sekarang berada pada peringkat ketiga dengan US$35 miliar alias US$25 miliar 'lebih miskin' dibandingkan dengan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asia Pasifik menyumbangkan 130 miliarder dalam daftar tersebut, jauh berkurang dibandingkan dengan jumlah tahun lalu sebanyak 211 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 130 nama tersebut, tujuh orang di antaranya adalah pendatang baru. Jumlah kekayaan bersih dari para miliarder Asia tersebut juga mengalami penurunan, bahkan mencapai 55%, menjadi US$357 miliar dari US$804 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari para miliarder dari Asia Pasifik tersebut, 28 orang berasal dari China, 24 orang dari India, 19 orang dari Hong Kong, 17 orang dari Jepang, 10 orang dari Australia, dan enam dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dan Taiwan menyumbangkan lima orang dalam daftar tersebut diikuti Korsel dengan empat miliarder, Selandia Baru dan Thailand masing-masing tiga orang. Selanjutnya Kazakhstan, Filipina dan Singapura masing-masing dua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok terkaya di Asia dan merupakan orang terkaya nomor 7 di dunia adalah miliarder asal India Mukesh Ambani, pemimpin Reliance Industries. Kekayaan bersihnya mengalami penurunan dari US$23,5 miliar menjadi US$19,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski merosot, kekayaan Ambani masih lebih tinggi dari harta sosok terkaya tahun lalu untuk Asia, Lakshmi Mittal, 58. Kekayaan Mittal, pengusaha baja yang menempati urutan 8, merosot dari US$25,7 miliar menjadi US$19,3 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjloknya harta orang-orang terkaya tersebut tak lepas dari krisis global yang ikut menekan harga saham di lantai bursa hingga lebih dari separuh. Secara hiperbolis kini para hartawan itu makin miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa dialami para hartawan Indonesia yang mesti mengetatkan ikat pinggang disebabkan oleh anjloknya harga komoditas dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5 WNI yang masuk jajaran orang terkaya dunia versi Forbes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peringkat 430  R Budi Hartono  US$1,7 miliar&lt;br /&gt;Peringkat 430  Michael Hartono US$1,7 miliar&lt;br /&gt;Peringkat 450  Sukanto Tanoto  US$1,6 miliar&lt;br /&gt;Peringkat 522  Martua Sitorus  US$1,4 miliar&lt;br /&gt;Peringkat 701  Peter Sondakh  US$1 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Generasi Djarum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia jelas tak ada apa-apanya dengan para pebisnis Asia lainnya. Posisi hartawan Merah Putih bahkan terpuruk ke urutan 400-an. Generasi kedua Djarum, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono kini menempati peringkat ke-430, masing-masing memiliki harta US$1,7 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, 2 tahun lalu, Forbes mencatat Michael memiliki US$3,08 miliar, sedangkan Robert sebanyak US$3,14 miliar. Jelas ini tantangan besar bagi generasi ketiga Djarum yaitu Martin B Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert berusia 68 tahun dan memiliki tiga orang anak. Michael, kakak kandung Robert, kini berusia 69 tahun dengan empat orang anak. Kedua generasi orang kaya asal Kudus, Jawa Tengah, ini sangat low profile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jarang muncul di depan publik, meski bisnis kelompok Djarum menggurita mulai dari bisnis inti rokok, bank, hingga properti. Kebesaran bisnis mereka juga terlihat dari dunia olahraga seperti bulu tangkis dan kompetisi sepak bola (Liga Djarum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dinasti Djarum punya peluang kembali melejit. Perkawinan Martin dengan Grace L Katuari, anak dari Eddy William Katuari dari kelompok usaha Wings Group. Tahun lalu, Eddy Katuari memiliki kekayaan senilai US$1,04 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutan kurang menyenangkan juga dialami Sukanto Tanoto, bos Raja Garuda Mas International. Sukanto kini ada di peringkat ke-450 dengan harta US$1,6 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Forbes, pendapatan pria dengan nama asli Tan Kang Hoo yang mengawali bisnisnya sebagai pengusaha onderdil mobil di Medan terus anjlok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos April Pulp &amp; Paper dan Asian Agri sempat memiliki kekayaan US$4,7 miliar pada 2007 dan terus turun hingga hanya US$2 miliar pada akhir 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib serupa dialami bos Rajawali Group yang eksis sejak 1984. Kekayaan Peter Sondakh juga tergerus cukup banyak. Hanya dalam tempo 2 tahun, hartanya yang semula mencapai US$1,45 miliar kini hanya US$1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tiga orang anak itu bergerak dalam bisnis di bidang telekomunikasi, barang-barang konsumen, ritel, dan sektor transportasi setelah melepas sahamnya di Semen Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak semua hartawan bersedih. Masih ada taipan dalam negeri yang berkipas-kipas sambil tersenyum karena pundi-pundinya makin mengembung. Salah satunya Martua Sitorus alias Thio Seng Hap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martua nangkring di peringkat 522 dengan kekayaan US$1,4 miliar. Akhir tahun lalu, harta bos Wilmar International Ltd, hasil kongsi dengan taipan Kuok Khoon Hong sejak 1991 itu, baru sekitar US$475 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riset yang dilakukan perusahaan konsultan Belanda Profundo, Wilmar International Ltd yang berkedudukan di Virgin Islands, Inggris, itu memiliki saham di Archer Daniels Midland Company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakar bisnis Wilmar tertanam di perusahaan pengolah hasil pertanian terkemuka di China, bisnis alat-alat kesehatan milik Ezyhealth, bisnis minyak sawit di puluhan tempat di Tanah Air bahkan disebut sebagai produsen inti sawit terbesar di Indonesia. (algooth.putranto@bisnis.co.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6206756869777900112?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6206756869777900112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6206756869777900112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6206756869777900112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6206756869777900112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/03/orang-kaya-versi-majalah-forbes.html' title='Orang kaya Versi majalah  Forbes'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SccBot0c5SI/AAAAAAAAAOU/XbFSAVRgZdo/s72-c/kingdom+come.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6099715607962561750</id><published>2009-03-22T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T19:44:33.064-07:00</updated><title type='text'>Nilai sebuah Integritas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Scb3iX0gC8I/AAAAAAAAAOE/jGB4CUv5xjM/s1600-h/eath+-heaven.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Scb3iX0gC8I/AAAAAAAAAOE/jGB4CUv5xjM/s200/eath+-heaven.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316208580039281602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                     Nilai Sebuah Integritas&lt;br /&gt;                   Oleh : USEP SAEFUROHMAN, S.Pd.&lt;br /&gt;                    (Master Class SDIT Bina Muda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inti dari keinginan sebagian besar manusia lebih banyak ditunjukkan untuk memuaskan diri sendiri daripada menolong sesama manusia. Banyak hal, dalam kasus berbeda yang menunjukkan tingkat kejujuran yang rendah, seenaknya sendiri mengambil milik dan merampas hak orang lain, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, sikut kanan sikut kiri, tendang depan-tendang belakang, tidak peduli dengan kepentingan orang lain asalkan tujuan pribadinya tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bahkan, dalam beberapa kasus, menggunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri adalah hal lazim yang dilakukan oleh banyak orang. Di beberapa surat kabar sering kita membaca berita tentang oknum penegak hukum yang memainkan “celah” hukum untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Pada kesempatan yang lain, sering juga kita baca kasus tentang aparat pemerintah yang berindak memeras rakyat jelata, para wakil rakyat bertindak asusila. Atau di tempat lain, di sebuah perusahaan Departemen milik pemerintah yang masih sepi pada saat jam kantor sudah mulai, dan sudah sepi kembali sebelum jam istirahat siang dimulai. Padahal, mereka digaji untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan taat pada peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ironis memang. Namun, itulah realitas hidup. Bahwa sesungguhnya, nilai sebuah integritas sangatlah mahal, karena sesungguhnya ia adalah pancaran keagungan Tuhan yang keluar dari hati nurani terdalam manusia. Sebagai manusia, selayaknya kita mencari cara dan kesempatan agar pancaran itu dapat bersinar terang dalam hidup kita, sehingga nilai-nilai integritas dapat menjadi warna dalam perjalanan hidup kita menuju gerbang keberhasilan yang kita inginkan. Untaian kalimat yang diungkapkan Sayyid Qutub cukup mengingatkan kita, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Barangsiapa yang hidup untuk dirinya sendiri, maka ia hidup sebagai manusia kecil, dan akan matai sebagai manusia kecil. Barangsiapa yang hidupnya untuk orang lain, maka ia hidup sebagai manusia besar, dan tidak akan pernah mati selamanya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Integritas adalah nilai (value) dari kehidupan manusia sesungguhnya. Tanpa integritas, kesuksesan hidup hanyalah sebuah fatamorgana kepentingan pribadi yang tidak bernilai bagi lingkungan dan kemanusiaan. Orang-orang yang berjuang mewujudkan cita-cita hudup tanpa dikendalikan oleh nilai-nilai integritas akan menjadi para pemangsa yang rakus, curang, munafik, dan tidak mengenal belas kasihan. Pada akhirnya ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan hidupnya. Setiap saat, kita selalu berhadapan pada dua pilihan yang sulit dalam hidup, yaitu antara “apa yang ingin kita lakukan” dan “apa yang harus kita lakukan”. Integritaslah yang menjadi wasit untuk menetapkan norma-norma tentang siapa diri kita sebenarnya. Tepat sekali apa yang diucapkan oleh Mahatma Gandhi, “Happiness is when what You think, what You say, and what You do are in harmony.” (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebahagiaan adalah ketika apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan berada dalam satu jalan yang harmonis). Orang-orang yang memiliki integritas akan menjadi manusia yang “utuh”,&lt;/span&gt; sesuai antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Integritas akan menjadi sistem norma dalam hidup kita dan integritas akan menjadi navigasi yang akan mengarahkan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ahli Biologi di bidang kelautan mempunyai masalah yang krusial khususnya ketika ingin mengamati kehidupan spesies laut pada malam hari. Berenang di kegelapan malam membuat para penyelam sering kali kebingungan menentukan mana arah yang menghadap ke atas karena di mana-mana yang ada hanya kegelapan. Sering kali jika lampu kurang cukup terang, mereka bukannya berenang mendekati permukaan tetapi malah menyelam ke arah kedalaman . hal yang serupa berlaku sama dengan integritas kita dalam mengejar cita-cita hidup. Tanpa integritas, bukan hanya seorang manusia kehilangan jati diri tetapi sebuah bangsa besar pun dapat hancur. Tembok Cina yang megah dan kokoh didirikan pada zamannya untuk melindungi bangsa Cina dari serangan Barbar. Namun, sangat menyedihkan, tembok nan kokoh itu pun mampu didobrak oleh musuh bukan dengan menggunakan kekuatan senjata api tetapi dengan menyogok penjaga gerbang tenbok itu. Negara Indonesia yang kaya akan hutan dan hasil alam, bukan terkenal dengan kekayaan alamnya melainkan popularitas yang muncul adalah korupsi, kolusi dan nepotisme yang merajalela. Tanpa integritas yang tinggi niscaya sebuah bangsa tidak bias maju dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kehidupan ini dapat diandaikan sebagai sebuah kapal raksasa yang sedang mengarungi lautan luas dan ganas. Sebuah kapal raksasa, tidak pernah takut dan gentar berada di tengah badai yang dahsyat atau pekatnya malam selama tidak ada air yang masuk ke kapal itu. Namun, jika ada sedikit kebocoran pada tubuh kapal yang disebabkan oleh satu orang saja, maka itu berarti tinggal menunggu waktu, kapal yang besar akan karam ke dasar laut. Begitu pula dalkam kehidupan ini, jika ada satu saja perilaku kita yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas, dunia akan mencerca seluruh kehidupan kita, walaupun kesalahan itu hanya dilakukan satu kali dan tidak sebanding dan sebanyak dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Juara sejati adalah seseorang yang berusaha menonjolkan sisi baiknya dan berusaha membuang sisi buruk dalam hidupnya. Mengapa kitab suci agama, Al-Quran mampu bertahan selama berabad-abad lamanya walau peradaban sudah sedemikian maju, jawabannya adalah karena yang diajarkan adalah kebenaran. Walau berbagai kendala menghadang ketika kita ingin mengaplikasikan kebenaran dalam hidup, kita tetap merasakan pentingnya kebenaran hakiki. Karakter manusia mengikuti hal tersebut. Yang penting bukanlah seberapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita hidup. Akhirnya, kita harus ”melakukan hal-hal yang benar” dengan cara yang benar (right things) bukan ”membenarkan segala hal” (things right). Mungkin dalam bertindak secara benar, kita tidak mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun bukan berarti kita harus berhenti untuk melakukan kebenaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6099715607962561750?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6099715607962561750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6099715607962561750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6099715607962561750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6099715607962561750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/03/nilai-sebuah-integritas.html' title='Nilai sebuah Integritas'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/Scb3iX0gC8I/AAAAAAAAAOE/jGB4CUv5xjM/s72-c/eath+-heaven.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1787482149627242402</id><published>2009-02-20T00:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T00:29:33.129-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI PENIPUAN INVESTASI "BUBLE"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZ5o725QS5I/AAAAAAAAAM8/b07y8MZZfWY/s1600-h/kartun5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZ5o725QS5I/AAAAAAAAAM8/b07y8MZZfWY/s200/kartun5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304792788646251410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saudara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan karena ingin return yang tinggi banyak sekali produk investasi derivatif yang membuat orang tidak bisa berlogika DAN KEBLIGER ,karena mengejar return dan margin yang tinggi, akhirnya banyak perusahaan investasi "Pepesan Kosong", Investor ketipu..dan baru sadar dari mana perusahaan membayar return bunga yang tinggi logika sudah kalah dengan nafsu memperkaya diri dan keinginan yang melayang kemana?&lt;br /&gt;Coba kita simak berita ini,semoga jadi pelajaran bagi saya sendiri dan Saudara semua DAN TERNYATA KEPINGIN KAYA INSTAN UDAH MENTAL MANUSIA "MODERN"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PANAMA, KAMIS&lt;/span&gt; — &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Investor Amerika Latin dua kali menjadi korban penipuan investasi di pasar modal Amerika Serikat &lt;/span&gt;(AS). Banyak di antara mereka terseret penipuan Bernard L Madoff senilai 50 miliar dollar AS. Kini, penipuan R Allen Stanford yang merugikan nasabah 8 miliar dollar AS &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lagi-lagi menghanguskan duit pemodal Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sewaktu kasus Madoff meledak, banyak investor Argentina menjadi korban&lt;/span&gt;. Osvaldo Prato, pengacara para investor, mengungkapkan, para kliennya kehilangan 400 juta dollar AS akibat terseret Madoff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Investor menaruh dana tersebut lewat Banco Santander SA, bank terbesar di Argentina. Bank asal Spanyol ini jadi salah satu korban penipuan Madoff dan kehilangan 2 miliar dollar AS. Korban-korban lain asal Kolombia, Ekuador, Brasil, dan Meksiko juga bernasib sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru, investor asal Venezuela giliran merugi gara-gara penipuan yang dilakukan Stanford. Investor asal Venezuela, baik ritel maupun institusi, menempatkan dana sebanyak 3 miliar dollar AS di bank milik Stanford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemerintah turun tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, Securities and Exchange Commision (SEC), pengawas pasar modal di Amerika Serikat (AS), masih memeriksa Stanford International Bank karena terlibat penipuan investasi 8 miliar dollar AS itu. "Saya tak percaya ini terjadi, apalagi pelakunya bank yang menyandang nama Stanford," tutur Celia Daniel Metta, investor asal Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;emerintah negara-negara Amerika Latin akhirnya menyadari, banyak rakyat mereka yang terseret penipuan investasi. Mereka pun langsung bertindak. Di Kolombia dan Ekuador, otoritas pengawas keuangan menghentikan aktivitas semua kantor afiliasi Stanford.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Venezuela, Menteri Keuangan Ali Rodriguez menjamin akan melindungi nasabah. Pemerintah Venezuela bahkan berniat membantu menyuntikkan dana bagi salah satu cabang Stanford Bank akibat nasabah menarik besar-besaran dana simpanannya (rush).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Panama bahkan langsung mengambil alih Stanford Bank setelah terjadi rush di bank itu. Tujuannya guna melindungi aset nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum jelas berapa total nilai kerugian investor Amerika Latin gara-gara dua penipuan tersebut. Namun, banyak yang meyakini jumlahnya sangat besar. Sebab, hampir semua investor Amerika Latin lebih senang berinvestasi di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alasannya, berbagai mata uang Amerika Latin terus terdevaluasi, dan banyak bank yang kolaps. "Itu membuat investor tidak percaya dengan pasar modal lokal," kata Alberto Ramos, Ekonom Goldman Sachs Group&lt;/span&gt;. (Harris Hadinata/ Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1787482149627242402?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1787482149627242402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1787482149627242402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1787482149627242402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1787482149627242402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/belajar-penipuan-investasi-buble.html' title='BELAJAR DARI PENIPUAN INVESTASI &quot;BUBLE&quot;'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZ5o725QS5I/AAAAAAAAAM8/b07y8MZZfWY/s72-c/kartun5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-5559577060484377534</id><published>2009-02-17T02:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T02:29:53.894-08:00</updated><title type='text'>KEBUTUHAN PENILAIAN PROPERTI DI PAJAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZqQa3RWxnI/AAAAAAAAAM0/f3TX4NQEqS8/s1600-h/Gedung+Astra+di+Jerman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZqQa3RWxnI/AAAAAAAAAM0/f3TX4NQEqS8/s200/Gedung+Astra+di+Jerman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303710302369924722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peran Penilai Properti Di era Modernisasi Perpajakan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Eko Bayu Aji, SE, MT&lt;br /&gt;Ilmu penilaian sebagai ilmu yang bersifat menaksir Nilai properti adalah memiliki cara yang berbeda dengan penilaian dengan metode Akuntasi.&lt;br /&gt;Diera Modernisasi peran Tenaga Penilai memiliki peran yang sebenarnya bisa mengoptimalkan potensi perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai Contoh Kasus&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1. Dalam pembayaran PPN baik yang dibayar kontraktor ataupun Kegiatan membangun sendiri sebenarnya tenaga Penilai dapat menaksir kewajaran Pembayarannya jika dirasa terdapat data yang tidak dilampirkan wajib pajak. Penilai dapat mengetahu Nilai Bangunan yang wajar maupun Nilai Pasar Wajar Properti berdasarkan metode Penilaian semisal Metode Data pasar, Metode Biaya, Metode Pendapatan, maupun Metode Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam potensi Pph perhitungan aset (pasiva) peran tenaga penilai dapat digunakan pula untuk mengetahui besarnya kewajaran Nilai Asset yang dilaporkan wajib pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam penentuan besaran harga perolehan untuk BPHTB dan Pph final jual beli properti sebenarnya Penilai dapat dioptimalkan dalam penentuan Nilai perolehan yang wajar yang dilaporkan wajib pajak yang selama ini luput dari perhatian aparat pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penilaian Obyek perkebunan semisal kebun Sawit seorang Penilai akan dapat mengetahui kewajaran aset perusahaan sehingga aparat DJP dapat mengoptimalkan dalam penentuan besaran pajaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menilai Aset yang layak pada perusahaan peran tenaga appraisal adalah sangat signifikan jika benar-benar dimanfaatkan dalam proses perhitungan potensi perpajakan sehingga angka yang dihasilkan akan mencerminkan Nilai yang Wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penentuan Nilai properti adalah khas jadi membutuhkan advice seorang Appraisal bagi tenaga auditor di Direktorat Jenderal Pajak jika ingin Potensi Penerimaannya terangkat optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda?" Awasi Pajaknya Optimalkan Ketetapannya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-5559577060484377534?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/5559577060484377534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=5559577060484377534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5559577060484377534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5559577060484377534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/kebutuhan-penilaian-properti-di-pajak.html' title='KEBUTUHAN PENILAIAN PROPERTI DI PAJAK'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SZqQa3RWxnI/AAAAAAAAAM0/f3TX4NQEqS8/s72-c/Gedung+Astra+di+Jerman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-5701834506443905005</id><published>2009-02-08T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T20:07:14.986-08:00</updated><title type='text'>JABATAN TINGGI EQ RENDAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-e8fnT3HI/AAAAAAAAAMs/SHR0wDqtB80/s1600-h/gedung3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-e8fnT3HI/AAAAAAAAAMs/SHR0wDqtB80/s200/gedung3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300630048554081394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JABATAN TINGGI EQ RENDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;TIDAK semua mereka yang memiliki jabatan dan titel kesarjanaan tinggi memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Istilah kecerdasan emosional adakalanya disebut EI (emotional intelligence), EQ (emotional quotient), dan kecerdasan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengendalikan emosinya saat&lt;br /&gt;menghadapi situasi yang menyenangkan maupun menyakitkan. Mantan Presiden Soeharto dan Akbar Tandjung adalah contoh orang yang memiliki kecerdasan emosionaltinggi, mampu mengendalikan emosinya dalam berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca berita mengenai kekisruhan dalam rapat antara DPR dan Kejaksaan&lt;br /&gt;Agung belum lama ini, pikiran saya terdorong mengingat kembali teori Daniel Goleman&lt;br /&gt;seputar EQ untuk menganalisa perilaku pejabat tinggi dan politisi di pentas publik.&lt;br /&gt;Berdasar riset panjang, Goleman menyimpulkan, kecerdasan intelektual bukan faktor&lt;br /&gt;dominan dalam keberhasilan seseorang, terutama dalam dunia bisnis maupun sosial.&lt;br /&gt;Menurut Goleman, banyak sarjana yang cerdas dan saat kuliah selalu menjadi bintang&lt;br /&gt;kelas, namun ketika masuk dunia kerja menjadi anak buah teman sekelasnya yang&lt;br /&gt;prestasi akademiknya pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lalu, apa kunci keberhasilan hidup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional, yaitu aspek-aspek yang berkait dengan kepribadian, yang di dalamnya setidaknya ada empat unsur pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama, &lt;/span&gt;kemampuan seseorang memahami dan memotivasi potensi dirinya. Kedua, memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. Ketiga, senang bahkan mendorong melihat anak buah sukses, tanpa dirinya merasa terancam. Keempat, asertif, yaitu terampil menyampaikan pikiran dan perasaan dengan baik, lugas, dan jelas tanpa harus membuat orang lain tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengukur apakah seorang pimpinan memiliki kecerdasan emosional tinggi, jangan&lt;br /&gt;diukur dengan titel kesarjanaan dan kepangkatannya, tetapi tanyakan pada mereka yang&lt;br /&gt;selalu berhubungan dengannya, entah itu sopir, satpam, pembantu rumah tangga, anak&lt;br /&gt;buah, keluarga, maupun teman. Dari merekalah akan terpantul citra kepribadian seorang&lt;br /&gt;pemimpin, terutama di saat-saat seseorang terkondisikan untuk marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa tinggi EQ seseorang mudah terlihat saat kritis, ketika suasananya tidak menguntungkan, bahkan dalam posisi terancam. Dengan tolok ukur ini kita mendapat&lt;br /&gt;kesan banyak pejabat tinggi yang EQ-nya rendah meski titel akademisnya tinggi,&lt;br /&gt;termasuk dalam penguasaan ilmu agama. Cirinya, pertama, jika bicara cenderung&lt;br /&gt;menyakiti dan menyalahkan pihak lain sehingga persoalan pokok tergeser oleh&lt;br /&gt;pertengkaran ego pribadi. Yang terjadi kemudian persoalan tidak selesai, bahkan&lt;br /&gt;bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, &lt;/span&gt;rendahnya motivasi kinerja anak buah untuk meraih prestasi karena tida mendapat dorongan dan apresiasi dari atasan. Pimpinan dengan EQ tinggi akan mampu memotivasi diri, lalu beresonansi pada orang-orang di sekelilingnya, terutama anak buahnya. Berdasarkan pengalaman memberi pelatihan di lingkungan birokrasi pemerintahan maupun BUMN, ditemukan indikator kuat, hanya sedikit pemimpin yang mampu memberi motivasi kerja pada anak buahnya. Banyak pemimpin menjadi sasaran caci maki anak buah sehingga potensi dan dedikasi anak buah tidak optimal untuk memajukan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEGITU rendahnya EQ sebagian pejabat tinggi kita, tidak mengherankan jika&lt;br /&gt;produktivitas rendah, bahkan banyak terjadi kebocoran anggaran. Menjelang akhir tahun,yang menjadi agenda utama adalah bagaimana menghabiskan anggaran dan membuat&lt;br /&gt;laporan keuangan agar tampak mulus meski hasil kinerjanya minus. Situasi ini dipertegashasil penelitian TII yang menyatakan perilaku korupsi birokrasi dan bisnis di Jakartasudah amat parah. Orang bukannya dipacu untuk meraih prestasi kerja, tetapi dibuatpusing dan sibuk mengenal serta memberi servis pada orang-orang yang dekat denganpengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak mahasiswa dan sarjana terkesan idealis saat di kampus, tetapi terhanyut begitu&lt;br /&gt;menjadi birokrat. Rasanya perlu dipikirkan adanya pekan orientasi sarjana sebelum&lt;br /&gt;wisuda. Isinya, memberi peringatan disertai data akurat bahwa setelah wisuda mereka&lt;br /&gt;akan memasuki dunia baru yang penuh ranjau dan lingkungan kerja serta sosial yang&lt;br /&gt;telah terkontaminasi virus korupsi dan manipulasi. Ini merupakan tugas akhir almamater,memberi peringatan dan tanggung jawab moral pada putra-putrinya agar memilikikomitmen untuk hidup terhormat, mengejar karier dengan panduan skill dan&lt;br /&gt;suara hati.PARA psikolog mengatakan, rasa sukses dan bahagia akan diraih jika seseorang bisamenggabungkan setidaknya tiga kecerdasan, yaitu intelektual, emosional, dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; IQ - KECERDASAN INTELEKTUAL&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kecerdasan intelektual (IQ) berkait dengan keterampilan seseorang menghadapi&lt;br /&gt;persoalan teknikal dan intelektual. Jika pendidikan kita mengabaikan aspek keunggulan&lt;br /&gt;IQ, sulit bagi Indonesia untuk bersaing dalam bidang sains dan teknologi pada persaingan&lt;br /&gt;global. Kini kita sudah merasakan betapa tertinggalnya kita dalam pendidikan sains.&lt;br /&gt;Pemerintah pun kurang melakukan penjaringan siswa berbakat untuk difasilitasi agar&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SQ - KECERDASAN SPIRITUAL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah penting, kecerdasan spiritual (SQ) yang berkait dengan masalah makna,&lt;br /&gt;motivasi, dan tujuan hidup sendiri. Jika IQ berperan memberi solusi intelektual-teknikal,&lt;br /&gt;EQ meratakan jalan membangun relasi sosial, SQ mempertanyakan apakah makna, tujuan,&lt;br /&gt;dan filsafat hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ian Marshall dan Danah Zohar, penulis buku SQ, The Ultimate Intelligence,&lt;br /&gt;tanpa disertai kedalaman spiritual, kepandaian (IQ) dan popularitas (EQ) seseorang tidak akan memberi ketenangan dan kebahagiaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, berbagai pakar psikologi dan manajemen di&lt;br /&gt;Barat mulai menyadari betapa vitalnya aspek spiritualitas dalam karier seseorang, meski dalam menyampaikannya terkesan hati-hati. Yang fenomenal, tak kurang dari Stephen R Covey meluncurkan buku The 7th Habit (2004), padahal selama ini dia sudah menjadi ikon dari teori manajemen kelas dunia The Seven Habits. Rupanya Covey sampai pada kesimpulan, kecerdasan intelektualitas dan emosionalitas tanpa bersumber spiritualitas akan kehabisan energi dan berbelok arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, krisis kepercayaan terhadap intelektualitas kian menguat saat bangsa yang secara ekonomi amat kaya ini dikenal sebagai sarang koruptor dan miskin, padahal&lt;br /&gt;hampir semua yang menjadi menteri maupun birokrat memiliki latar belakang pendidikan&lt;br /&gt;tinggi. Asumsi bahwa kesarjanaan dan intelektualitas akan mengantar masyarakat yang&lt;br /&gt;damai dan bermoral digugat Donald B Caine dalam buku: Batas Nalar, Rasionalitas dan&lt;br /&gt;Perilaku Manusia yang sedang dibicarakan banyak orang. Mengapa bangsa Jerman yang&lt;br /&gt;dikenal paling maju pendidikannya dan melahirkan banyak pemikir kelas dunia pernah&lt;br /&gt;dan bisa berbuat amat kejam? Pertanyaan serupa bisa dialamatkan kepada Inggris,&lt;br /&gt;Amerika Serikat, dan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEMBALI pada soal EQ.&lt;/span&gt; Teori ini valid untuk melihat perilaku dan gaya kepemimpinan&lt;br /&gt;seseorang dalam kelompok terbatas. Dalam wilayah sosial dan politik, terlalu banyak&lt;br /&gt;variabel yang tidak cukup dianalisis dengan teori EQ.&lt;br /&gt;Namun satu hal pasti, kita mengharapkan negeri ini diurus oleh mereka yang cerdas&lt;br /&gt;secara intelektual, emosional, dan spiritual. Yaitu mereka yang kualitas akademisnya baik, mampu berkomunikasi sosial secara simpatik, inspiring dan motivating, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai spiritual sebagai panduan hidup. Jika ketiga kualitas ini tidak terpenuhi, sebaiknya minggir saja atau bangsa ini akan kian hancur oleh perilaku pemimpinnya sendiri.*&lt;br /&gt;(Penulis: Komaruddin Hidayat Direktur Program Pascasarjana UIN Jakarta/Pembina&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-5701834506443905005?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/5701834506443905005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=5701834506443905005' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5701834506443905005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/5701834506443905005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/jabatan-tinggi-eq-rendah.html' title='JABATAN TINGGI EQ RENDAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SY-e8fnT3HI/AAAAAAAAAMs/SHR0wDqtB80/s72-c/gedung3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-3268768783067297008</id><published>2009-02-04T02:36:00.001-08:00</published><updated>2009-02-04T02:37:59.067-08:00</updated><title type='text'>Renovasi RUMAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYlv7eIQekI/AAAAAAAAAMc/tc0_WIwY7Ec/s1600-h/1_931002419l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYlv7eIQekI/AAAAAAAAAMc/tc0_WIwY7Ec/s200/1_931002419l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298889504068762178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biarkan Rumah Anda Membiayai Renovasi&lt;br /&gt;Dari : www.housing-estate.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ak perlu menguras kocek untuk membiayai renovasi ruma&lt;/span&gt;h. Biarkan rumah Anda menutup sebagian besar biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda punya simpanan memadai dan bukan pebisnis, merenovasi rumah dengan mengagunkan rumah itu sendiri mungkin tidak menarik. Mending pakai uang sendiri. Biayanya jelas jauh Iebih murah. Toh, ditaruh di bank uang itu juga tidak beranak karena bunga deposito begitu murah. Sementara kalau pinjam duit bank, spread bunganya begitu jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, deposito hanya dihargai 5,5 persen. Sebaliknya kalau minta kredit dikenai bunga rata-rata 13,5 persen. Jadi, spread-nya 8 persen. Padahal, spread bunga simpanan dengan bunga kredit yang wajar untuk ukuran Indonesia tidak Iebih dari 5 persen. Itu pun sudah ketinggian. naiau oegitu KeenaKan uanKbanknya karena terus kita susui agar bisa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita bila Anda berprofesi sebagai pebisnis atau memiliki usaha sampingan. Memakai duit sendiri untuk merenovasi rumah jelas sayang, karena kalau dipakai usaha mungkin bisa menghasilkan pengembalian atau yield di atas 20 persen. Bukankah tetap Iebih tinggi ketimbang bunga kredit? Jadi, kalau Anda termasuk kategori ini dan mau merenovasi rumah, pinjam duit bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu jangan biarkan rumah Anda "tidur". Bukan zamannya lagi menjadikan rumah hanya sebagai hunian. Berdayakan rumah itu untuk memenuhi berbagai keperluan, termasuk merenovasi rumah. Di negaranegara maju sudah jamak orang meIakukannya. Yang bisa diagunkan bukan hanya rumah yang sudah bebas kredit, tapi juga rumah yang masih dalam masa KPR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-3268768783067297008?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/3268768783067297008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=3268768783067297008' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3268768783067297008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3268768783067297008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/renovasi-rumah.html' title='Renovasi RUMAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYlv7eIQekI/AAAAAAAAAMc/tc0_WIwY7Ec/s72-c/1_931002419l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-264277455302061722</id><published>2009-02-03T22:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T22:35:17.371-08:00</updated><title type='text'>MEMILIH KPR</title><content type='html'>Dari: www.housingestate.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebelum memilih KPR ada baiknya Anda memahami sistem perhitungan bunganya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 80 persen pembelian rumah di Indonesia dilakukan dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). Karena itu mekanisme penyaluran dan sistem perhitungan bunganya perlu dipahami agar Anda bisa memilih KPR yang aman sesuai kebutuhan. Terlebih di zaman bunga tinggi seperti sekarang. Paling tidak Anda tidak kaget bila cicilan naik karena sejak awal sudah memahami perhitungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya bank baru mau memberikan KPR bila rumah sudah jadi 100 persen karena agunannya jelas dan aman. Konsumen juga diuntungkan karena membeli barang yang sudah riil. Bayangkan kalau yang dibeli baru gambar dan developer ingkar janji membangunnya! Tapi, itu bukan berarti bank tidak bersedia membiayai pembelian rumah yang belum jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maret DS Santoso, Kabag Pengelola Kredit Perorangan BTN, sejauh proyeknya jelas dan developernya kredibel, bank mau memberikan KPR. "Inilah yang dinamakan KPR inden. Rumah belum ada tapi sudah dikasi KPR," katanya. Biasanya bank berani bila developernya bekerja sama atau kredit konstruksinya dari bank tersebut. "Karena itu biar masih berupa gambar atau contoh maket, bank tidak khawatir," ujar Ibnutomo H Kartiko, Managing Director PT Metro Capital, | perusahaan konsultan KPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FLAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPR di setiap bank memiliki tingkat bunga dan sistem perhitungan bunga berbeda: flat, anuitas, dan efektif. Dalam sistem flat, nominal cicilan serta porsi angsuran pokok + bunga dalam cicilan, flat selama periode KPR tanpa terpengaruh fluktuasi bunga pasar. Misalnya KPR RplOO juta, periode 3 tahun (36 bulan), bunga 8,5 persen, maka angsuran pokoknya = Rp100 juta: 36 = Rp2.777.780,- angsuran bunga (Rp100 juta x 8,5%) : 12 = Rp708.334, sehingga cicilan menjadi Rp3.486.114/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total bunga yang harus dibayar nasabah selama 36 bulan adalah Rp25.500.024. Cicilan harus dituntaskan hingga habis masa KPR. Percepatan pelunasan dikenai penalti. Dalam praktik bunga flat lebih rendah ketimbang bunga anuitas dan efektif. Kalau bunga efektif dan anuitas 15-17 persen, bunga flat hanya 8 - 9 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga flat banyak diterapkan dalam penyaluran kredit kendaraan bermotor. Untuk KPR sudah jarang dipakai, kecuali oleh bank-bank syariah yang membiayai kredit rumah dengan pola jual beli. Mengambil KPR dengan bunga flat sebaiknya dilakukan saat bunga pasar bergejolak dan periodenya dibatasi 3-5 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-264277455302061722?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/264277455302061722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=264277455302061722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/264277455302061722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/264277455302061722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/memilih-kpr.html' title='MEMILIH KPR'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6499720894884384528</id><published>2009-02-03T00:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T00:52:54.450-08:00</updated><title type='text'>HUMOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYgFwjHm-ZI/AAAAAAAAAMU/LB1pPx-XkSo/s1600-h/1_805032543l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYgFwjHm-ZI/AAAAAAAAAMU/LB1pPx-XkSo/s200/1_805032543l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298491293220403602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ijazah 'Palsu tapi Asli'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;02/01/2009&lt;br /&gt;darihttp://www.nu.or.id/page.php&lt;br /&gt;Pada zaman reformasi ini banyak kesempatan untuk menjadi pejabat, sehingga kadang-kadang para calon pejabat kurang persiapan. Termasuk menyiapkan ijazah yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu kabupaten di Jawa, saat menjabat, seorang bupati kedapatan berijazah palsu. Ia pun disidang di pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda dituntut hukuman penjara karena ijazah anda ini palsu,” kata hakim kepada bupati sambil mengangkat ijazah yang dibawakan penuntut umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang bupati menolak ijazahnya dikatakan palsu. ”Enggak bapak hakim. Sungguh, saya ndak bohong. Kata yang njual, ijazah itu katanya asli pak”. (nam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6499720894884384528?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6499720894884384528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6499720894884384528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6499720894884384528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6499720894884384528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/humor.html' title='HUMOR'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYgFwjHm-ZI/AAAAAAAAAMU/LB1pPx-XkSo/s72-c/1_805032543l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6095199545138776970</id><published>2009-02-02T01:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T01:27:03.129-08:00</updated><title type='text'>Menjaga Motivasi Karyawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYa8URhFzWI/AAAAAAAAAME/lXx0q4AiyOI/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYa8URhFzWI/AAAAAAAAAME/lXx0q4AiyOI/s200/Water+lilies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298129068133567842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;http://leadership-id.blogspot.com/2006/05&lt;br /&gt;Oleh Mohamad Yunus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci penting memotivasi karyawan adalah menghindari tindakan-tindakan yang membunuh motivasi karyawan. Ini berarti, memotivasi karyawan tidak cukup hanya dengan mendorong karyawan berperilaku motivatif, tetapi juga menjaga diri anda, sebagai seorang manajer, untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat karyawan. Sikap negatif anda dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang dapat mengendurkan motivasi karyawan. Yang terpenting berasal dari anda sendiri. Berikut beberapa tips beberapa tindakan yang perlu anda ingat-ingat, karena bila tidak, anda dapat menjatuhkan motivasi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;. Jangan mengkritik karyawan di hadapan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan karyawan di hadapan orang lain. Meski anda mengatakan sesuatu yang menurut anda benar, namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik anda dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Jangan menghina/merendahkan karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontarkan kata-kata seperti, "bodoh", "goblok", atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan anda. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang anda inginkan dengan baik jika anda sendiri menganggap mereka tidak becus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan menganggap karyawan sebagai alat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manajer, anda memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun, jika anda bersikap seolah-olah memperalat karyawan demi tujuan anda sendiri, anda akan kehilangan simpati dan motivasi karyawan untuk mau bekerja pada anda. Libatkan karyawan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa anda bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Jangan berlaku tidak adil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah wajar jika anda senang pada karyawan-karyawan terbaik anda. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh karyawan. Terlebih lagi bila anda tak sadar sedang "dijilat" oleh karyawan yang anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan hanya memikirkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan anda saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Anda mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau anda mungkin merasa atasan anda sedang mengambil keuntungan dari anda. Maka, itu pulalah yang dirasakan oleh karyawan anda jika anda hanya berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dari atasannya. Jika anda tampak bimbang dengan keputusan anda sendiri, karyawan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Jangan melemparkan tanggung jawab&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas manajer adalah membimbing karyawan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunya adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada anda sebagai seorang pemimpin. Di saat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab anda. Ini menumbuhkan hormat pada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas anda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Anda harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari karyawan anda. Namun, anda tetap harus menjaga standar kualitas yang anda inginkan. Jika anda toleran terhadap sebuah kelemahan, anda menurunkan moral karyawan lain yang memiliki inisiatif tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya, mematikan motivasi karyawan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan acuh tak acuh pada karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin meruntuhkan motivasi karyawan, jangan berikan perhatian apa pun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi karyawan. Dan itu, berarti menjaga tindakan anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semoga bermanfaat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a positive day!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Inspirasi,&lt;br /&gt;Mohamad Yunus&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6095199545138776970?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6095199545138776970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6095199545138776970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6095199545138776970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6095199545138776970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/02/menjaga-motivasi-karyawan.html' title='Menjaga Motivasi Karyawan'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SYa8URhFzWI/AAAAAAAAAME/lXx0q4AiyOI/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-9094232113095703302</id><published>2009-01-27T18:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T22:14:28.306-08:00</updated><title type='text'>TRANSFER PRICING</title><content type='html'>T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ransfer Pricing dan Pemegang Saham Minoritas[1]&lt;br /&gt;Oleh: Darussalam, SE, Ak, MSi, LLM Int.Tax dan Danny Septriadi, SE, MSi, LLM Int.Tax - Danny Darussalam Tax Cent&lt;/span&gt;er&lt;br /&gt;Ternyata, praktik abuse of &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;transfer pricing&lt;/span&gt; tidak saja merugikan otoritas pajak suatu negara, tetapi juga merugikan para pemegang saham minoritas. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mau tahu argumentasinya? Silahkan ikuti tulisan dibawah ini yang penulis sarikan dari kasus abuse of transfer pricing yang disidangkan di Pengadilan Tinggi (The High Court of Sindh) di Karachi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kasus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A Ltd adalah sebuah anak perusahaan (subsidiary) yang berdomisili di Pakistan dan bergerak dalam bidang farmasi. Pemegang saham mayoritas adalah B Inc. yang berdomisili di Amerika Serikat. Sedangkan pemegang saham lainnya, yaitu pemegang saham minoritas (minority shareholder’s), hanya memiliki kurang dari 0,5% dari jumlah saham A Ltd. Dalam laporan keuangannya, A Ltd menunjukkan kinerja keuangan yang jelek, sehingga menderita kerugian yang mengakibatkan modal pemegang saham menjadi berkurang. Atas dasar hal tersebut, pemegang saham minoritas komplain ke Pengadilan Tinggi di Karachi dengan alasan bahwa kondisi kinerja keuangan yang jelek tersebut disebabkan karena A Ltd melakukan praktik transfer pricing dengan membebankan biaya pembelian bahan baku obat yang dibeli dari B Inc. dengan harga yang tinggi (artificially high price). Pemegang saham minoritas tersebut berpendapat bahwa mark-up harga beli bahan baku obat yang sangat tinggi tersebut menyebabkan A Ltd menderita kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Pengadilan juga berpendapat sama dengan pemegang saham minoritas. Pengadilan mengutip Laporan Audit (auditor’s report) tahun 2003 yang menyatakan bahwa: &lt;br /&gt;” ..... Laporan Keuangan A Ltd adalah merupakan konsekuensi langsung dari keputusan manajemen..., dan keputusan manajemen tersebut adalah untuk kepentingan pemegang saham mayoritas, yang merupakan pemasok utama bahan baku obat.”&lt;br /&gt;Laporan Audit juga memberikan catatan bahwa 60% dari bahan baku obat yang dibeli oleh A Ltd adalah berasal dari B Inc. Laporan tersebut juga menyajikan perbandingan harga yang dibebankan oleh B Inc dan pemasok lainnya yang independen. Salah satu bahan baku obat yang dibeli dari B Inc adalah USD 30.000/Kg, sedangkan harga dari pihak lain yang independen adalah USD 500/Kg. Bahan baku lainnya yang dibeli dari B Inc. adalah USD 8.750/Kg, sedangkan harga dari pihak lain yang independen adalah USD 125/Kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan berkesimpulan bahwa meskipun akuntan publik ”telah bekerja dengan baik dan menghasilkan pendapat yang fair, akan tetapi akuntan publik tidak mempertimbangkan dampak dari praktik transfer pricing yang dilakukan oleh B Inc. terhadap laporan keuangan A Ltd dan nilai saham dari pemegang saham minoritas. Oleh karena itu, pemegang saham minoritas sudah sewajarnya mendapatkan kompensasi atas tindakan yang telah dilakukan B Inc yang tidak fair. Atas dasar argumentasi tersebut, pengadilan memerintahkan kepada akuntan publik untuk menghitung ulang nilai saham A Ltd dengan asumsi tidak ada manipulasi harga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari paparan kasus tersebut di atas, pelajaran penting yang dapat kita petik adalah bahwa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Ternyata tidak hanya otoritas pajak suatu negara saja yang dirugikan atas   &lt;br /&gt;  praktik abuse of transfer pricing, pemegang saham minoritas juga sangat dirugikan &lt;br /&gt;  dengan adanya praktik ini. &lt;br /&gt;2.Akuntan publik dituntut kemampuannya untuk dapat mendeteksi adanya abuse of &lt;br /&gt;  transfer pricing dalam laporan keuangan perusahaan publik untuk melindungi  &lt;br /&gt;  kepentingan pemegang saham minoritas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-9094232113095703302?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/9094232113095703302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=9094232113095703302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9094232113095703302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9094232113095703302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/01/transfer-pricing.html' title='TRANSFER PRICING'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6324996524271746643</id><published>2009-01-07T12:44:00.001-08:00</published><updated>2009-01-07T12:46:46.851-08:00</updated><title type='text'>Ciptakan Jejaring Sosial yang Lebih Kreatif</title><content type='html'>Kamis, 1 Januari 2009 - 10:36 wib.&lt;br /&gt;WWW.OKEZONE.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai chief executive officer (CEO), Gina Bianchini, 36, optimistis Ning.com bisa bersaing dengan situs jejaring sosial lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bianchini menyiapkan konsep baru demi mengangkat popularitas Ning. Pada awal Desember lalu Bianchini mulai memperbarui konsep situsnya, terutama bagi kalangan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dalam jejaring tersebut, para anggota komunitas diperbolehkan memuat gambar-gambar yang berbau pornografi. Akibatnya, para pemasang iklan enggan memanfaatkan situs tersebut sebagai alat promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para klien (pemasang iklan) kami bukan fans berat dari jejaring sosial untuk kalangan dewasa," ungkap Bianchini belum lama ini. Bianchini menuturkan, Ning hanya mempunyai partner kerja dengan Google. Perusahaan tersebut sejak awal telah bersikap tegas tidak akan memasang iklan di situs yang memuat pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menghindari risiko lebih buruk, yakni dilarang Google, Bianchini akhirnya memutuskan untuk mengurangi porsi yang mengupas masalah-masalah orang dewasa. Bianchini mendirikan Ning pada Oktober 2004, bekerja sama dengan Marc Andreessen yang mempunyai latar belakang sebagai pengembang jaringan di internet. Bianchini menganggap situs jejaring sosial yang diciptakannya merupakan pengembangan situssitus yang telah ada. Bianchini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pengunjung di Ning untuk menuangkan segala kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencoba menerapkan konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get). Dengan sistem ini, para pengunjung ataupun anggota komunitas Ning leluasa untuk mengubah tampilan. "Dasar filosofis kami adalah orang-orang mempunyai pandangan berbeda-beda mengenai dirinya sendiri," ujar Bianchini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami optimistis model ini (Ning) merupakan cerminan dari apa yang orang lakukan di dunia nyata dan di kehidupan sehari-hari," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah bagi Bianchini maupun Mark menggodok konsep Ning hingga benarbenar matang dan siap disebarluaskan ke publik.Pada 2007, Bianchini baru meluncurkan platform Ning kepada para komunitas di dunia maya. Menurut Bianchini, Ning menawarkan fitur jejaring sosial terbaru yang semuanya dapat diatur sesuai keinginan pengunjung. "Jika Anda mempunyai waktu lebih, Anda dapat membangunnya (fitur-fitur) sesuai dengan keinginan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun, Ning telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di jejaring sosial. Pencapaian ini didukung pengalamannya di dunia internet selama bertahun-tahun. Bagi Bianchini, Ning bukan perusahaan pertama kali yang ditanganinya. Pada 2000, Bianchini meluncurkan Harmonic Communications yang merupakan agen iklan di dunia maya. Dia menjadi presiden dan kemudian merangkap sebagai kepala pemasaran perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, dia menjual Harmonic Communications kepada agen iklan dari Jepang, Dentsu. Bianchini dibesarkan di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) pada era 1970-an ketika wilayah tersebut mengalami transisi dari pusat pertanian menjadi teknologi. Ketika menginjak usia sembilan tahun, Bianchini mulai memperlihatkan jiwa kewirausahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, dia mulai memperoleh penghasilan sendiri dengan mengembangbiakkan kelinci dan menjualnya melalui beriklan di koran setempat. Ketika bersekolah di Kota Stanford, dia bekerja sampingan di harian The Stanford Daily sebagai pegawai di bidang periklanan. Setelah lulus dari Stanford, dia menuju ke San Fransisco dan menjadi pegawai di Goldman Sachs sebagai analis teknologi. Bianchini hanya mampu bertahan selama 18 bulan di perusahaan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6324996524271746643?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6324996524271746643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6324996524271746643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6324996524271746643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6324996524271746643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2009/01/ciptakan-jejaring-sosial-yang-lebih.html' title='Ciptakan Jejaring Sosial yang Lebih Kreatif'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4183177576335084040</id><published>2008-12-24T23:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T23:15:02.756-08:00</updated><title type='text'>Investasi Valas? Lihat Dulu Prospek Rupiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVMy5yk1B7I/AAAAAAAAALk/eUBR1cO8Qb0/s1600-h/uang.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVMy5yk1B7I/AAAAAAAAALk/eUBR1cO8Qb0/s200/uang.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283622756245899186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DARI:DETIK.COM.Senin, 22/12/2008 13:19 WIB&lt;br /&gt;Jakarta - Pelemahan rupiah yang mencolok terlihat sejak Oktober 2008. Rupiah sempat anjlok ke 12.850 per dolar AS namun kemudian bisa menguat lagi seiring dengan kebijakan valas oleh Bank Indonesia. Lalu bagaimana prospek rupiah di ujung tahun hingga awal tahun depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya bagi investor yang rajin berinvestasi di valas melihat dulu arah pergerakan mata uang lokal ini. Berikut analisa dan prospek rupiah dari analis Danareksa Sekuritas, Aldo Perkasa seperti detikFinance, Senin (22/12/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupiah sempat mengalami depresiasi yang cukup dalam hingga -30% (pada saat dolar AS mencapai Rp 12.400), dibandingkan dengan negara lainnya yang rata-rata mengalami depresiasi sebesar 10%, akibat ketakutan para investor asing terhadap negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekonom Danareksa melihat beberapa alasan yang menyebabkan pelemahan Rupiah terjadi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Keengganan pemerintah untuk menerapkan kebijakan blanket guarantee. Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia and Australia telah melaksanakan kebijakan blanket guarantee sejak bulan Oktober, dan ini memicu capital outflows yang kemudian mempengaruhi stabilitas mata uang kita. Dalam perkembangan terakhir, beberapa pihak telah mengusulkan kebijakan ini kepada pemerintah, namun tampak pemerintah masih terus mendiskusikan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BI telah mengeluarkan kebijakan untuk transaksi dolar AS yang mengatur jumlah maksimum dolar AS yang dapat dibeli setiap bulannya. Namun, dengan sosialisasi yang kurang, hal ini justru dapat memicu sentimen negatif terhadap Rupiah akibat pemegang USD yang merasa khawatir untuk sulit mendapatkan USD kembali di masa mendatang, sehingga membuat mereka berpikir dua kali untuk menukarkan USD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Investor global mungkin melihat ekonomi Indonesia sebagai salah satu yang memiliki risiko mata uang yang besar. Hal ini disebabkan oleh tingginya rasio utang luar negeri terhadap cadangan devisa yang sekitar 2,8x dibandingkan rata-rata Asia yang hanya 1,1x.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan terakhir, rupiah mengalami penguatan yang cukup signifikan ke level Rp 10.900-an di minggu kedua bulan Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekonom Danareksa juga melihat potensi penguatan USD akan terus berlanjut hingga ke Rp 10.000/USD di Januari 2009 yang didukung oleh beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Indonesia bukan negara export dependent.&lt;br /&gt;Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Indonesia memiliki rasio ekspor terhadap Pendapatan per Kapita yang paling kecil dibandingkan dengan negara tetangga. Maka seharusnya ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang paling bisa bertahan di tengah krisis global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki rasio tingkat ekspor terhadap pendapatan per kapita yang cukup kecil dibandingkan dengan negara tetangga, yaitu sekitar 30%, dibandingkan dengan Malaysia 110%, Singapura 230% dan Thailand 73%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tingkat inflasi dan suku bunga yang stabil.&lt;br /&gt;Seiring dengan penurunan harga komoditas dunia, maka tingkat inflasi akan ikut turun, begitu juga dengan suku bunga. Inflasi bulan November mulai menurun (0,12% dalam satu bulan terakhir dan 11,7% dalam satu tahun terakhir. Sementara BI Rate turun ke level 9,25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan berimbas positif pada ekonomi indonesia dan tidak akan memicu capital outflows, karena tren penurunan suku bunga juga terjadi di negara lain. Untuk tahun depan ekonom kami memperkirakan inflasi akan mencapai 8% dan BI rate 8,5% di akhir tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AS akan mencetak uang dalam jumlah besar. Fed telah menyuntikkan triliunan USD ke sistem finansial AS untuk mendukung perekonomiannya, dan ini dilakukan dengan cara mencetak uang, yang dikonfirmasikan dengan adanya stimulus sebesar USD 800 miliar, sehingga akan meningkatkan suplai USD di pasar. Seiring dengan kontraksi ekonomi AS, hal ini akan berpotensi menekan USD dan membantu Rupiah untuk mengalami apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo mengingatkan, di balik pasar finansial yang mulai rebound, kewaspadaan terhadap perkembangan ekonomi dunia dan domestik tetap perlu, sebab risiko terhadap perlambatan ekonomi tersebut masih ada sehingga kemungkinan bagi pasar finansial untuk mengalami koreksi kembali juga masih cukup besar.(ir/qom)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4183177576335084040?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4183177576335084040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4183177576335084040' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4183177576335084040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4183177576335084040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/investasi-valas-lihat-dulu-prospek.html' title='Investasi Valas? Lihat Dulu Prospek Rupiah'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVMy5yk1B7I/AAAAAAAAALk/eUBR1cO8Qb0/s72-c/uang.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1774810521952945030</id><published>2008-12-24T23:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T23:08:34.478-08:00</updated><title type='text'>SELAMATKAN INVESTASI 30% KE EMAS</title><content type='html'>Dari : detik.com/Irna Gustia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Krisis finansial global diprediksi akan berlangsung lama. Investor yang ingin mencegah penurunan investasinya di surat berharga bisa melakukan diversifikasi sepertiga investasinya ke emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski harga emas cenderung turun yang per 20 November 2008 ada di posisi US$ 735,9 per troy ounce, namun emas bisa menjadi pelindung di saat investasi di pasar modal penuh ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harga emas US$ 735,9 per troy ounce maka harga emas per gram menjadi US$ 23,66 (1 troy ounce = 31,1 gram) sehingga harga emas dalam rupiah menjadi sekitar Rp 284 ribu per gram (kurs 12.000/US$).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang harga emas cenderung turun, tapi ini waktu yang tepat untuk mengamankan investasi. Minimal 30% investasi bisa didiversifikasi ke emas," kata Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Jeffrey Thumewa dalam perbincangannya dengan detikFinance, Kamis (20/11/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey menilai dengan melakukan diversifikasi ke emas maka nilai investasi akan lebih solid apalagi situasi ekonomi dalam negeri juga ikut tertular krisis seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Jeffery, tren harga emas saat ini sedang turun mengikuti harga minyak dunia. Namun menurutnya meski harga emas turun sepanjang nilai dolar AS menguat tidak akan ada penurunan nilai investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali harga emas turun dan dolar ikut turun maka nilai investasinya akan menurun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia optimistis penurunan harga emas tidak akan sedrastis harga minyak, karena harga minyak lebih banyak unsur politisnya seperti kepentingan negara-negara besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey mengaku pelaku pasar di komoditas emas memang sulit memprediksi sampai kapan situasi ekonomi akan pulih. Namun untuk berjaga-jaga menghadapi kelesuan ekonomi yang akan berkepanjangan ini, pembelian emas saat ini merupakan momentum yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pun investasi emas jangan yang ada di pasar berjangka, karena pasar global sedang susah lebih baik membeli dalam bentuk fisik," saran Jeffrey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini menurut Jeffrey memang belum ada animo beli yang besar terhadap emas. Semua pemilik dana memilih wait and see melihat perkembangan situasi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi menurut saya justru saat ini adalah waktu yang tepat untuk investasi emas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1774810521952945030?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1774810521952945030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1774810521952945030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1774810521952945030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1774810521952945030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/selamatkan-investasi-30-ke-emas.html' title='SELAMATKAN INVESTASI 30% KE EMAS'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1152931791646193466</id><published>2008-12-24T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T20:03:14.187-08:00</updated><title type='text'>PAJAK DITENGAH BADAI KRISIS</title><content type='html'>OkeZone, 24 Desember 2008&lt;br /&gt;JAKARTA - Di tengah krisis likuiditas yang membuat kian terbatasnya anggaran pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak datang sebagai ?messias' yang membawa kabar gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, realisasi penerimaan pajak tahun ini diperkirakan bakal menembus Rp595,6 triliun atau meningkat 40 persen ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp425,4 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, raihan tersebut akan tercatat dengan tinta emas sebagai penerimaan pajak yang tertinggi sepanjang sejarah. Di mana tahun-tahun sebelumnya, peningkatan penerimaan pajak hanya berkisar 19-20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, jika Ditjen Pajak tetap memancarkan nada optimisme jelang akhir tahun, walaupun diakui mereka, target yang diberikan negara tahun ini merupakan angka tertinggi. Penyebabnya adalah apalagi kalau bukan angka realisasi penerimaan pajak netto Ditjen Pajak hingga November 2008 yang mencapai sebesar Rp508,4 triliun atau sekitar 95,13 persen dibanding target dalam APBN Perubahan 2008 yang sekitar Rp534,5 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase tersebut jauh lebih baik ketimbang persentase penerimaan pajak pada periode yang sama tahun 2007 yang hanya sekitar 83,35 persen. Sejumlah faktor ditenggarai menjadi penyebab meningkatnya penerimaan pajak, seperti kenaikan harga komoditas dan reformasi kelembagaan yang berdampak kepada kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga komoditas, meskipun diakui, sempat membuat pemerintah mengernyitkan kening karena subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi kian gemuk. Namun, di sisi lain, kenaikan harga tersebut bisa membuat penerimaan pajak meroket tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat diketahui dari realisasi penerimaan pajak netto selama semester satu 2008 yang mencapai Rp265,18 triliun atau tumbuh 50,78 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut, tidak lain karena adanya kenaikan harga minyak di pasar dunia. Naiknya harga minyak tersebut berbanding lurus dengan Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas (migas) yang meningkat menjadi Rp34,35 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih jauh dibandingkan dengan pajak lain, namun PPh migas itu mampu mendongkrak penerimaan lebih dari setengah target penerimaan pajak tahun ini. Prestasi penerimaan semester satu yang bagus tersebut, sempat membuat Direktur Jenderal Pajak, Darmin Nasution optimis bakal mencatatkan realisasi penerimaan pajak dalam negeri tahun ini sebesar Rp609,2 triliun seperti yang ditargetkan pemerintah dalam prognosa Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) 2008, sebelum akhirnya target tersebut diubah menjadi Rp580,2 triliun. Pertimbangannya kala itu adalah pergerakan harga komoditas yang belum menunjukkan gelagat akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, booming harga komoditas tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki semester dua 2008, Harga minyak dunia terus mengalami penurunan, setelah sempat mencatatkan rekor tertinggi di atas USD147 per barel pada Juli. Kendati demikian, penurunan harga minyak dunia tersebut tidak lantas membuat upeti Ditjen Pajak menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal tersebut bisa ditutupi dari perolehan pajak badan. Menurut Darmin sebagian besar pendapatan pajak di Indonesia kini masih berasal dari pajak badan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa sejauh ini program reformasi yang terus dilakukan Ditjen Pajak ternyata memberikan pengaruh signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak enam tahun lalu, Ditjen pajak melakukan reformasi administrasi perpajakannya. Struktur kelembagaan yang sebelumnya berorientasi pada jenis pajak diubah menjadi berorientasi kepada fungsi, yakni pelayanan dan pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perubahan tersebut, saat ini petugas yang melayani wajib pajak tidak bisa menjadi pemeriksa pajak. Upaya menetralisir aparat pajak dari praktik korupsi dilakukan dengan cara mengurangi intensitas pertemuan antara penarik pajak (fiscus) dengan wajib pajak Bukan rahasia umum, dimasa lalu, Ditjen pajak dianggap menjadi salah satu institusi yang korup di Indonesia. Sehingga tak heran kalau kerugian negara dari praktik penyelewengan pajak mencapai triliunan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penekanan kepatuhan pajak saat ini masih difokuskan pada dunia usaha, bukan berarti potensi penerimaan pajak perorangan akan diabaikan. Ke depan, Ditjen Pajak akan mulai menggenjot potensi penerimaan pajak perorangan dengan mewajibkan masyarakat dengan pendapatan diatas Rp15,86 juta untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Tahun ini saja, Ditjen pajak menargetkan, masyarakat yang menjadi wajib pajak mencapai 6,8 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target tersebut optimistis dapat dicapai karena didukung oleh kebijakan sunset policy," ucap Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian, Ditjen Pajak, Hartoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ambisi untuk menggali potensi penerimaan pajak perorangan bisa menjadi kenyataan, bukan tidak mungkin, itu akan memermudah pencapaian peningkatan penerimaan Ditjen Pajak tahun ini sebesar 40 persen atau tertinggi sepanjang sejarah. Kalau sudah begitu, kita tinggal menunggu dan berharap, pencapaian gemilang tersebut bisa memberikan efek menetes ke bawah (trickles down effect) berupa kesejahteraan rakyat banyak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1152931791646193466?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1152931791646193466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1152931791646193466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1152931791646193466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1152931791646193466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/pajak-ditengah-badai-krisis.html' title='PAJAK DITENGAH BADAI KRISIS'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1609483627093349328</id><published>2008-12-24T19:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T19:58:10.334-08:00</updated><title type='text'>PAJAK BERMANFAAT GANDA BAGI NEGARA DAN MASYARAKAT</title><content type='html'>Sebagian dikutip dariBusiness News, 21 Juni 2008 dan sedikit perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak merupakan sumber utama untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian umum pajak adalah merupakan kewajiban atau pungutan keuangan yang dikenakan kepada perorangan atau badan hukum oleh suatu negara. Pajak bukan merupakan sumbangan sukarela dari warga kepada negara, tetapi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis pajak secara umum terbagi dalam pajak langsung dan tidak langsung. Pengenaan pajak selalu akan menimbulkan distorsi ekonomi, karenanya tugas Pemerintahlah yang harus mengatur untuk mengurangi dampak negatipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tujuan adanya pajak adalah untuk memperoleh dana yang digunakan untuk pembangunan, pertahanan negara, kesejahteraan dan pelayanan umum masyarakat serta biaya rutin administrasi negara. Dalam pelaksanaannya, faktor redistribusi dana pajak yang dipungut dari warga yang mampu dan diperuntukan warga yang kurang mampu harus dilakukan secara demokratis, sehingga tidak menimbulkan distorsi. Hal ini harus diikuti dengan adanya perwakilan untuk melakukan pengawasan. Selain untuk tujuan umum, pajak dapat pula digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, misalnya pajak atau cukai tembakau/rokok dinaikkan, sehingga dampak negatip dari merokok terhadap kesehatan masyarakat berkurang. Hal ini akhirnya akan mengurangi beban Pemerintah untuk menyediakan dana bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pajak di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak yang memiliki visi "Menjadi Model Pelayanan Masyarakat yang menyelenggarakan Sistem dan Manajemen Perpajakan kelas Dunia yang dipercaya dan dibanggakan Masyarakat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi ini sangat dalam arti dan tanggung jawabnya dan seluruh warga negara Indonesia tetap berharap suatu waktu entah kapan akan menjadi kenyataan. Sedangkan motonya sering berganti, misalnya "Bayar Pajak, Orang Bijaksana" atau yang terakhir, "Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua visi dan motto ini terdengar enak dan menarik, tetapi yang dialami dan diinginkan masyarakat pembayar pajak berbeda. Untuk sekedar dapat bercermin pada perpajakan di Amerika Serikat, dimana sebagian sistemnya telah di"kutip" oleh perpajakan Indonesia sejak puluhan tahun lalu, yaitu "self assessment system". Namun sistem ini tidak dikutip seutuhnya, misalnya jika terjadi kelebihan bayar pajak. Yang mengelola pajak di Amerika Serikat adalah IRS (Internal Revenue Service) dengan motto yang sederhana, tetapi dilaksanakan secara benar dan utuh, yaitu "Ready to Compromise". Hal ini menunjukkan sikap yang tidak arogan dan membuka diri untuk bersedia berkompromi membahas bersama secara transparan adu data dan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio pembayar pajak terhadap penduduk di Amerika Serikat jauh sangat tinggi dibanding dengan Indonesia. Setiap penduduk (warga negara ataupun penduduk tetap legal) telah memperoleh SSN (Social Security Number) atau sejenis NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya adalah SSN sudah wajib diminta oleh seluruh penduduk sejak lahir. Nomor SSN dipergunakan secara sentral dan terpadu oleh semua instansi, sebagai syarat referensi pengurusan berbagai kepentingan. Tanpa memiliki SSN, jangan harap dapat mengurus Kartu Penduduk/Surat Izin Mengemudi/Paspor, pembukaan rekening bank, permohonan kredit dan mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;Di Indonesia, dari 220 juta penduduk, kurang dari 10 juta yang memiliki NPWP. Anehnya belum semua PNS dan Warga berpenghasilan (orang kaya) memiliki NPWP. Untuk menambah jumlah pemilik NPWP dilakukan berbagai program, mulai "door to door", "jemput bola ke Mall" dan berbagai "atraksi" lainnya. Hasilnya masih jauh dari harapan karena WP belum mengerti betul maksud tujuan kegiatan tersebut dan perlu lagi sosialisasi yang dapat menarik mereka untuk dengan senang hati (kata lain sadar), dan ini perlu kreativitas aparat pajak agar lebih luwes, menarik menghadapi WP Indonesia yang beraneka persepsi terhadap sistem perpajakan yang jauh sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini belum lagi dipersoalkan, pemilik NPWP, apakah sudah melakukan kewajibannya membayar pajak. Pembayar pajak di Amerika Serikat jumlahnya lebih dari 100 juta dan hal ini bukan hanya karena patuh, tetapi juga karena sadar akan manfaatnya sebagai pembayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pajak telah menjadi "simbol" keadilan yang utuh. Adil dalam arti, dengan membayar pajak banyak akan memperoleh manfaat langsung yang banyak pula. Bagi yang tidak mau membayar, tidak akan memperoleh manfaat. Adil juga dalam arti tidak pandang bulu, diperlakukan sama, mulai pejabat, pegawai negeri, tentara, anggota parlemen hingga rakyat jelata. Manfaat dimaksud adalah bagi pembayar pajak, selain memperoleh manfaat tidak langsung, juga secara khusus akan memperoleh Jaminan Sosial hari tua, asuransi kesehatan, jaminan jika mengalami cacat, jaminan keluarga jika pembayar pajak meninggal dunia serta jaminan-jaminan lainnya, termasuk jika di PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan-aturan yang baku telah ditetapkan dan berlaku sama untuk seluruh warga. Untuk memperoleh manfaat minimum, harus memenuhi berbagai syarat. Kewajiban membayar pajak harus mengumpulkan 40 credit points dan telah membayar pajak paling sedikit 10 tahun. Satu credit point" untuk tahun 2008 dinilai dari pendapatan kena pajak bersih dibagi dengan USSD1050,-. Manfaat secara utuh dapat dinikmati jika usia pensiun (65 tahun) tiba. Jika ingin pensiun dipercepat, akan memperoleh manfaat yang dikurangi sesuai dengan ketentuan, misalnya pensiun usia 63 tahun dikurangi 20%. Tetapi jika setelah usia 65 tahun tetap ingin bekerja, maka manfaat pensiunnya mendapat bonus, misalnya tahun 2008 ini yang lahir tahun 1937/1938 mendapat bonus 6,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat pembayar pajak ini, dikumpulkan dari setiap besaran pendapatan kena pajak dengan rumus 6,5% dari pendapatan untuk Jaminan Sosial ditambah 1,45% untuk Jaminan Kesehatan(Medicare). Dana terkumpul dari wajib pajak ini ditambah dengan kewajiban oleh pemberi kerja untuk menambah dalam prosentase yang proporsional bagi manfaat wajib pajak. Jika wajib pajak bekerja sendiri, pengumpulan dana menjadi 12,4 % untuk Jaminan Sosial dan 2,9% untuk Jaminan Kesehatan. Dana-dana ini sudah termasuk dalam perhitungan pajak yang dibayar oleh wajib pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan aturan pajak yang jelas dan transparan serta penuh rasa keadilan ini, wajib pajak secara sadar dan penuh hati melaksanakan kewajibannya. Hal ini menunjukkan tidak terdapat pilih kasih dan ketidak adilan ataupun sejenis sistem "kasta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ada yang baru menjabat/bekerja paling lama lima tahun telah mendapat pensiun dan jaminan hari tua serta berbagai fasilitas lain. Bahkan ada yang mendapatkannya double dan triple dana pensiun dari jabatan-jabatan sebelumnya. Sebaliknya bagi warga pembayar pajak setia berpuluh-puluh tahun, bukan manfaat yang diperolehnya, malahan dikejar-kejar terus. Sudah tiba saatnya, manfaat ganda pajak harus segera diciptakan di Indonesia, sehingga pajak bukan hanya bermanfaat untuk negara dan masyarakat secara tidak langsung; tetapi seharusnya sekaligus juga memberi manfaat dan keadilan bagi warga pembayar pajak saat hari tuanya tiba. ( HT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai konsep manfaat pajak tersebut ada satu pertanyaan "Sudahkan kita memiliki NPWP"? Kapan lagi..segera daftarkan mumpung masih ada waktu, kita lihat Direktorat Pajak udah banyak perubahan, tidak ada alasan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1609483627093349328?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1609483627093349328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1609483627093349328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1609483627093349328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1609483627093349328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/pajak-bermanfaat-ganda-bagi-negara-dan.html' title='PAJAK BERMANFAAT GANDA BAGI NEGARA DAN MASYARAKAT'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4651679401976075889</id><published>2008-12-24T02:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T02:10:39.909-08:00</updated><title type='text'>INVESTASI PROPERTI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIJQ4yF--I/AAAAAAAAALM/71rHXtjAKjs/s1600-h/neige-i.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIJQ4yF--I/AAAAAAAAALM/71rHXtjAKjs/s200/neige-i.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283295498584062946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan mekanisme REIT investasi properti bisa dilakukan secara ketengan dan menjadi lebih likuid.&lt;br /&gt;DARI HOUSING ESTATE&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan mekanisme REIT investasi properti bisa dilakukan secara ketengan dan menjadi lebih likuid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang investasi properti butuh dana besar? Dengan uang sedikit pun Anda bisa punya properti melalui instrumen real estate investment trust (REIT). Skema pembiayaan properti ini lazim diterapkan pada properti komersial yang mendapat income dari hasil sewa, seperti mal, apartemen, dan hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanismenya, pemilik properti menaruh sertifikat propertinya di lembaga investment trust, sebagai jaminan penerbitan sejumlah saham yang dijual di lantai bursa. Investor, perorangan atau lembaga, bisa membeli saham itu sesuai kemampuan. Singapura dan Malaysia sudah menerapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kelak disetujui pemerintah diterapkan di sini, REIT akan berdampak positif terhadap bisnis properti di Indonesia. Pasalnya, pembelinya tidak terbatas pada warga lokal tapi juga investor asing. Sementara developer pun memiliki alternatif sumber dana selain bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony Eddy, Presiden Direktur Tony Eddy &amp; Associates (TEA), yang pernah mempelajari REIT di University of Wisconsin, Madison (USA), menyebutkan, di AS biasanya REIT dipakai perusahaan dengan track record bagus untuk mengambil alih, katakanlah sebuah mal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YIELD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan itu lalu mengumumkan rencananya ke pasar lengkap dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prospektus layaknya perusahaan yang mau go public. Di situ disebutkan perusahaan akan membeli sebuah mal seharga A rupiah, tingkat hunian B persen, tarif sewa C rupiah, dan setiap bulan mendapatkan hasil sewa D rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengambilalihan itu perusahaan memperhitungkan, hasil sewa bisa ditingkatkan menjadi E persen. Untuk itu perusahaan akan menerbitkan sekuritas (saham) dengan harga F rupiah per lembar, dengan harapan tingkat pengembalian per lembar (yield) G persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Singapura investor yang tertarik cukup membelinya lewat ATM yang dilengkapi menu membeli sekuritas REIT. Bukti pemilikan saham akan dikirim ke investor sesuai nama dan alamat di ATM," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uang terkumpul developer pun memakainya membeli mal. Sertifikatnya disimpan di investment trust tadi. Secara berkala setelah mal dioperasikan, perusahaan mentransfer laba dari hasil sewa ke rekening investor sesuai proporsi kepemilikan saham. "Di Amerika 95 persen pendapatan bersih dibagikan setiap enam bulan," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring kenaikan tarif dan pendapatan sewa, bagian laba yang diterima investor juga akan meningkat. Pendapatan sewa naik, harga pasar properti dan harga per lembar saham pun meningkat. Dengan demikian selain dari bagian laba, investor juga berpotensi meraih gain dari harga sahamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIKUID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara itu properti yang se-lama ini dikenal sebagai investasi yang tidak likuid, melalui REIT menjadi likuid. Pasalnya, surat berharga itu bisa dijual di bursa kapan saja dan tidak dikenakan pajak seperti halnya transaksi saham perusahaan go public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan investasi pun lebih terjamin. Kalaupun apes, misalnya di tengah jalan properti tidak laku disewakan, properti itu sendiri masih bisa dijual. Hasil penjualan dibagi secara proporsional ke-pada seluruh investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, sahamnya tetap ada nilainya. Tidak mungkin nol seperti saham perusahaan bangkrut," kata Tony. Selain itu untuk memperkecil risiko, investor dapat membeli REIT di banyak properti. Jadi, kalau di satu lokasi jeblok, di lokasi lain masih meraih laba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4651679401976075889?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4651679401976075889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4651679401976075889' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4651679401976075889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4651679401976075889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/mudah-teri-berbelit-prakteknya.html' title='INVESTASI PROPERTI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIJQ4yF--I/AAAAAAAAALM/71rHXtjAKjs/s72-c/neige-i.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2729970011175092573</id><published>2008-12-24T01:55:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T01:59:00.818-08:00</updated><title type='text'>CERMAT MEMBELI TANAH GIRIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIHrWo5LbI/AAAAAAAAALE/3ppPjcmhOqc/s1600-h/neige-h.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIHrWo5LbI/AAAAAAAAALE/3ppPjcmhOqc/s200/neige-h.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283293754251881906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hati-hati membeli tanah girik. Salah-salah malah menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dari: Housing Estate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ada berbagai jenis hak atas tanah, mulai dari hak milik (HM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usaha (HGU), hak pengelolaan lingkungan (HPL) sampai hak pakai (HP) atau hak garap. Bukti hak atas tanah itu adalah sertifikat yang diterbitkan kantor pertanahan. Tapi, di luar itu kita juga mengenal tanah dengan status girik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irawan Soerodjo, notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Jakarta Barat, dan Pria Takari Utama, notaris dan PPAT di Depok, girik bukan bukti kepemilikan atau hak atas tanah. Girik hanya bukti pembayaran pajak atas tanah adat atau tanah garapan, atau bukti bahwa seseorang menguasai sebidang tanah garapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu status hukum tanah girik tidak kuat, tidak bisa diagunkan atau dijadikan jaminan utang di bank, namun bisa menjadi dasar untuk mengajukan permohonan hak atas tanah itu ke kantor pertanahan. Itulah kenapa tanah girik gampang memicu sengketa (potential dispute). Soalnya, bisa saja seseorang menguasai atau menggarapnya tapi sertifikat hak atas tanah itu atas nama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat mengenai riwayat penguasaan tanah, tidak bisa dijadikan bukti bahwa yang menguasai atau penggarap adalah pemilik tanah. Pasalnya, satu-satunya bukti kepemilikan tanah yang sah hanya sertifikat dari kantor pertanahan. Karena itu bila membeli tanah girik, sejumlah hal perlu Anda perhatikan agar tidak menuai persoalan di belakang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, periksa girik yang dipegang penjual dan cocokkan dengan nomor yang ada di buku tanah kelurahan. Kedua, teliti secara seksama riwayat tanah dan minta surat keterangan tidak bersengketa dari kelurahan. "Tanyakan sama lurah atau camat setempat mengenai kepemilikan tanah, seperti siapa pemilik terakhimya. Kedua instansi itu punya buku tanah yang berisi daftar kepemilikan tanah di wilayahnya," kata Irawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tanah di pinggir kota atau pedesaan, ada baiknya juga menanyakan kepada RT/RW setempat karena hubungan personal antarwarganya masih dekat, sehingga mereka tahu riwayat kepemilikan tanah di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perhatikan status penjual, apakah pemilik tunggal atau ahli waris. Untuk itu cek nama di girik apakah sesuai dengan nama penjual. "Pernah terjadi seorang anak menjual tanah bapaknya," ujar Pria. Boleh jadi tanah girik yang diperjualbelikan dimiliki lebih dari satu ahli waris. Kalau begini jual beli tanah bisa digugat ahli waris yang lain seperti banyak terjadi dalam kasus sengketa tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, cek langsung ke lokasi, betulkah masih ada tanahnya atau sudah diduduki atau berpindah tangan kepada orang lain. Lihat juga apakah luasnya sesuai dengan yang tertera di girik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, lakukan jual beli di hadapan notaris/PPAT sebagai profesional yang berwenang membuat akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu, seperti pengalihan hak atas tanah. Jangan lupa menghadirkan lurah atau pamong desa dalam transaksi itu sebagai saksi (kecuali kalau jual beli dilakukan di hadapan PPAT yang juga merangkap camat).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2729970011175092573?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2729970011175092573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2729970011175092573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2729970011175092573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2729970011175092573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/cermat-membeli-tanah-girik.html' title='CERMAT MEMBELI TANAH GIRIK'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SVIHrWo5LbI/AAAAAAAAALE/3ppPjcmhOqc/s72-c/neige-h.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6738199655064915663</id><published>2008-12-23T02:48:00.001-08:00</published><updated>2008-12-23T02:50:28.736-08:00</updated><title type='text'>LIKUIDITAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemana Menghilangnya Likwiditas (Uang Kertas)?   &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bank-bank dan lembaga keuangan besar berjatuhan. Rata-rata karena kesulitan likwiditas. Kemana hilangnya uang kertas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhaimin Iqbal &lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pertanyaan awam yang muncul hampir di seluruh dunia sekarang menyangkut banyaknya bank-bank dan lembaga keuangan besar yang berjatuhan. Bank-bank dan lembaga keuangan tersebut berjatuhan rata-rata adalah karena kesulitan likwiditas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kesulitan likwiditas ini berlaku serentak ? bukankah namanya likwiditas seharusnya menyerupi sifat air (liquid = cairan ) yaitu kalau tidak ada di suatu tempat (bank) mestinya mengalir ketempat (bank) lain ?, kenapa krisis likwiditas selalu serentak/bersamaan...?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika awamnya memang demikian, tetapi bukan logika awam ini yang berlaku di dunia perbankan dan keuangan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas likwiditas dunia perbankan adalah bukan dari uang seperti yang kita kenal uang kertas dan uang logam , tetapi dari uang bank yang dihasilkan melalui suatu proses penciptaan uang (money creation) nan canggih dalam sebuah system perbankan yang disebut Fractional Reserve Banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut illustrasinya &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsikan Anda punya uang Rp 1 Milyar dan Anda taruh di Bank A, maka sebagai contoh di Indonesia Bank A hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 50 juta. Selebihnya Rp 950 juta oleh Bank A dapat dipinjamkan ke Bank B. Karena bank B juga hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 47.5 juta, maka dari uang pinjaman tersebut bank B dapat meminjamkan lagi ke Bank C sebesar 95%nya tau Rp 902.5 juta. Bank C kemudian meminjamkannya lagi ke Bank D, D ke E dst-dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis uang yang tadinya hanya Rp 1 Milyar melalui Fractional Reserve Banking dengan minimum reserve 5 % berpotensi menghasilkan likwiditas berupa uang bank yang besarnya 20 kali lipat atau Rp 20 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak sebaliknya juga terjadi, bila Rp 1 Milyar uang Anda tersebut Anda tarik dari Bank A – maka seluruh system perbankan berpotensi kehilangan likwiditas bukan hanya Rp 1 Milyar melainkan Rp 20 Milyar uang bank yang tercipta melalui system perbankan yang ‘brilliant’ yang disebut Fractional Reserve Banking tersebut !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau banyak orang yang mempunyai uang seperti Anda menarik uangnya rame-rame dari perbankan, pastilah bank yang sekuat apapun akan collapse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang terjadi dalam krisis likwiditas global sekarang bukan karena likwiditas mengalir dari satu tempat ke tempat lain – seperti mengalirnya air, melainkan likwiditas yang tadinya memang tidak ada atau hanya ‘semu’ kembali menjadi tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama system perbankan mengadopsi system Fractional Reserve Banking maka kebangkrutan satu bank akan selalu menyeret seluruh industri perbankan. Atas alasan ini negara-negara di dunia selalu mati-matian menyelamatkan Bank yang lagi bermasalah, karena kalau tidak diselamatkan dampak yang lebih buruk akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bedanya system keuangan perbankan ribawi dengan system Dinar. Dalam system keuangan ribawi – perbankan selalu menjadi awal musibah atau penyebab dalam setiap krisis; ingat krisis di Indonesia 97/98 dan juga krisis di Amerika saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dalam sejarah keuangan berbasis Dinar, Sharf (tempat penukaran uang Dinar di zaman kekhalifahan) sering bertindak menyelamatkan negara dengan memberi pinjaman pada negara pada saat negara mengalami krisis keuangan karena perang dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang saya tawarkan system Dinar untuk mengatasi krisis keuangan global yang sedang terjadi....maka para ekonom yang canggih-canggih akan mentertawakan saya; tetapi karena solusi ribawi yang mereka cari just not exist ... maka hanya waktu-lah yang akan membuktikan bahwa ketika kepepet tidak ada solusi lain – manusia akan selalu kembali ke solusi yang fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS 31:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Direktur Gerai Dinar. Tulisan ini adalah hasil kerjasama www.geraidinar.com dan www.hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6738199655064915663?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6738199655064915663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6738199655064915663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6738199655064915663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6738199655064915663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/likuiditas.html' title='LIKUIDITAS'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-9195369833494509208</id><published>2008-12-23T02:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T02:50:12.067-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemana Menghilangnya Likwiditas (Uang Kertas)?   &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bank-bank dan lembaga keuangan besar berjatuhan. Rata-rata karena kesulitan likwiditas. Kemana hilangnya uang kertas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhaimin Iqbal &lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pertanyaan awam yang muncul hampir di seluruh dunia sekarang menyangkut banyaknya bank-bank dan lembaga keuangan besar yang berjatuhan. Bank-bank dan lembaga keuangan tersebut berjatuhan rata-rata adalah karena kesulitan likwiditas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kesulitan likwiditas ini berlaku serentak ? bukankah namanya likwiditas seharusnya menyerupi sifat air (liquid = cairan ) yaitu kalau tidak ada di suatu tempat (bank) mestinya mengalir ketempat (bank) lain ?, kenapa krisis likwiditas selalu serentak/bersamaan...?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika awamnya memang demikian, tetapi bukan logika awam ini yang berlaku di dunia perbankan dan keuangan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas likwiditas dunia perbankan adalah bukan dari uang seperti yang kita kenal uang kertas dan uang logam , tetapi dari uang bank yang dihasilkan melalui suatu proses penciptaan uang (money creation) nan canggih dalam sebuah system perbankan yang disebut Fractional Reserve Banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut illustrasinya &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsikan Anda punya uang Rp 1 Milyar dan Anda taruh di Bank A, maka sebagai contoh di Indonesia Bank A hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 50 juta. Selebihnya Rp 950 juta oleh Bank A dapat dipinjamkan ke Bank B. Karena bank B juga hanya wajib mencadangkan 5%-nya atau Rp 47.5 juta, maka dari uang pinjaman tersebut bank B dapat meminjamkan lagi ke Bank C sebesar 95%nya tau Rp 902.5 juta. Bank C kemudian meminjamkannya lagi ke Bank D, D ke E dst-dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis uang yang tadinya hanya Rp 1 Milyar melalui Fractional Reserve Banking dengan minimum reserve 5 % berpotensi menghasilkan likwiditas berupa uang bank yang besarnya 20 kali lipat atau Rp 20 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak sebaliknya juga terjadi, bila Rp 1 Milyar uang Anda tersebut Anda tarik dari Bank A – maka seluruh system perbankan berpotensi kehilangan likwiditas bukan hanya Rp 1 Milyar melainkan Rp 20 Milyar uang bank yang tercipta melalui system perbankan yang ‘brilliant’ yang disebut Fractional Reserve Banking tersebut !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau banyak orang yang mempunyai uang seperti Anda menarik uangnya rame-rame dari perbankan, pastilah bank yang sekuat apapun akan collapse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang terjadi dalam krisis likwiditas global sekarang bukan karena likwiditas mengalir dari satu tempat ke tempat lain – seperti mengalirnya air, melainkan likwiditas yang tadinya memang tidak ada atau hanya ‘semu’ kembali menjadi tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama system perbankan mengadopsi system Fractional Reserve Banking maka kebangkrutan satu bank akan selalu menyeret seluruh industri perbankan. Atas alasan ini negara-negara di dunia selalu mati-matian menyelamatkan Bank yang lagi bermasalah, karena kalau tidak diselamatkan dampak yang lebih buruk akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bedanya system keuangan perbankan ribawi dengan system Dinar. Dalam system keuangan ribawi – perbankan selalu menjadi awal musibah atau penyebab dalam setiap krisis; ingat krisis di Indonesia 97/98 dan juga krisis di Amerika saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dalam sejarah keuangan berbasis Dinar, Sharf (tempat penukaran uang Dinar di zaman kekhalifahan) sering bertindak menyelamatkan negara dengan memberi pinjaman pada negara pada saat negara mengalami krisis keuangan karena perang dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang saya tawarkan system Dinar untuk mengatasi krisis keuangan global yang sedang terjadi....maka para ekonom yang canggih-canggih akan mentertawakan saya; tetapi karena solusi ribawi yang mereka cari just not exist ... maka hanya waktu-lah yang akan membuktikan bahwa ketika kepepet tidak ada solusi lain – manusia akan selalu kembali ke solusi yang fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS 31:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Direktur Gerai Dinar. Tulisan ini adalah hasil kerjasama www.geraidinar.com dan www.hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-9195369833494509208?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/9195369833494509208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=9195369833494509208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9195369833494509208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9195369833494509208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/kemana-menghilangnya-likwiditas-uang.html' title=''/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-8608130456151014006</id><published>2008-12-18T23:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:08:29.456-08:00</updated><title type='text'>BISNIS PROPERTY OPTIMIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtIVVvxkuI/AAAAAAAAAJ0/HH0dhYVBOrw/s1600-h/1145166476.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtIVVvxkuI/AAAAAAAAAJ0/HH0dhYVBOrw/s200/1145166476.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281394519474016994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--Walaupun dunia masih menghadapi krisis finansial, namun kelompok pengembang dunia tetap optimistis bahwa penjualan apartemen dan hotel di seluruh dunia masih mempunyai prospek yang sangat cerah di masa mendatang. "Kami sangat menyadari bahwa walaupun suasana keuangan saat ini kurang ideal, kami percaya bahwa keunikan produk-produk kami yang cirinya adalah lokasi yang prima dan branding (merek-red) yang terkenal serta layanan Four Seasons, akan memberi insentif kepada pembeli premum yang selalu aktif di lingkungan pasar mana pun juga," kata CEO Las Vegas Sands Corporation Sheldon Adelson dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheldon Adelson mengemukakan hal itu ketika menjelaskan keputusan pemerintah Makao yang menyetujui dipisahkannya Menara Four Seasons apartemen hotel dari komponen kelompok Four Seasons di Cotai Strip lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan bahwa pemisahan itu secara hukum akan memungkinkan perusahaan tersebut memindahkan bangunan hotel apartemen menjadi "cooperative holding company" terpisah dan menjual bagian ini selayaknya unit apartemen dijual di kota New York maupun berbagai lokasi internasional lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetujuan pemerintah Makao ini akan melancarkan jalan bagi perusahaan untuk mengelola aliran dana tunai yang dihasilkan oleh "The Shoppes" di Four Seasons yang merupakan mal mewah seluas 200.000 meter persegi yang juga terletak di kelompok Four Seasons. "Rencana bisnis perusahaan adalah selalu mengantisipasi penjualan apartemen-apartemen di kondominium atau kepemilikan bersama, selain mengelola uang tunai dari mal ritel untuk 'deleverage balance sheet' atau memberikan dana tambahan yang dibutuhkan untuk pembangunan di masa mendatang," kata Adelson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Las Vegas Sands Corporation adalah sebuah perusahaan pengembang tingkat internasional dan operator resor multiguna yang terintegrasi. The Las Vegas berpusat di Nevada, Las Vegas Amerika Serikat yang memiliki dan mengoperasikan berbagai bangunan terkenal seperti The Marina Bay sands di Singapura serta The Venetian Macao Resort-Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan pula bahwa sambil menunggu persetujuan resmi pemerintah Makao, pihaknya telah menerima berbagai pesanan selama beberapa minggu terakhir ini yang mencapai 22 persen atau 65 unit dari proyek tersebut dengan harga rata-rata lebih dari 1700 dolar AS setiap meter persegi. Pesanan ini justru datang dari orang-orang yang tinggal di luar daratan China, Hongkong serta Makao sendiri. Antara/Yto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-8608130456151014006?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/8608130456151014006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=8608130456151014006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8608130456151014006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8608130456151014006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/bisnis-property-optimis.html' title='BISNIS PROPERTY OPTIMIS'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtIVVvxkuI/AAAAAAAAAJ0/HH0dhYVBOrw/s72-c/1145166476.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1720014419352938688</id><published>2008-12-18T22:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:00:47.483-08:00</updated><title type='text'>EKONOMI MIKRO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtGkW8XNJI/AAAAAAAAAJs/gU0IHfL9KSE/s1600-h/1151066151.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtGkW8XNJI/AAAAAAAAAJs/gU0IHfL9KSE/s320/1151066151.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281392578470032530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mikro tak Terpatahkan&lt;br /&gt;By Republika Contributor&lt;br /&gt;Jumat, 19 Desember 2008 pukul 10:15:00&lt;br /&gt;Font Size A A A&lt;br /&gt;Email EMAIL&lt;br /&gt;Print PRINT&lt;br /&gt;Mikro tak TerpatahkanREPUBLIKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sektor usaha mikro, kecil dan menengah mampu bertahan ditengah krisis global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan global menumbangkan perusahaan-perusahaan raksasa di berbagai negara, dan mengancam perusahaan-perusahaan lainnya yang masih bertahan. Dampak krisis itu pun terasa di Indonesia. Berbagai perusahaan besar mengalami kesulitan likuiditas dan berada di bibir kebangkrutan, bahkan ada bank yang sudah dinyatakan bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar mengakibatkan terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). ''Di Amerika pada bulan November saja, sudah ada lebih 500 ribu orang yang di-PHK. Bank Dunia malah memperkirakan, di awal tahun depan, ada 20 juta pengangguran,'' ungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palembang,  Ahad (14/12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tengah meredupnya bisnis perusahaan-perusahaan besar akibat dampak krisis keuangan global, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) banyak yang tetap mampu bertahan, bahkan terus berkembang. ''Sektor UMKM tak terpatahkan oleh krisis keuangan global,'' tegas pemilik jaringan bisnis Ayam Bakar Wong Solo (ABWS) Group, Puspo Wardoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebukan, ketika banyak bisnis besar berguguran, justru banyak usaha mikro, kecil dan menengah yang malah terus tumbuh dan berkembang. Salah satunya adalah ABWS Group, yang mencakup Ayam Bakar Wong Solo, Mie Jogja Pak Karso, Mie Kocok Bandung, Ayam Penyet Surabaya, Nasi Timbel Mang Uha, Sate Kambing Solo, Mie Ayam Kq 5 dan Steak Kq 5. ''Rata-rata setiap dua sampai tiga minggu sekali kami membuka cabang baru Mie Jogja Pak Karso, Mie Kocok Bandung maupun Ayam Penyet Surabaya,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan,  hingga awal Desember 2008, outlet Mie Jogja Pak Karso sudah mencapai 26 cabang, tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. ''Dalam satu tahun ini kami membuka 20 cabang Mie Jogja Pak Karso, dan kami akan terus ekspansi pada tahun depan,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Mie Kocok Bandung yang baru dikembangkan dalam waktu satu tahun saat ini sudah mencapai 18 cabang, tersebar di Jawa dan Sumatera. ''Ayam Penyet Surabaya juga baru kami rintis selama satu tahun dan telah berkembang menjadi 16 cabang, baik di Jawa, Sumatera, maupun Kalimantan,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puspo mengemukakan, di era krisis seperti ini bisnis restoran besar dengan investasi miliaran rupiah kurang menjanjikan. ''Peluang terbesar ada di restoran kecil yang investasinya antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta,'' tandasnya.&lt;br /&gt;Lebih jauh ia menjelaskan, bisnis makanan (restoran) yang punya peluang besar untuk dikembangkan adalah yang mengincar segmen menengah ke bawah;  kapasitas usahanya kecil sehingga investasinya juga kecil; dan dekorasinya pun sederhana, sehingga kelas menengah bawah tidak sungkan datang ke sana. ''Saat ini pembeli terbesar, khususnya restoran, adalah masyarakat menengah ke bawah. Mereka kemampuan finansialnya tidak terlalu besar, tapi jumlahnya sangat banyak, puluhan juta orang. Sedangkan masyarakat menengah ke atas, kemampuan finansialnya tinggi, namun jumlahnya relatif sedikit. Selain itu, mereka itu menuntut penyajian tempat maupun standar pelayanan yang tinggi,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daya tahan tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilik Country Donuts, Khoerussalim mengemukakan, UMKM mampu bertahan dalam situasi dan kondisi krisis karena semuanya serba simpel (sederhana). ''Dari dulu, UMKM itu menjadi penyelamat bangsa dan mempunyai daya tahan yang sangat kuat, karena simpel. Produksinya simpel, tenaganya simpel, bisnisnya juga simpel. Dalam bisnis UMKM, yang memproduksi saya, yang memasarkan saya, yang mendistribusikan saya, yang makan hasilnya juga saya,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di balik alasan simpel tadi, ada hal substansial yang membuat UMKM mampu terus bertahan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. ''Karena mereka harus makan. Para pelaku usaha kecil dan mikro itu berbisnis hari ini untuk makan hari ini. Kalau bisnisnya tidak berputar, mereka tidak bisa makan hari ini. Hal itulah yang membuat usaha kecil dan mikro mempunyai daya survive yang tinggi,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khoerussalim menjelaskan, hal itu tidak hanya berlaku di Indonesia. ''Di mana-mana, usaha kecil dan mikro itu sama. Mereka harus bisa bertahan, karena mereka harus makan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan perusahaan-perusahaan besar. Para pemiliknya mengembangkan usaha bisnis bukan untuk makan, melainkan untuk eksistensi. ''Karena itu mereka melakukan berbagai hal untuk meningkatkan eksistensi dirinya, antara lain melalui portofolio saham,'' jelasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1720014419352938688?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1720014419352938688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1720014419352938688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1720014419352938688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1720014419352938688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/ekonomi-mikro.html' title='EKONOMI MIKRO'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SUtGkW8XNJI/AAAAAAAAAJs/gU0IHfL9KSE/s72-c/1151066151.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4500236187665815726</id><published>2008-12-18T22:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:43:06.408-08:00</updated><title type='text'>KEKUATAN EKONOMI BARU DUNIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;judul : CHINDIA: How China and India&lt;br /&gt;Are Revolutionizing Global Business&lt;br /&gt;Editor : Pete Engardio&lt;br /&gt;Penerbit : McGraw Hill, April 2007&lt;br /&gt;Tebal : 384 Halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir, China dan India (Chindia) telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa sehingga menarik perhatian banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Anda akan mengerti model pertumbuhan yang digunakan masing-masing negara, prediksi ke masa yang akan datang, dan tantangan atau masalah yang masih harus dihadapi kedua negara dalam mengembangkan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibahas juga dampak pertumbuhan Chindia terhadap keunggulan bersaing negara maju, khususnya AS hingga strategi apa yang dapat dilakukan AS untuk mengatasi dampak akibat pertumbuhan kedua negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China punya kemampuan memobilisasi modal dan tenaga kerjanya dan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita sebesar tiga kali dalam satu generasi dan mengurangi kemiskinan bagi 300 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan India yang mewarisi budaya Inggris berhasil mendirikan pusat-pusat penelitian dan pengembangan yang berpengaruh besar dalam perkembangan inovasi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan multinasional seperti Google, HP, GM, Boeing, dan lain-lain memiliki pusat riset mereka di India. Beberapa ilmuwan India bahkan menduduki posisi penting di perusahan-perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak pertumbuhan ekonomi kedua negara ini terhadap dunia menjadi signifikan karena terjadi bersamaan. Jika saja keduanya menyatu, Chindia bakal jadi satu kekuatan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India dengan risetnya diprediksi akan menyusul Jerman menjadi negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia dalam waktu 30 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku ini mengawali buku ini dengan menjelaskan perbedaan fundamental kedua negara, dalam aspek investasi, kekuatan pasar, kekuatan industri, dan budaya bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China bertumpu pada investor asing, India swadaya. China membuka bagi investor asing, sedangkan India lebih terbatas karena lebih mengandalkan kekuatan domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor asing menyebabkan China memiliki infrastruktur yang modern dan baik, sementara India sangat tertinggal dibandingkan China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Pemerintah sangat kuat di China, sedangkan India mengandalkan perusahaan swasta. Kuatnya kendali pemerintah terhadap bisnis menyebabkan bisnis di China memerlukan hubungan baik atau koneksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manajerial China terbatas, karena sebagian besar pejabat perusahaan negara merupakan birokrat, sedangkan perusahaan swasta dipimpin oleh entrepreneur dengan pengalaman bisnis terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membandingkan model yang digunakan kedua negara, penulis memperkirakan India akan memiliki keunggulan yang berkelanjutan dibandingkan China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saat ini kinerja China lebih maju dibandingkan India, tetapi dalam jangka panjang diperkirakan India akan menyusul prestasi China dalam lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China diprediksi sudah akan mencapai puncak pertumbuhan ekonominya (8,8%) dan selanjutnya akan turun sampai 7% pada 2020, dan 4% (2040), sementara India akan meningkat menjadi 7,3% (2010) dan 7% sampai pertengahan 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika AS saja begitu memantau Chindia, maka Indonesia tentu harus bersiap-siap jika tidak semua sektor yang terbiasa bermanja-manja bakal kelabakan digulung kekuatan baru ini. Siapkah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4500236187665815726?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4500236187665815726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4500236187665815726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4500236187665815726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4500236187665815726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/kekuatan-ekonomi-baru-dunia.html' title='KEKUATAN EKONOMI BARU DUNIA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7278881269081222405</id><published>2008-12-17T02:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T02:04:45.750-08:00</updated><title type='text'>KERUGIAN NEGARA DARI PAJAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggelapan Pajak Rugikan Negara Hingga Rp 1,5 Triliun&lt;br /&gt;[Koran Tempo - 29-Nov-2007]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan terus mengusut dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan. Hingga bulan ini, Direktorat Jenderal Pajak sedang menyelesaikan 46 kasus dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 1,586 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Intelijen dan Penyelidikan Direktorat Jenderal Pajak M. Tjiptardjo mengatakan sekitar 25 orang sudah ditahan dan 8 kasus sudah divonis di pengadilan. Kasus ini di luar dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh Asian Agri Grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Subdirektorat Penyidikan Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pontas Pane mengatakan, jika dijumlahkan dengan kerugian sementara penggelapan pajak yang dilakukan Asian Agri, negara dirugikan hingga Rp 2,8 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus yang dilakukan sebagian besar dengan menerbitkan faktur pajak fiktif atau menggelapkan omzet. "Mereka mengecilkan omzet dan biaya sehingga neraca rugi labanya seperti normal," kata Pontas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Direktorat Jenderal Pajak akan mengenakan sanksi bagi pembeli faktur pajak fiktif. "Kami juga akan kejar sebagai tersangka," katanya. Selama ini pembeli faktur pajak fiktif jarang dikenai sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyesalkan vonis pengadilan yang sering kali tak sebanding dengan kerugian negara. Dia mencontohkan kasus penggelapan pajak yang dilakukan oleh Susanto Wijaya dengan kerugian Rp 76 miliar, sedangkan vonisnya hanya 1 tahun 7 bulan penjara dan denda Rp 10 juta. "Sebagai penyidik, kami tidak bisa intervensi dan menjunjung tinggi putusan pengadilan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kasus penggelapan pajak Asian Agri, Pontas menyebutkan sudah ada kemajuan. Namun, dia enggan menjelaskannya. "Nanti saja kalau semuanya sudah selesai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Ditjen Pajak masih mengungkap kasus dugaan penggelapan pajak yang menimpa kelompok usaha Raja Garuda Mas itu. Nilai kerugian negara yang berhasil diungkap mencapai Rp 1,3 triliun. Sekitar 8 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ditjen Pajak menyatakan angka kerugian dan jumlah tersangka masih bisa bertambah lagi karena penyidikan belum tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunanto ES&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7278881269081222405?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7278881269081222405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7278881269081222405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7278881269081222405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7278881269081222405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/kerugian-negara-dari-pajak.html' title='KERUGIAN NEGARA DARI PAJAK'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-3932029033172784045</id><published>2008-12-02T18:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T18:59:28.191-08:00</updated><title type='text'>Raksasa Tidur Yang Malas Bangkit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/STX18Et9ufI/AAAAAAAAAJU/9lNHCuQXUko/s1600-h/mikul.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/STX18Et9ufI/AAAAAAAAAJU/9lNHCuQXUko/s320/mikul.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275392950941891058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12/05/2008 23:31:55 WIB     &lt;br /&gt; Oleh Hari Gunarto dari http://www.madani-ri.com&lt;br /&gt;  JAKARTA, Investor Daily&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional 20 Mei, Investor Daily mengulas kinerja berbagai sektor ekonomi, juga di bidang politik dan hukum. Tulisan disajikan berseri mulai 12 Mei hingga 18 Mei.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Masihkah relevan kah kita bermimpi bahwa Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar keenam atau ketujuh di dunia dalam beberapa dekade ke depan, sebagaimana diramalkan sejumlah lembaga ternama? Di manakah posisi Indonesia ketika seluruh negara di dunia kini sibuk membangun fondasi dan pilar ekonomi domestiknya?&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Selamat kah negeri ini dari arus pusaran krisis energi dan pangan global, ketika fundamental makro dan sektor finansial yang menjadi benteng terakhir mulai rapuh? Ke mana hiruk pikuk reformasi yang meletihkan ini bakal berujung?&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Sederet pertanyaan itu layak kita renungkan saat bangsa Indonesia tengah memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Sebuah rentang usia yang mestinya membuat negeri ini memiliki performa jauh lebih spektakuler dari yang dicapai sekarang.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Nyatanya, Indonesia masih dibekap belenggu yang sama, berkubang dalam lumpur masalah klasik serupa. Bangsa ini masih digayuti tingginya angka kemiskinan, pengangguran, kesenjangan ekonomi, ancaman krisis ekonomi kedua, iklim investasi yang kurang kondusif, merajalelanya pungutan liar yang memicu high cost economy, otonomi yang kontraproduktif, ketidakpastian hukum, budaya korupsi yang menggurita, reformasi birokrasi yang lamban, dan segunung persoalan kronis lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih Tertinggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila memotret berbagai indikator ekonomi yang ada, Indonesia tampak semakin tertinggal dibanding bangsa lain. Sebut saja dalam indeks daya saing global, Indonesia berada di peringkat 54 dunia, kalah dari Filipina, India, dan Tiongkok. Dalam hal kemudahan berbisnis, Indonesia hanya menempati urutan 123, kalah dari negara ‘ecek-ecek’ macam Papua Nugini, Sri Lanka, Banglades, dan Pakistan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk indeks daya saing pariwisata, kita hanya mencapai peringkat ke-80, di bawah Sri Lanka, India, Malaysia, dan Thailand. Indonesia masih tak lepas dari cap negeri korup. Dari 179 negara yang disurvei Transparency International, RI terkorup nomor 10.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam berbagai indikator ekonomi, prestasi Indonesia tergolong lamban, sementara banyak negara tetangga membuat lompatan mengagumkan. Termasuk negara-negara senasib yang dilanda krisis 1997/98, banyak yang performanya kini lebih impresif ketimbang Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Negara tetangga yang kena krisis cepat bangkit karena diobati dengan benar, sedangkan kita salah terapi,” ungkap Direktur Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila kita tarik ke tahun 1990, PDB per kapita Indonesia mencapai US$ 699. Pada 2007, nilainya mencapai US$ 1.946 atau naik 178%. Tiongkok, yang PDB per kapitanya pada 1990 baru separuh Indonesia, yakni US$ 339, kini menembus US$ 2.460 atau melonjak 625%. Untuk periode yang sama, PDB per kapita Korea Selatan meningkat 219%, sedangkan Malaysia 185,5%. Dari sisi nominal, PDB negara-negara itu jauh di atas Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perkembangan ekspornya juga mengagumkan. Ekspor Malaysia melonjak 500% (dari US$ 29 miliar menjadi US$ 176,9 miliar). Nilai ekspor Tiongkok bahkan meroket hingga 1.861%, dari US$ 62 miliar menjadi US$ 1.218 miliar. Sedangkan Indonesia naik dari US$ 25,5 miliar menjadi US$ 114 miliar atau naik 347%.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Prestasi paling mencengangkan adalah cadangan devisa. Tiongkok per 2007 mengantungi devisa US$ 1.528 miliar (naik 5.062% dari tahun 1990). Malaysia naik 995% menjadi US$ 102 miliar. Sedangkan Indonesia baru memiliki cadangan devisa US$ 59 miliar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Distorsi Politik-Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para ekonom, pengamat, dan pengusaha yang dihubungi Investor Daily membeberkan berbagai analisis kenapa geliat ekonomi Indonesia begitu lamban. Purbaya berpendapat, biang keladinya adalah kebijakan saat Indonesia diterpa krisis 1997. Dia menilai penanganan kebijakan fiskal dan moneternya keliru. Hal itu menyeret kurs, sektor perbankan, dan sektor riil hancur sekaligus.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Menteri Negara PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan, Indonesia tengah mengalami perubahan besar di segala bidang yang disebut big bang. ”Tak ada negara di dunia yang mengalami reformasi sekaligus. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untung kita utuh tak tercerai berai,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat menilai, pembangunan ekonomi pascareformasi tidak dilakukan secara konsisten. ”Ada distori-distorsi politik dan ekonomi yang membuat kebijakan ekonomi tidak jalan. Selama 10 tahun ini, ada pergantian empat presiden, tapi yang dikorbankan sektor ekonomi,” tutur Hidayat.&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sandiaga Uno. Dia berharap para pemimpin menyepakati dulu gambaran besar kebijakan ekonomi. ”Ini PR besar bangsa ini. Ingat, sebelum krisis, negara kita adalah salah satu macan Asia,” tegasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, saat dunia dilanda krisis energi dan pangan, Indonesia gagal memanfaatkan momentum. Potensi sumber alam di bidang energi dan pertanian yang berlimpah ruah tak tergarap maksimal. ”Padahal, kenaikan harga komoditas dan energi ini sebetulnya keuntungan bagi kita sebagai negara yang kaya SDA,” kata Sandiaga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menyebut booming harga minyak dan tambang hanya dinikmati pengusaha di sektor tersebut. ”Yang jelas, sejak reformasi, kualitas hidup masyarakat memburuk. Tingkat kesehatan buruk. Mutu pendidikan tak jauh berbeda dari 10 tahun lalu,” ungkapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, Indonesia masih harus membangun berbagai hal. “Itu misi kami sebagai pembuat keputusan, pelaku ekonomi, dan masyarakat untuk membangun Indonesia seperti yang dimaui,” ujarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rahasa mengatakan, pemerintah telah membuat banyak kemajuan dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Indonesia telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan per kapita, produksi domestik bruto serta devisa telah melampaui US$ 50 miliar.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mensinergikan Kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski dicengkeram aneka persoalan pelik dan akut, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi tangguh dunia yang disegani. Berbagai kalangan meyakini bahwa Indonesia adalah raksasa tidur, namun tergolong lamban dan malas untuk bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para ekonom sependapat, bahwa di atas kertas, mimpi Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor enam atau tujuh sebagaimana diramalkan beberapa lembaga bisa menjadi realita. Goldman Sach, bank investasi papan atas AS, memprediksi Indonesia menjadi kekuatan nomor tujuh di dunia setelah Tiongkok, AS, India, Brasil, Meksiko, dan Rusia. Indonesia masuk dalam gerbong E-7 (The Emerging Seven), yang bakal mengungguli kekuatan ekonomi negara-negara maju G-7.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan, PricewaterhouseCoopers (PwC) menempatkan Indonesia peringkat keenam ekonomi dunia setelah AS, Tiongkok, India, Jepang, dan Brasil pada 2050. Menurut Yayasan Indonesia Forum — beranggotakan pengusaha dan ekonom ternama –Indonesia bakal masuk jajaran lima besar (the big five) ekonomi dunia pada 2030 dengan pendapatan per kapita US$ 18.000. Pada saat itu, sedikitnya 30 perusahaan Indonesia diharapkan masuk daftar Fortune 500 Companies.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk menuju ke sana, ada berbagai prasyarat yang meski ditempuh. Agenda mendesak yang perlu dituntaskan adalah mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Kalangan ekonom mendesak pemerintah memperbesar anggaran untuk infrastruktur dan proyek-proyek padat karya. Janji land reform dengan membagi 9,6 juta ha lahan harus segera direalisasikan. Pemberdayaan UMKM harus diakselerasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Purbaya Yudhi Sadewa minta pemerintah investasi besar-besaran di bidang sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan. ”Ini penting untuk persiapan 20-30 tahun ke depan,” kata dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal lain yang harus dilakukan adalah koordinasi antara pusat dan daerah. Pemerintah harus tegas memangkas perda bermasalah. Paket-paket kebijakan yang sudah diterbitkan harus diimplementasikan agar tercipta iklim investasi yang kondusif. Segala bentuk hambatan investasi mutlak harus dikikis. ”Kebijakan pemerintah sudah probisnis, cuma lemah di implementasi,” kata MS Hidayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Strategi dan pemetaan berbagai sektor unggulan harus dijalankan secara konsisten. Sebagai contoh, di sektor industri, Kadin Indonesia telah menetapkan sepuluh klaster industri unggulan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri maju dan bangsa niaga tangguh pada 2030. Sektor energi, tambang, dan agribisnis yang diprediksi tetap berjaya di masa depan, perlu digarap intensif dan didorong menjadi industri yang bernilai tambah tinggi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dekan Fakultas Ekonomi UI Bambang Brojonegoro menilai, perlu komitmen para pemimpin dan elite untuk mensinergikan berbagai kekuatan yang dimiliki Indonesia. “Penduduk kita besar. Demikian juga SDA dan keindahan alamnya. Potensi luar biasa itu harus dioptimalkan,” tuturnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penegakan hukum juga menjadi pembuka jalan bagi kepesatan ekonomi. Pengalaman empiris banyak negara mengajarkan betapa menjadikan hukum sebagai panglima bakal menorehkan hasil luar biasa dalam kemajuan ekonomi. Singapura, Tiongkok, dan Finlandia adalah potret negara yang pesat perekonomiannya karena gigih memberangus korupsi. Paul Krugman, ekonom dunia dengan teori-terori hebat, pernah berpesan, jika Indonesia ingin segera recovery dari krisis, hal pertama yang harus dilakukan adalah penegakan hukum.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Para ekonom dan pengusaha sepakat bahwa Indonesia memiliki seperangkat modal dasar, yang bila kekuatannya diintegrasikan akan mampu membawa kemakmuran bangsa. Resultan elemen-elemen kekuatan yang kini terserak laksana mozaik akan menghasilkan sinergi, sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya.  (raj/nur/idi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-3932029033172784045?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/3932029033172784045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=3932029033172784045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3932029033172784045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3932029033172784045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/12/raksasa-tidur-yang-malas-bangkit.html' title='Raksasa Tidur Yang Malas Bangkit'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/STX18Et9ufI/AAAAAAAAAJU/9lNHCuQXUko/s72-c/mikul.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1409253141530927385</id><published>2008-11-23T23:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T23:53:53.042-08:00</updated><title type='text'>Kobe Beef</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Rhenald Kasali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber http://www.geocities.com/big_bang_inspiration/rhenald.htm&lt;br /&gt;Minggu lalu saya mampir di Osaka untuk mengantarkan mahasiswa program doktoral kami, Putu Ary Suta, untuk melakukan presentasi makalah ilmiahnya di Kobe University. Selain itu, bersama Rektor UI, hari itu kami menandatangani kesepakatan kerjasama untuk membangun semacam aliansi antara program kami dengan Kobe. Dengan begitu, kita bisa saling melakukan pertukaran pengetahuan, saling mengirim pengajar maupun mahasiswa dalam melakukan riset dan bimbingan. Dari Kobe, saya dengan team berangkat ke Puerto Rico dan Illinois untuk melakukan penjajakan kerjasama. Kalau tak ada halangan, dalam waktu dekat akses pada universitas-universitas terkemuka akan semakin terbuka bagi mahasiswa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal menarik yang secara akademik dapat saya ceritakan. Apalagi di Puerto Rico kami bertemu dengan ahli strategic management yang memperkenalkan konsep-konsep baru. Di sana ada Richard D'aveny yang menulis buku Hypercompetition , Pangkaj Gemawat, Bala Chaknavati, dan sebagainya. D'aveny bahkan berjanji tahun depan akan mampir ke UI untuk memberikan ceramah. Tetapi yang menarik perhatian saya tentu saja bukan melulu hal-hal yang bersifat ilmiah. Di Jepang, dalam suatu jamuan makan malam, kolega saya, Prof. Frutani, yang sudah 30 tahun bekerja untuk Sumitomo malah mempersoalkan bagaimana Jepang eksis dalam menghadapi persaingan secara praktis. Ia tak lagi bercerita tentang Sony, Matsushita, atau Toyota melainkan Kobe Beef.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kobe Beef adalah daging sapi yang dibuat tanpa strategi, katanya. Kami memang sempat mencicipinya, dan Masya Allah, sulit sekali mempercayainya. Dagingnya enak dan lembut sekali. Di sebuah restoran kecil di Kobe, kebetulan tamunya hanya team kami saat itu, sehingga saya bebas menggali segala sesuatu tentangnya. Menurut si pemilik, daging Kobe dikenal karena sapinya minum beer. Sulit saya mempercayainya karena harga sebotol beer sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, awalnya adalah suatu kebetulan. Seseorang menawarkan memberi minum beer kepada pemilik sapi. Konon sebelum era Edo, orang-orang Jepang dilarang makan hewan berkaki empat. Mereka cuma makan hasil laut, ayam dan burung-burungan. Tapi ketika Jepang membuka diri dan orang-orang asing berdatangan, mereka mulai berkenalan dengan sapi karena mereka ingin makan daging. Mereka mulai memperdagangkan daging sapi. Tetapi suatu ketika, seorang pemilik pabrik minuman ingin memberikan beernya kepada sapi-sapi tetangganya dan ternyata sapi-sapi itu doyan pula. Lama-lama pemilik pabrik beer itu ikut-ikutan membeli sapi dan memeliharanya. Karena sayang dengan sapi-sapi itu, ototnya dipijat-pijat setiap hari. Belakangan diketahui pijatan-pijatan itu mampu membuat sapi menjadi relaks dan otot-ototnya tidak kaku. Dan ketika disembelih, baru ketahuan betapa nikmatnya daging sapi yang minum beer dan dipijat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah Kobe Beef dibuat tanpa strategi? Tentu saja tidak 100%. Asosiasi usaha di era sekarang, secara konseptual disebut Michael Porter sebagai Institute for Collaboration (IFC). Dalam konsep cluster, IFC punya peran yang sangat besar merumuskan strategi. Kalau perusahaan-perusahaan bisnis dikelola dengan sangat baik, tetapi IFC dan negaranya malas, competitiveness yang dimiliki oleh suatu badan usaha akan menjadi sangat pincang. Akibatnya, mereka bisa pindah mencari lokasi di daerah atau negara-negara lain yang pemerintahannya juga kompetitif. Di Kobe, pemerintah daerah bersama-sama dengan IFC segera menciptakan strategi itu. Dalam buku terbarunya (Trout on Strategy) , Jack Trout menandaskan, “Strategy is all about being different” . Selain itu ia juga menandaskan bagaimana suatu product dibuat dapat juga dijadikan unsur pembeda yang penting. IFC di Kobe mengambil peran itu. Salah satunya adalah menciptakan standard quality . Untuk disebut sebagai Kobe Beef, mereka menyepakati 18 checking points,/i&gt;. Mereka memeriksa kelembutan, tekstur, warna, kadar air, dan sebagainya. Begitu salah satu tidak terpenuhi, ia tidak dapat dijual sebagai Kobe Beef dan harganya jatuh sebagai komoditi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tahu berapa harga sepotong daging steak Kobe Beef? Benar, harganya bisa tujuh hingga sepuluh kali lipat daging biasa. Maka kala tak cukup punya uang, jangan sekali-kali memesannya, bisa pusing kepala.&lt;br /&gt;Saya memikirkan ribuan produk-produk hasil alam buatan Indonesia yang semakin hari harganya semakin terpuruk di sini. Tidak adakah cara bagi kita untuk memperbaiki daya saingnya dengan hal-hal seperti di atas? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1409253141530927385?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1409253141530927385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1409253141530927385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1409253141530927385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1409253141530927385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/11/kobe-beef.html' title='Kobe Beef'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-3114151987218333745</id><published>2008-11-23T22:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T22:18:30.387-08:00</updated><title type='text'>KONSEP UANG DAN MODAL DALAM ISLAM</title><content type='html'>Monday, 21 April 2008&lt;br /&gt;Konsep Uang dan Modal dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan Abidin Basri (Pembantu Ketua STEI Tazkia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas yang lazim digunakan di zaman sekarang disebut fiat money. Dinamakan demikian karena kemampuan uang untuk berfungsi sebagai alat tukar dan memiliki daya beli tidak disebabkan karena uang tersebut dilatarbelakangi oleh emas.&lt;br /&gt;Dulu uang memang mengikuti standar emas (gold standard). Namun rezim ini telah lama ditinggalkan oleh perekonomian dunia pada pertengahan dasa warsa 1930-an (Inggris meninggalkannya pada tahun 1931 dan seluruh dunia telah meninggalkannya pada tahun 1976). Kini uang kertas menjadi alat tukar karena pemerintah menetapkannya sebagai alat tukar. Sekiranya pemerintah mencabut keputusannya dan menggunakan uang dari jenis lain, niscaya uang kertas tidak akan memiliki nilai sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kalangan yang ragu-ragu atau bahkan tidak tahu hukum uang kertas ditinjau dari sisi syariah. Ada yang berpendapat bahwa uang kertas tidak berlaku riba, sehingga kalau orang berutang Rp. 100.000,00 kemudian mengembalikan kepada pengutang sebanyak Rp. 120.000,00 dalam tempo tiga bulan, maka tidak termasuk riba. Mereka beranggapan bahwa yang berlaku pada zaman Nabi SAW adalah uang emas dan perak dan yang diharamkan tukar-menukar dengan kelebihan adalah emas dan perak, karena itu uang kertas tidak berlaku hukum riba padanya. Jawabannya dapat kita cari dari penjelasan yang lalu bahwa mata uang bisa dibuat dari benda apa saja, termasuk kulit unta, kata Umar bin Khattab. Ketika benda itu ditetapkan sebagai mata uang sah, maka barang itu berubah fungsinya dari barang biasa menjadi alat tukar dengan segala fungsi turunannya. Jumhur ulama sepakat bahwa illat dalam emas dan perak yang diharamkan pertukarannya kecuali serupa dengan serupa, sama dengan sama, oleh Rasulullah SAW adalah karena “tsumuniyyah” , yaitu barang-barang tersebut menjadi alat tukar, penyimpan nilai di mana semua barang ditimbang dan dinilai dengan nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena uang kertas secara de facto dan de jure telah menjadi alat pembayaran sah, sekalipun tidak dilatarbelakangi lagi oleh emas, maka kedudukannya dalam hukum sama dengan kedudukan emas dan perak yang pada waktu Alquran diturunkan merupakan alat pembayaran yang sah. Karena itu riba belaku pada uang kertas. Uang kertas juga diakui sebagai harta kekayaan yang harus dikeluarkan zakat dari padanya. Zakatpun sah dikeluarkan dalam bentuk uang kertas. Begitu pula ia dapat dipergunakan sebagai alat untuk membayar mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Modal dalam Perspektif Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Modal yang dalam bahasa Inggrisnya disebut capital mengandung arti barang yang dihasilkan oleh alam atau buatan manusia, yang diperlukan bukan untuk memenuhi secara langsung keinginan manusia tetapi untuk membantu memproduksi barang lain yang nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara langsung dan menghasilkan keuntungan (Lihat, William N. Loucks and J. Weldon Hoot, Lihat, William N. Loucks and J. Weldon Hoot, Comparative Economic Systems, hal. 19 Comparative Economic Systems Lihat, William N. Loucks and J. Weldon Hoot, Comparative Economic Systems, hal. 19, hal. 19). Secara fisik terdapat dua jenis modal yaitu fixed capital dan circulating capital. Fixed capital seperti gedung-gedung, mesin-mesin atau pabrik-pabrik,; yaitu benda-benda yang ketika manfaatnya dinikmati tidak berkurang eksistensi substansinya. Adapun circulating capital seperti: bahan baku dan uang ketika manfaatnya dinikmati, substansinya juga hilang. Perbedaan keduanya dalam syariah dapat kita lihat sebagai berikut. Modal tetap pada umumnya dapat disewakan, tetapi tidak dapat dipinjamkan (qardh). Sedangkan modal sirkulasi yang bersifat konsumtif bisa dipinjamkan (qardh) tetapi tidak dapat disewakan. Hal itu karena ijarah dalam Islam hanya dapat dilakukan pada benda-benda yang memiliki karakteristik, substansinya dapat dinikmati secara terpisah atau sekaligus. Ketika sebuah barang disewakan, maka manfaat barang tersebut dipisahkan dari yang empunya. Ia kini dinikmati oleh penyewa, namun status kepemilikannya tetap pada si empunya. Ketika masa sewa berakhir, barang itu dikembalikan kepada si empunya dalam keadaan seperti sediakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang tidak memiliki sifat seperti ini. Ketika seseorang menggunakan uang, maka uang itu habis. Kalau ia menggunakan uang itu dari pinjaman, maka ia menanggung utang sebesar jumlah yang digunakan dan harus mengembalikan dalam jumlah yang sama (mitsl) bukan substansinya (a’in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Return on Capital&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas nyatalah bahwa barang modal yang masuk dalam kategori tetap seperti kendaraan, mobil, bangunan, atau kapal akan mendapatkan return on capital dalam bentuk upah sewa jika transaksi yang dipergunakan adalah ijarah. Di samping itu barang-barang modal ini dapat juga mendapatkan return on capital dalam bentuk bagian dari laba (profit) jika transaksi yang dipergunakan adalah musyarakah atas dasar kaidah “Suatu barang yang dapat disewakan, maka barang tersebut dapat dilakukan musyarakah atasnya.” Ini telah dilakukan oleh kaum muslimin dari zaman dulu misalnya dalam transaksi muzara’ah. Dalam akad ini si empunya tanah menyediakan tanah untuk digarap oleh penggarap. Keuntungan yang dihasilkan dari usaha ini dibagi dua sesuai dengan kesepakatan, misalnya 50:50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan fixed capital, circulating capital (dalam hal ini uang) tidak akan mendapatkan return on capital dalam bentuk upah sewa seperti dalam ijarah. Karena uang dalam Islam bukan komoditas yang bisa disewakan atau dijualbelikan dengan kelebihan. Ia dibutuhkan sebagai alat tukar saja. Tetapi ia memiliki return on capital bila dikembangkan dalam bentuk akad mudharabah. Ia juga dapat dipinjamkan (qardh) tetapi tidak diperbolehkan pengembaliannya melebihi pokoknya. Kelebihan demikian masuk dalam kategori riba. Wallahu a’lam bis-Shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-3114151987218333745?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/3114151987218333745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=3114151987218333745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3114151987218333745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3114151987218333745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/11/konsep-uang-dan-modal-dalam-islam.html' title='KONSEP UANG DAN MODAL DALAM ISLAM'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-855531224520133132</id><published>2008-11-06T19:29:00.001-08:00</published><updated>2008-11-06T19:31:42.580-08:00</updated><title type='text'>ROTI BUSUK MANAGEMENT - GEDE PRAMA-</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DARI:http://lenterahati.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah perusahaan Jepang yang mengundang saya sebagai nara sumber, seorang eksekutif puncaknya sempat berargumen lama tentang sinyalemen yang saya sebut dengan berfikir ala kaca spion. Berjalan ke depan namun senantiasa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa memaklumi, kalau banyak rekan dari Jepang yang tidak setuju dengan hal terakhir. Secara lebih khusus, karena mereka sudah memiliki tradisi yang lama dan panjang tentang kegemaran mengutak-atik data yang telah lewat. Jangankan mengambil keputusan, bermain golf saja mereka disertai dengan data- data score cards masa lalu. Dalam bingkai berfikir ala kaca spion ini, satu- satunya cara untuk bisa hidup di hari ini, dan selamat di hari esok adalah dengan jalan mempelajari apa yang sudah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua mengingatkan saya, pada keyakinan-keyakinan yang ditanamkan secara berlebihan oleh kaum empiris dalam ilmu pengetahuan. Manajemen, melalui sejumlah tokohnya seperti Taylor yang menciptakan scientific management, juga terkena sindroma kaca spion. Kelompok Aston yang menjadi salah satu cikal bakal pendekatatan kontingensi - yang memiliki banyak sekali penganut sampai sekarang dalam dunia manajemen - juga membangun argumennya di atas kaca spion. Diktum ’structure follows strategy’ yang pernah dikemukakan seorang guru besar Harvard, serta memiliki penganut sampai sekarang, juga dibangun di atas tumpukan data masa lalu yang mengagumkan. Administrative Science Quarterly- sebuah jurnal manajemen berpengaruh yang diterbitkan MIT, dan penulisnya kebanyakan bergelar Ph.D sangat kuat diwarnai oleh penelitian-penelitian empiris yang amat mereka banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang saya ingin membawa persoalan ini ke dalam pengandaian makan roti. Semua orang saya yakin - termasuk Taylor, kelompok Aston, Alfred Chandler serta pananggung jawab Administrative Science Quarterly - lebih menyukai roti yang fresh from the oven. Tidak ada yang mau memakan roti busuk hasil simpanan bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan makan roti, manajemen yang lahir dari kumpulan data masa lalu, tidak membuat kepala manusia menjadi fresh. Tidak tertutup kemungkinan, malah membuat kepala kita menjadi roti busuk yang tidak berguna. Ini bisa terjadi - sebagaimana sudah sering saya tulis - karena semakin sedikit sejarah yang muncul dalam bentuk pengulangan. Sebagaimana sebuah pepatah Cina : ‘we can not step into the same river twice’. Sebab, sebagaimana sungai, kehidupan setiap detik berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, di manapun orang belajar manajemen secara formal, senantiasa dihadapkan pada ribuan kaca spion. Ada kaca spionnya Drucker, Porter, Kotler, Ohmae, Mintzberg dan ribuan kaca spion sejenis. Bila kaca spion ini dibuat di tahun 1990-an masih mending. Tidak sedikit yang lapuk karena ditulis di tahu 50-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau Robert M.Pirsig - penulis novel Zen and The Art of Motorcycle Maintenance yang disebut Time sebagai unforgetable trip - pernah menulis : ‘Isaac Newton ia a very good ghost. One of the best. Your common sense is nothing more than the voices of thousands and thousands of these ghost from the past’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tidak hanya manajemen yang dirasuki ‘hantu’ masa lalu. Semua sendi-sendi ilmu pengetahuan - meminjam argumen Pirsig - juga dirasuki oleh ‘hantu-hantu’ terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu saja bertanya, kalau demikian kemana kita harus menoleh ? Terus terang, saya memang bukan pemegang bola kristal yang langsung bisa menunjuk sebuah jurus atau kiat. Di kolom ini, tugas saya lebih dekat dengan upaya menggoyahkan apa yang telah mapan dan membelenggu. Untuk kemudian, kembali ke dunia pengamatan yang segar dan jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada banyak cara untuk sampai ke tataran fresh mind. Namun, sangat penting untuk membersihkan fikiran dari ‘kotoran-kotoran’ masa lalu. Saya memilih untuk menantang dan mempertanyakan semua otoritas masa lalu - termasuk otoritas yang saya pernah buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peserta seminar dalam topik Crazy Times Call For Crazy People, pernah bertanya ke saya tentang skenario ke depan. Jawaban warasnya, siap-siaplah kita berhadapan dengan perekonomian yang dibangun di atas perusahaan-perusahaan skala menengah. Jawaban ‘gila’-nya - dan ini yang lebih saya rekomendasikan - berfikirlah keluar dari segala bentuk skenario. Dalam dunia fresh mind, tidak diperlukan skenario. Apa lagi skenario ‘jika-maka’. Yang ada hanyalah melihat tanpa mengkerangkakan. Mengutip sebuah pepatah Zen, sebesar apapun telunjuk yang digunakan untuk menunjuk bulan, tetap tidak akan bisa mewakili wajah bulan yang sebenarnya. Demikian juga dengan skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam argumen guru meditasi saya di Inggris sana : ‘jumping into the unknown, dying from all the pasts and future ideals, live the present just as they are’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, diperlukan keberanian untuk melompat ke wilayah fikiran yang tidak diketahui. Mati dari masa lalu dan idealitas masa depan. Serta hidup di masa kini sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pangandaian semula tentang makan roti, inilah yang saya sebut dengan roti manajemen yang fresh from the oven. Bukan roti majajemen busuk yang sudah lama membuat kita terkejut, terkaget dan hidup asing dari masa kini yang senantiasa segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ini hanyalah sekumpulan fikiran yang kerap disebut utopis oleh sejumlah orang - terutama kaum empiris. Mereka yang membenci ketidakjelasan ini, bahkan menyebut saya makar dan provokator. Namun, dibandingkan dimakari dan diprovokator oleh kecenderungan, saya lebih memilih untuk memprovokator dan memakari fikiran-fikiran saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konosuke Matsushita, Thomas J. Watson, Bill Gates, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Lady Diana, Ibu Theresa, Cory Aquino, Winston Churchill adalah sebagian kecil dari deretan manusia yang menjadi provokator dan tukang makar bagi fikiran-fikirannya sendiri.http://www.blogger.com/img/blank.gif&lt;br /&gt;Tambah Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga saya harapkan bisa menjadi provokator dan tukang makar tidak hanya bagi fikiran Anda, tetapi juga bagi fikiran gombal yang menjadi fundamen tulisan ini. Tanpa itu, kita hanya mengulangi sejarah manajemen yang berjalan sudah amat lama dan panjang : memakan roti busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-855531224520133132?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/855531224520133132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=855531224520133132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/855531224520133132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/855531224520133132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/11/roti-busuk-management-gede-prama.html' title='ROTI BUSUK MANAGEMENT - GEDE PRAMA-'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7512491720726757565</id><published>2008-11-03T00:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T00:50:57.128-08:00</updated><title type='text'>PEMBENTUKAN MENTAL</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu sebuah klub sepak bola Inggris bertandang ke Indonesia untuk mengisi waktu liburan, ketika itu pemain terbaik klub tersebut ditarik ke negara masing-masing untuk mengikuti pertandingan Piala Eropa 2008. Meski tanpa pemain terbaiknya, bahkan pemain yang ada main asal-asalan, ternyata bisa menang telak melawan Tim Nasional Indonesia yang menurunkan seluruh pemain terbaiknya dan bermain habis-habisan. Kekalahan telak itu telah dialami secara beruntun dengan negara manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kekalahan Tim Indonesia itu terjadi justeru sejak di luar lapangan sudah mengalami kekalahan, tidak hanya itu suporter yang datang juga tidak berharap timnya menang, mereka hanya ingin melihat pemain Eropa yang selama ini hanya disaksikan lewat televisi. Artinya penonton sendiri juga telah kalah di luar lapangan, dengan menyadari akan kelemahan bahkan rendahnya kualitas kesebelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di laga Piala Eropa bisa kita saksikan beberapa negara kecil dengan sistem persepakbolaannya yang tidak cukup maju bisa menggilas raksasa sepak bola, seperti Kroasia menggasak Jerman, Swis menyingkirkan Inggris dari pertandingan bergengsi Eropa ini. Turki bisa menjungkalkan Polandia. Ini tidak lain karena mental mereka telah dibina, tidak hanya mental pemain, tetapi juga mental para pengurus sepak bola nasionalnya. Ini karena pemerintahnya memang memiliki mental baja demikian juga rakyatnya memiliki optimisme menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sememntara bangsa kita semakin hari semakin dihinggapi mental inlander. Justru semakin terpelajar menjadi semakin inlander. Mereka mengangap bangsa kulit putih Eropa sebagai segalanya, dan harus tunduk, tidak hanya secara politik, tetapi juga secara budaya. Kelompok terpelajar baik yang ada di perguruan tinggi, media massa, militer dan politik hanya mau mendengar pendapat para konsultan asing, sama sekali mengabaikan kemampuan bangsa sendiri. Ketakutan pada bangsa bule sangat kelihatan, pelayanan terhadap mereka selalu diutamakan, sementara bangsa sendiri dinomorduakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masa kebangkitan hingga masa perjuangan kemerdekaan sampai masa awal kemerdekaan yang dilakukan oleh para aktivis pergerakan adalah membangun mental rakyata atau bangsa Indonesia yang dikenal dengan character building (pembentukan karakter) agar mereka sadar sebagai bangsa yang terhormat, bukan bangsa budak. Dengan kesadaran sebagai bangsa yang bermartabat itu mereka berani menuntut keadilan dan menuntut kemerdekaan dan memperjuangkannya dengan penuh risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bangsa yang memiliki karakter yang bisa berdiri setara dengan bangsa lain, selama masih bermental inlander maka bangsa ini tidak bisa memperoleh kemajauan, walaupun pendidikan telah menyebar luas. Sebab nantinya setelah belajar mereka hanya akan menjadi buruh atau pelayan. Tidak menjadi majaikan bagi bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki mental merdeka, bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan disegani, sebab mereka bisa menentukan nasib sendiri, berani mengambil keputusan sendiri sesuai dengan aaspirasi rakyat dan bangsanya. Tidak lagi didikte oleh bangsa lain yang ingin merebut kekuasaan dan kekayaan negara. Dengan kemandirian itu bangsa ini akan menjadi bangsa yang disegani, karena bisa mendiri tidak hanya secara politik tetapi juga bisa mandiri secara ekonomi. Kemandirian itu bisa dimiliki kalau memang punya mental mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia, tetapi para pemimpinnya selalu meminta batuan kemana-mana. Setiap menjalankan program tidak pernah dibiayai dan dilaksanakan sendiri, tetapi selalu mengutang atau digadaikan pada bangsa lain. Bahkan untuk mendidik bangsanya sendiri dilakukan dengan mengemis beasiswa pada bangsa lain. Untuk menjalankan roda politik dan pemerintahan juga meminta dana pada bangsa lain. Tidak berusaha mendanai sendiri, agar punya kemandirian dalam mengambil keputusan. Mental pengemis, mental calo sudah terlalu dalam menjangkiti bangsa kita, tidak hanya kalangan pemimpin politik, tetapi telah menjangkiti semua level kepemimpinan, masyarakat dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan mental yang mandiri, tegas, mau berkorban dan bermoral. Dan tidak kalah pentingnya mesti memiliki mental pemimpin dan mental juara, ini merupakan kunci pembangunan bangsa ini. Karena itu semestinya pendidikan nasional diarahkan ke sana. Sementara ini pendidikan nasional masih diarahkan pada penciptaan tenaga kerja, sehingga mengabaikan perbaikan moral dan pembentukan mental bangsa. Reorientasi pendidikan nasional menjadi sangat mendesak guna membangun bangsa ini. Karena dalam lembaga pendidikan itulah nilai-nilai, pengabdian, kejujuran dan perjuangan diwariskan dan disebarluaskan kepada seleuruh warga bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari permainan kesebelasan itu kita bisa mengambil ibarat, mengambil pelajaran dan contoh, bagaimana dengan mental baja yang penuh perjuangan sebuah kesebelasan dari negara yang tidak diunggulkan, tetapi mampu mengimbangi negara raksasa, bahkan diantaranya mampu mengalahkan secara telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meperoleh kemajuan dan kemenagan pertama kali yang harus dibangun adalah mentalnya, dari situ kemudian timbul semangat berjuang, karena memiliki harapan dan memilikimpeluang untuk maju, untuk menang. Kalau dulu kita tidak dibekali semangat juang, tidak dibekali pengorbanan, tentu tidak akan menjadi bangsa merdeka. Tetapi mental mandiri, mental merdeka dan perjuangan itu mulai redup, karena itu eksistensi kita juga ikut redup. Itu yang perlu dibenahi saat ini dengan upaya membangun kembali mental bangsa melalui pendidikan, melalui lembaga politik dan lembaga kebudayaan termasuk dengan menggunakan lembaga keagamaan. (Abdul Mun’im DZ)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7512491720726757565?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7512491720726757565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7512491720726757565' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7512491720726757565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7512491720726757565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/11/pembentukan-mental.html' title='PEMBENTUKAN MENTAL'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7415180005378660227</id><published>2008-10-29T02:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T02:16:26.917-07:00</updated><title type='text'>Prinsip Robert Kiyosaki - di Indonesia</title><content type='html'>Menguji Prinsip Investasi Kiyosaki di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: IR. TONY EDDY, MBA, MSC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Jakarta dihebohkan seminar Robert T. Kiyosaki yang intinya megajarkan kita menjadi kaya raya. Uang yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Begitu indahnya slogan tersebut hingga ribuan orang menghadiri seminar di Jakarta Convention Center itu. Banyak dari mereka yang berprofesi sebagai agen asuransi, agen properti, broker saham, bahkan juga terlihat tokoh pemasaran Hermawan Kartajaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti yang diajarkan adalah bagaimana mengelola cash flow. Apapun bisnis atau properti yang kita miliki, arus cash mftwharus lebih besar daripada cash outflow. Jadi kalau kita membeli properti, harus langsung menghasilkan income, agar setiap bulannya kita tidak perlu merogoh kocek untuk membayar KPR/KPA. Bahkan kalau mungkin masih ada kelebihan dari uang sewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA PRASYARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide tersebut berhasil dilakukan di negara-negara yang mempunyai beberapa kondisi pembiayaan dengan prasyarat-prasyarat di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tersedianya KPR/KPA dengan bunga rendah dan stabil untuk jangka 25-30 tahun, serta hasil sewanya (rentalyield) lebih tinggi dari bunga kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan Kanada, bunga KPR/KPA 5-6 persen per tahun. Sementara rental yield-nya 10-12 persen per tahun. Selain itu, tenor atau jangka waktu pelunasan pinjaman sampai 30 tahun. Maka hasil sewa per bulannya cukup bahkan berlebih untuk membayar cicilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, bunga KPR/KPA 12-15 persen per tahun, sementara rental yield-nya 6-10 persen. Selain itu, tenornya maksimum 15 tahun. Sehingga hampir mustahil pemilik akan mendapatkan positive cash flow dari investasi properti-nya, kecuali uang mukanya minimum 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bank enggan membiayai konsumen yang jujur mengatakan akan menyewakan propertinya. Karena risikonya dinilai tinggi. Padahal jika properti laku disewakan, tentu si pemilik akan berjuang mati-matian agar 'mesin uang' nya itu tidak disita bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sistem pajak properti kita berbeda dengan di AS atau Kanada. Di sana konsumen bisa menunda membayar pajak pembelian selama mungkin. Selain itu, jika propertinya dijual, hanya dikenakan pajak kenaikan harga atau capital gain fexsaja. Malahan bunga KPR/KPA yang dibayar bisa diperhitungkan sebagai biaya, sehingga capital gain tax menjadi lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia tidak bisa seperti itu. Setiap kali membeli properti, kita sudah pasti kena pajak BPHTB 5 persen, kemudian kalau kita jual juga kena 5 persen pajak SSP, tidak peduli kita untung atau rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sebagian besar bank di AS dan Kanada sudah terbiasa dengan refinancing. Jadi kalau harga properti naik cukup tinggi, demikian pula dengan harga sewanya, kita bisa minta bank untuk merefinancing KPR. Kita dapat menaikkan plafon kredit, sehingga selisih plafon kredit bisa dikantongi sebagai penghasilan tambahan yang bebas pajak. Di Indonesia, jarang sekali ada bank yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, di AS dan Kanada banyak yang berhasil menjadi kaya dengan membeli apartemen atau rumah, karena sewanya cukup tinggi, yield-nya 10-12%. Misalnya, rumah seharga US$120,000 bisa disewakan US$1.000 per bulan. Di sana, sewa sebesar itu sangat wajar dan banyak yang mampu membayarnya. Pelayan McDonald dengan bayaran US$7 per jam pun mampu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7415180005378660227?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7415180005378660227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7415180005378660227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7415180005378660227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7415180005378660227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/prinsip-robert-kiyosaki-di-indonesia.html' title='Prinsip Robert Kiyosaki - di Indonesia'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-8198574156091217976</id><published>2008-10-28T20:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T20:44:36.593-07:00</updated><title type='text'>Leadership - Rhenald Kasali</title><content type='html'>Yang kita bicarakan adalah soal kepemimpinan. Maklum, ada demikian banyak orang yang sudah merasa menjadi pemimpin kala sebuah tanda jabatan disematkan di dadanya, dan ia dilantik oleh pejabat di atasnya. Sementara itu sehari-hari, ia hanya memimpin dengan sebuah buku, yaitu buku peraturan. Ia hanya mau tanda tangan dan menyetujui kegiatan kalau “rule” nya ada di buku. Kata orang ia adalah orang yang jujur dan taat perintah. Praktis hampir tak pernah ada kesalahan yang ditimpakan kepadanya, karena ia adalah orang yang benar-benar taat aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jumlahnya cukup banyak, dan tentu saja benar bahwa mereka adalah pemimpin, namun yang membedakan mereka dengan yang lain tentu adalah tipenya, sebab untuk menjadi pemimpin dibutuhkan lebih dari sekedar aturan, melainkan juga terobosan dan respek. Sebuah organisasi bisa saja tertib dan teratur, tetapi bisa saja ia mati karena peraturan terlambat merespons perubahan, dan peraturan yang ada bukan lagi diadakan untuk manusia, melainkan manusia untuk peraturan. Lama-lama pemimpin ini akan menjadi tampak seperti orang-orang parisi yang membuat seakan-akan agama diadakan untuk Tuhan, bukan untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak membingungkan, John Maxwell membuat peringkat yang disebut pemimpin. Orang yang dibicarakan di atas benar adalah pemimpin, tetapi baru sekedar pemimpin di atas kertas, yaitu pemimpin level satu. Pemimpin yang sempurna adalah pemimpin level 5, yang disebut Kang Jalal dan Robby Djohan sebagai Spiritual Leader, yaitu pemimpin yang dituruti, karena direspeki. Dengan demikian ada 5P-nya pemimpin yang akan Saya bahas di sini, yaitu Position, Permission, Production, People Development, dan Personhood. Masing-masing “P” tersebut akan berpasangan dengan produknya, yang disebut Maxwell sebagai 5R, yaitu Rights, Relationships, Results, Reproduction dan Respect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemimpin level 1, seseorang dituruti semata-mata karena posisinya. Ia duduk di sana karena ia memegang hak tertulis (rights). Orang-orang mengikutinya, karena suatu keharusan. Celakanya, semakin lama ia berada di posisi itu akan semakin mundur organisasi. Organisasi akan ditinggalkan oleh karyawan-karyawan kelas satunya yang menyukai terobosan dan laku di pasar. Sementara itu morale kerja merosot drastis dan image sebagai organisasi yang disegani tak lagi terdengar, malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin ini sebaiknya segera memperbaiki diri. Ia bisa menapak naik ke level dua, yang disebut permission (sedikit di atas otoritas). Ia tidak melulu mengacu pada peraturan tertulis, melainkan mulai menghargai orang-orang yang melakukan terobosan sebagai warna yang harus diterima. Orang-orang pun senang dan menerima kepemimpinannya bukan lagi semata-mata karena rights, melainkan relationship. Mereka mengikuti karena mereka menghendakinya. Tetapi kalau cuma sekedar relationship saja, dan orang-orang merasa senang maka ia bisa menjadi pemimpin yang populis, yang anak-anak buahnya tidak terpacu untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, idealnya seorang pemimpin naik lagi ke level tiga, yaitu maju dengan kompetensi dan memberi hasil yang dapat dilihat secara kasat mata. “P” ketiga ini disebut Production, dan orang-orang di bawahnya mau mengikuti kepemimpinannya karena Results, yaitu hasil nyata yang tampak pada kesejahteraan mereka dan kemajuan organisasi. Pemimpin pun senang karena pekerjaannya dengan mudah diselesaikan oleh orang-orang yang dedikatif, bekerja karena momentum. Biasanya level tiga ini berdampingan atau tipis sekali batasnya untuk melompat ke level empat. Ini hanya soal kemauan berbagi saja dan relatif tidak sulit karena hasilnya ada dan bukti-buktinya jelas. “P” ke 4 ini disebut People Development dan hasilnya diberi nama Reproduction. Pemimpin level 4 adalah pemimpin langka yang bukan cuma sekedar memikirkan nasibnya sendiri, melainkan juga nasib organisas! i. Ia tidak rela sepeninggalnya ia dari organisasi, lembaga itu mengalami kemunduran, maka kalau ia tak bisa memilih sendiri pengganti-penggantinya, ia akan memperkuat manajer-manajer di bawahnya agar siapapun yang menjadi pemimpin organisasi akan terus bergerak maju ke depan. Tentu saja tidak mudah mendeteksi pemimpin tipe ini selain dari apa yang ia lakukan untuk mengembangkan calon-calon pemimpin. Biasanya kita baru bisa menyebut Anda berada pada level empat kalau Anda sudah pensiun, sudah tidak duduk di sana lagi. Pada waktu Anda meninggalkan kursi Anda, maka baru bisa kita lihat apakah orang-orang yang dihasilkan benar-benar mampu meneruskan kemajuan atau malah mundur. Tentu saja maju-mundurnya organisasi paska kepemimpinan Anda sangat ditentukan oleh pemimpin berikutnya, tetapi kita dapat membedakan dengan jelas siapa yang membuat ia maju atau mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan level 5 ini oleh Jim Collins disebut sebagai pemimpin dengan professional will dan strategic humility. Jalaludin Rakhmat menyebutnya sebagai Spiritual Leader yang tampak dari perilaku-perilakunya yang merupakan cerminan dari pergulatan batin dalam jiwanya (inner voice). Orang-orang seperti ini tidak mencerminkan kebengisan, melainkan ketulusan hati. Ia bisa saja mengalami benturan-benturan, tetapi semua itu bukanlah kehendaknya pribadi. Orang yang baik hati seperti Gandhi saja toh ternyata juga dicaci maki dan dibunuh, tetapi satu hal yang jelas, ia diikuti oleh banyak orang karena dirinya dan apa yang ia suarakan. Mereka patuh karena respek. Mereka tahu persis bahwa bahaya terbesar akan terjadi kala mereka mulai populis, yaitu ingin disukai semua orang ketimbang direspeki. Selamat memimpin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-8198574156091217976?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/8198574156091217976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=8198574156091217976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8198574156091217976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8198574156091217976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/leadership-rhenald-kasali.html' title='Leadership - Rhenald Kasali'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2879972633344853094</id><published>2008-10-28T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T20:13:32.510-07:00</updated><title type='text'>Cost of Capital -</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfUuqqymVI/AAAAAAAAAI0/-ztOwFK0hxk/s1600-h/Fighter+022.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfUuqqymVI/AAAAAAAAAI0/-ztOwFK0hxk/s200/Fighter+022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262408587798550866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh Heru Narwanto - majalah Housing Property&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang. Begitu kira-kira yang dirasakan saudara-saudara kita ketika memiliki rumah baru. Terlepas apakah rumah itu benar-benar baru atau rumah setengah pakai. Salah satu yang membuat senang adalah terbebas dari membayar biaya rutin tahunan kepada pemilik rumah: uang sewa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun yang baru membeli rumah kedua, ketiga, keempat. Perasaan senang itu tetap ada, walaupun kadarnya sedikit berkurang. Senang, karena merasa makin kaya. Betul. Rumah adalah salah satu bentuk kekayaan. Memiliki banyak rumah berarti semakin banyak kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kadang terlewat dipikirkan, setiap Anda memiliki tambahan kekayaan, sebenarnya pada saat yang sama Anda sedang mengundang tambahan biaya. Bukan biaya untuk membeli kekayaan itu. Untuk memiliki rumah pasti Anda harus mengeluarkan biaya, Rp400 juta misalnya. Bukan Rp400 juta itu yang dimaksud di sini. Tapi, biaya per tahun yang harus Anda tanggung setelah memiliki rumah tersebut. Dalam jargon ekonomi disebut cost of capital. Semoga Anda ingat konsep ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, kalau uang Rp400 juta itu tidak Anda belikan rumah dan dibiarkan saja di bank, tentu setahun kemudian uang tersebut menghasilkan bunga. Misalnya, bunga setelah pajak 6%. Maka, dengan memiliki rumah itu Anda kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan bunga Rp24 juta. Bunga, itulah komponen pertama cost of capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen kedua: biaya perawatan, perbaikan, utilitas, yang mungkin kisarannya Rp1 juta sebulan, yang berarti Rp12 juta setahun atau 3% dari harga rumah. Komponen ketiga pajak (PBB), yang jumlahnya cukup murah sekitar Rp400 ribu atau 0,1% dari harga rumah. Komponen keempat, asuransi yang besarnya bervariasi tergantung jenis pertanggungannya. Kita ambil yang sedang saja, 1% atau Rp4 juta. Komponen kelima, penyusutan rumah sekitar 2% atau Rp8 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dijumlahkan 24+12+0,4+4+8 sama dengan Rp48,4 juta. Angka ini selanjutnya dikurangi potensi keuntungan dari peningkatan harga rumah dalam setahun. Angkanya mungkin sekitar 8% setelah pajak BPHTB. Dalam rupiah berarti Rp32 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Anda selesai memperkirakan cost of capital atas rumah Anda, yaitu Rp48,4 juta – Rp32 juta sama dengan Rp16,4 juta, atau sekitar 4,1% dari nilai rumah. Itulah biaya Anda memiliki rumah seharga Rp400 juta selama setahun. Apakah rumah itu Anda huni sendiri atau disewakan, tetap saja Anda menanggung biaya tersebut. Beberapa komponen cost of capital seperti asuransi, perawatan, perbaikan, utilitas, PBB adalah biaya-biaya kasat mata yang memang harus Anda keluarkan dari dompet. Sementara biaya bunga, biaya penyusutan, dan keuntungan jika dijual kembali, tidak kasat mata, tidak benar-benar keluar dari dompet Anda, tapi tetap harus diperhitungkan karena sejatinya Anda menanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Anda dapat menghitung cost of capital atas kekayaan Anda yang lain. Kalau Rp400 juta tadi Anda belikan apartemen, beberapa komponen biaya seperti perawatan, perbaikan, utilitas, asuransi dan penyusutan perlu disesuaikan. Jumlahnya tentu lebih tinggi dari rumah tinggal. Perhitungannya mungkin: bunga 6%; perawatan, perbaikan, utilitas 5%; asuransi 2%; penyusutan 3%; PBB 0,1%. Total 16,1%. Setelah dikurangi peningkatan harga jika dijual kembali 8%, cost of capital apartemen Anda adalah 8,1% atau Rp32,4 juta. Sekali lagi, apakah apartemen itu Anda huni sendiri atau disewakan, tetap saja Anda menanggung biaya memiliki apartemen itu. Cost of capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rumah atau apartemen disewakan, cost of capital tadi dapat Anda alihkan kepada penyewa. Karena itu supaya tidak merugi, harga sewa yang Anda tetapkan minimal sebesar cost of capital tadi. Coba Anda tengok hitung-hitungan di atas. Cost of capital rumah Rp400 juta itu Rp16,4 juta. Selanjutnya lihat harga sewa rumah Rp400 jutaan di pasaran, sekitar Rp16 juta juga, bukan? Lihat juga cost of capital apartemen Rp400 juta itu, yaitu Rp32,4 juta. Kemudian lihat harga sewa apartemen Rp400 jutaan di pasaran, sekitar Rp32 juta juga, bukan? Demikianlah, konsep-konsep ilmu ekonomi membantu kita dalam mengambil keputusan sehari-hari dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Anda juga dapat menghitung berapa cost of capital memiliki mobil Rp150 juta. Silakan hitung. Bunga 6%, pajak 1%, asuransi 3%, perawatan/perbaikan Rp1 juta per bulan atau 8% per tahun, penyusutan 6%. Jumlahnya 25%. Jumlah itu seharusnya dikurangi dengan peningkatan nilai mobil. Kenyataannya, harga jual mobil itu setahun kemudian biasanya malah turun, misalnya sekitar 8%. Maka, cost of capital mobil Rp150 juta itu 25% + 8% sama dengan 32%. Jika dirupiahkan Rp48juta! Itulah biaya yang harus Anda tanggung per tahun dari mobil Rp150 juta. Sebagian kita mungkin tidak menyadarinya. Makin mewah mobil yang kita miliki, makin tinggi cost of capital-nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kini Anda juga dapat menganalisis kenapa perusahaan tempat Anda bekerja, terutama perusahaan besar/asing, lebih memilih menyewa mobil kijang Rp4 juta per bulan atau Rp48 juta pertahun, ketimbang membelinya. Juga kenapa perusahaan itu memilih memberi voucher taxi Rp100 ribu per hari daripada membelikan Anda mobil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2879972633344853094?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2879972633344853094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2879972633344853094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2879972633344853094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2879972633344853094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/cost-of-capital.html' title='Cost of Capital -'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfUuqqymVI/AAAAAAAAAI0/-ztOwFK0hxk/s72-c/Fighter+022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1792117105573606931</id><published>2008-10-28T20:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T20:03:32.047-07:00</updated><title type='text'>Estate Economic</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfScP4Q_MI/AAAAAAAAAIs/N0OQcDDEsnU/s1600-h/Fighter+054.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfScP4Q_MI/AAAAAAAAAIs/N0OQcDDEsnU/s200/Fighter+054.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262406072346410178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Heru Narwanto-Majalah Housing Estate&lt;br /&gt;Edisi 1: ASYMMETRIC INFORMATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar akan beroperasi secara sempurna kalau antara penjual dan pembeli mempunyai penguasaan informasi yang seimbang atas produk yang diperjualbelikan. Realitasnya? Tidak (selalu) demikian. Developer tahu persis, A sampai Z, kualitas perumahan yang dijualnya. Konsumen mungkin hanya tahu A sampai K, sebagian saja. Apakah kemudian developer pasti diuntungkan dengan kondisi ini? Bisa ya, bisa tidak. Ini adalah problem asymmetric information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom Amerika, George Akerlof pada 1970 menulis tentang problem ini (yang kemudian meraih Nobel Prize pada 2001). Akerlof mengurai problem ini dengan mengambil contoh pasar mobil seken. Penjual memiliki informasi yang lebih banyak tentang kondisi mobil yang akan dia jual dibanding pembeli. Walaupun fisik luar mobil itu hampir semua sama, tetapi penjual tahu sebagian berkualitas buruk (oleh sang ekonom diistilahkan ’lemon’) dan sebagian berkualitas prima (diistilahkan ’peach’). Pembeli tidak banyak tahu mana mobil yang berkualitas. Anda mungkin berfikir kondisi ini menguntungkan penjual (karena dia pihak yang punya informasi lebih atas mobil itu). Kita lanjutkan bagaimana skenario Akerlof jika sebuah mobil ditawarkan Rp.60juta. Pembeli tidak akan mengambilnya, karena dia tidak yakin apakah mobil itu ’peach’ atau ’lemon’, peluang dia untuk dapat mobil prima (peach) hanya 50 persen. Pembeli yang berani gambling mungkin akan menawar Rp.30 juta. Mungkin penjual melepas di harga itu kalau kebetulan yang dipilih adalah mobil kualitas buruk. Jika sebaliknya, tentu penjual tidak akan melepaskannya. Masalahnya, jika penjual melepas diharga Rp.30 juta, segera pembeli berfikir ”ah, ini pasti mobil berkualitas buruk”. Pembeli tidak mau. Penjual bisa saja meyakinkan ”semua mobil saya berkualitas prima”, tetap saja mobil itu sulit dijual pada Rp.60juta, karena sekali lagi, pembeli tidak yakin apakah dia mendapatkan mobil prima. Pasar buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa pada saat sekarang anda menjumpai show room mobil dibangun megah pada lokasi strategis. Para ekonom menyebutnya ’signaling’. Dengan menjual mobil pada show room, penjual mengirim ’signal’ pada konsumen bahwa ”semua mobil saya berkualitas prima”. Pembeli yang merasa tertipu dapat datang kapan saja untuk komplain karena show room itu berdiri permanen. Pembeli juga akan berfikir ”penjual ini tentu tidak akan main-main dengan kualitas mobilnya, karena membangun show room perlu investasi sangat besar, tentulah orientasi bisnisnya jangka panjang”. Pasar berjalan kembali. Signaling merupakan salah satu solusi dari lemons problem. Mungkin itu juga kenapa bank-bank membangun gedung megah (sebagian teramat megah) untuk kantornya. Signaling!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bisa mengurai berbagai fenomena dalam pasar properti di sekitar kita menggunakan kerangka teori asymmetric information. Kenapa harga properti pada saat louncing jauh lebih murah dibanding satu tahun kemudian (ketika sudah terbangun)? Kenapa beberapa pengembang tertentu begitu mudah menjual produknya (padahal konsumen baru melihat visualisasi produk dalam bentuk gambar), dan kenapa sebagian pengembang lain sangat alot menjual produknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum di akhiri tulisan ini, penjual tidak selalu menjadi pihak yang punya penguasaan informasi yang lebih atas produk yang akan dijualnya. Contoh, agen properti (broker) lebih banyak tahu tentang taksiran harga dan pasar properti dibanding masyarakat yang ingin menjual rumahnya. Steven D. Levitt dalam buku bestseller-nya ”Freakonomics” membahas dengan menarik bagaimana agen properti dapat memaksimalkan keuntungan karena kondisi penguasaan informasi yang tidak seimbang ini. Bulan depan kita lanjutkan tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kembali ke penjual mobil tadi: apakah mobil yang ada di show room tadi benar-benar berkualitas prima semuanya? Juga, apakah performa keuangan bank-bank tadi sekokoh gedungnya? Asymmetric information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Narwanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1792117105573606931?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1792117105573606931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1792117105573606931' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1792117105573606931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1792117105573606931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/estate-economic.html' title='Estate Economic'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SQfScP4Q_MI/AAAAAAAAAIs/N0OQcDDEsnU/s72-c/Fighter+054.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-1787068807665266420</id><published>2008-10-28T19:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T19:56:04.700-07:00</updated><title type='text'>Money Illusion</title><content type='html'>Money Illusion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [Estateconomics]-dari majalah housing estate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang saat ini menyimpan uang pada deposito perbankan, perlu peduli tentang topik ini: money illusion. Ilusi uang. Begini penjelasannya. Uang Rp300 juta Anda depositokan di bank dengan bunga 10% per tahun. Berarti bunga bersihnya 8% karena ada pajak 20% atas bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima tahun uang Anda sudah beranak pinak menjadi sekitar Rp440,8 juta. Jika nominal uang dipakai sebagai ukuran, maka uang Anda bertambah banyak hampir satu setengah kali lipat! Pertanyaannya: apakah berarti pula Anda telah beruntung satu setengah kali lipat dari lima tahun sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda termasuk salah satu yang serta merta menjawab ’ya’, karena Rp440,8 juta memang hampir satu setangah kali Rp300 juta. Ekonom tidak akan serta merta menjawab ‘ya’. Bisa jadi Anda sedang merugi. Tengoklah dahulu seberapa besar peningkatan harga-harga barang selama lima tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tahun ini kita dapat membeli sepiring nasi goreng Rp5 ribu, tetapi lima tahun ke depan harga sepiring nasi goreng yang sama menjadi Rp10 ribu, maka ekonom akan menjawab Anda merugi. Jika harga barang-barang lain bergerak hampir sama sebagaimana nasi goreng tadi, berarti selama lima tahun itu harga telah meningkat dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti walaupun jumlah nominal uang Anda naik satu setengah kali lipat menjadi Rp440,8 juta, sejatinya nilai riil uang Anda tinggal Rp220,4 juta. Lebih rendah dari uang Anda semula Rp300 juta. Anda merugi. Ini gambaran sederhana ilusi uang. Seseorang mungkin merasa nyaman, berfikir kekayaannya tidak berkurang, bahkan merasa meningkat beberapa lipat, padahal sedang merugi, tanpa disadari. Fenomena ini dialami oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario yang kita susun di atas memang terkesan ekstrim: selama lima tahun harga meningkat dua kali lipat. Ini memang untuk memudahkan kita segera menangkap fenomena tipuan nominal uang kekayaan kita. Walaupun begitu, ini juga bukan contoh asal-asalan. Membuka catatan lama, situasi seperti ini pernah terjadi pada perekonomian Inggris sekitar 1975-1980. Inflasi sangat tinggi di atas 15%, sementara suku bunga simpanan maupun pinjaman sekitar 7% - 8%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi inflasi tinggi sementara suku bunga bank rendah sebagaimana skenario kita tadi, alih-alih disimpan dalam deposito, akan lebih bijak jika uang Rp300 juta dibelikan rumah. Bertahan dengan skenario yang sama, maka setelah lima tahun harga rumah menjadi Rp600 juta. Ingat, dalam skenario kita, harga meningkat dua kali lipat selama lima tahun, sehingga kita anggap kenaikan harga rumah segaris dengan harga barang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nominal uang Anda membengkak dua kali lipat dari Rp300 juta menjadi Rp600 juta selama lima tahun, tetapi sebenarnya Anda hanya dalam kondisi impas. Pasalnya, nilai riil uang Anda pada saat itu bukan Rp600 juta tetapi Rp300 juta. Walaupun tidak untung, situasi ini lebih baik dibanding menyimpan uang pada deposito, yang dalam contoh di atas nilai riil uang anda turun menjadi Rp220,4 juta. Hitung-hitungan kita ini juga belum memasukkan tambahan keuntungan dari nilai sewa rumah selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita tahu kenapa sering kita dengar orang mengatakan: salah satu keunggulan investasi di sektor properti adalah kemampuannya meredam inflasi. Cerita sederhana di atas itulah penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini semoga tulisan ini tidak disalahpahami bahwa investasi pada properti pasti lebih untung dibanding deposito. Bukan demikian. Dengan menggunakan kerangka pikir ilusi uang, Anda tentu akan lebih bijak menentukan pada jenis investasi apa uang Anda harus diparkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman fenomena ilusi uang juga membantu kita menjelaskan kenapa makin hari uang gaji kita makin tidak cukup untuk kebutuhan sebulan. Tiga tahun lalu kita masih bisa menyisihkan sebagian untuk cadangan. Sekarang, untuk bisa tidak tombok saja perlu perjuangan ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah terlanjur menganggap istri makin boros, ada baiknya berpikir ulang. Hati-hati. Boleh jadi Anda terkena ilusi uang: merasa penghasilan tidak mengalami penurunan, padahal sebenarnya turun dari segi kemampuan daya belinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-1787068807665266420?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/1787068807665266420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=1787068807665266420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1787068807665266420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/1787068807665266420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/prospek-bisnis-properti-2008.html' title='Money Illusion'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2954786832243600861</id><published>2008-10-28T19:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T19:46:46.082-07:00</updated><title type='text'>Tahun RUSUN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini Tahun Rumah Susun&lt;br /&gt;Dari : Majalah Housing Estate&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[Laporan Utama]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan rumah susun dikembangkan developer besar sehingga kualitasnya boleh diharapkan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini boleh disebut tahun rumah susun, karena itulah hunian vertikal baru yang banyak dilansir. Tetap ada apartemen menengah baru. Tapi, jumlahnya jauh menurun dibanding tahun lalu. Harga unit yang ditawarkan pun hanya sedikit di atas harga unit rusun (sarusun), dengan skala proyek (luas lahan, jumlah menara dan unit) lebih kecil. Di antaranya sebutlah Eastonia di Jl Jatiwaringin (Jakarta Timur) dan Centro City Residence (Jakarta Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada tujuh proyek rumah susun sederhana hak milik (rusunami) yang dilansir di penghujung 2007 dan awal 2008. Tersebar di Jakarta Selatan (2), Jakarta Timur (3), Jakarta Utara (1), dan Tangerang (1). Bandingkan dengan apartemen menengah yang tidak lebih dari lima. Developer rusunami kali ini kebanyakan grup-grup usaha besar di bisnis properti: Agung Podomoro Group, Agung Sedayu Group, Bakrieland, dan Gapuraprima Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan grup-grup besar itu membuat wajah rusun berubah, dikembangkan sekualitas apartemen dengan beberapa fasilitas. Paling tidak dari konsepnya, karena bukti masih harus menunggu realisasi. “Kita membangunnya sepenuh hati, karena kalangan menengah bawah juga punya hak untuk hidup nyaman,” kata Trihatma K Haliman, CEO APG usai menemui Menpera M Yusuf Asy’ari akhir Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jakarta Property Market Review IV 2007 yang dilansir PT Procon Indah, suplai rusun yang besar itu akan mempengaruhi pemasaran real estate tahun ini. Tapi, apapun perkembangan itu patut disambut gembira. “Sekarang semua kalangan memiliki kesempatan luas memiliki hunian di tengah kota,” kata Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch (IPW). Apalagi, lokasinya menyebar sehingga pilihan bisa disesuaikan dengan pusat aktivitas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarusun tersedia mulai dari tipe 18 - 36 m2 (net) dengan harga maksimal Rp144 juta/unit, dan dijual secara kredit dengan uang muka 15 – 20 persen, bebas PPN, dan mendapat subsidi Rp5 – 7 juta tergantung tipe. Yang bisa membeli adalah mereka yang berpenghasilan maksimal Rp4,5 juta/bulan. Yang bergaji di atas itu atau membeli secara tunai, tidak mendapat subsidi dan bebas PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang hanya bisa membeli satu dan merupakan sarusun pertama yang dimilikinya. Jadi, yang sudah memiliki sarusun tidak berhak lagi membeli. Verifikasi akan dilakukan bank penyalur KPR. Selama lima tahun pertama setelah akad kredit sarusun tidak boleh dijual. Sarusun berstatus strata title (hak milik atas satuan rumah susun). Tapi, ada rusunami yang dibangun di atas tanah berstatus hak pengelolaan (HPL). Konsumen perlu memperjelas saat membeli biar tahu bagaimana status sarusun setelah HGB-nya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit pemilikan sarusun bisa diperoleh di BTN, BRI, Mandiri, dan BPD. Khusus PNS tersedia juga pinjaman uang muka (PUM) berbunga lunak dari Taperum, yang disalurkan melalui BTN dan BPD. Serah terima sarusun, juga unit apartemen, dijanjikan antara 1,5 – 2,5 tahun setelah uang muka lunas. Tiga proyek rusunami (Kebagusan City, Gateway, dan Gading Nias Residences) sudah kami ulas di edisi Februari 2008. Jadi, tidak dibahas lagi di sini. Yoenazh, Amel, Pras, Joko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusunami Bakrie (6 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusun ini merupakan bagian dari Perumnas City, kawasan superblok seluas 40 ha hanya beberapa ratus meter dari kantor Walikota Jakarta Timur (Sentra Primer Jakarta Timur), berdampingan dengan lahan bakal terminal Pulo Gebang. Kawasan diapit Jl Pulo Gebang dan Jl Cakung Timur/jalan tol Cikunir-Cakung (dua jalan terakhir berdiri sejajar) yang dilalui angkutan umum dan dekat dengan stasiun Cakung. Developernya PT Bakrie Swasakti Utama (Bakrieland). Saat ini di kawasan sudah berdiri Rusun Seruni, perumahan DPR dan Mutiara Sanggraha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wawan Dwi Guratno, Chief Business Development Officer PT Bakrie Swasakti Utama, dari lahan enam hektar yang dibangun rusunami hanya 2,8 ha mencakup delapan menara (3.500 unit), sisanya untuk apartemen menengah selain gedung perkantoran, properti komersial, dan fasilitas gaya hidup. “Target kita kedelapan menara itu selesai dalam tiga tahun,” katanya. Maret atau April ini akan dilansir 2 - 3 menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali Malang Residence (2,7 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek dikembangkan PT Mitra Safir Sejahtera di bekas pasar Sumber Artha di Jl KH Noer Ali (d/h Jl Kali Malang), persis di perbatasan Jakarta Timur-Kota Bekasi, mencakup 1.008 unit sarusun di tiga menara. “Sekarang sudah laku 620 unit,” kata Tirta Susanto, Direktur Utama PT Mitra Safir Sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rusun dibangun juga pasar modern tiga lantai (revitalisasi pasar tradisional), menawarkan 1.106 kios seharga Rp60 juta – 100 juta/unit. Ditambah satu menara private apartment setinggi 10 lantai (empat unit per lantai berukuran 40 – 60 m2 seharga Rp800 juta – 1,2 miliar/unit). “Jadi, tiap unit punya satu lift karena di setiap lantai ada empat lift,” ujar Sekjen Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah private apartment disediakan 44 unit ruko empat lantai seharga Rp1,6 miliar/unit. Kali Malang Residence akan dilengkapi sport club dan lapangan futsal. Aksesnya selain Jl Kali Malang yang ramai dilalui angkutan umum, juga jalan tol Jakarta – Cikampek keluar di pintu Pondok Gede Timur, terus di Jl Kincan Raya sebelum bertemu Jl Kali Malang persis di depan proyek. Akses itu akan makin baik setelah tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu beroperasi. Dalam radius 1 – 3 km dari lokasi tersedia pusat belanja, sekolah, klinik, rumah sakit, dan lain-lain, semuanya di Jl Kali Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;East Park (2 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah susun ini berada di dalam perumahan Jatinegara Indah di Jl KRT Radjiman, Jakarta Timur, dikembangkan Cakra Group. Tahap pertama dibangun tiga menara, tahap kedua akhir 2009 tiga tower lagi. Kawasan rusun terpisah dengan areal perumahan, dilengkapi sport club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi proyek sekitar 3,5 km dari terminal Pulo Gadung dan dilalui angkutan umum. Terminal Pulo Gadung disinggahi jalur busway Pulo Gadung – Harmoni. Lokasi rusun akan makin dekat dengan jalur busway bila terminal Pulo Gadung dipindahkan ke Pulo Gebang. Pembangunan akan dimulai akhir tahun ini. Pasalnya, dengan pindahnya terminal itu, jalur busway juga diubah menjadi Pulo Gebang – Harmoni melalui Jl Sultan HB IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl KRT Radjiman terkoneksi langsung dengan Jl Sultan HB IX di utara, dan Jl I Gusti Ngurah Rai di selatan. Jadi, East Park juga mudah dicapai dari stasiun kereta Buaran di Jl I Gusti Ngurah Rai. Di sekitar rusun berdiri Mal Klender, sebuah pusat belanja baru, pasar tradisional, rumah sakit, sekolah (SD-SMU), dan perguruan tinggi (Uhamka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusuna Modern (2 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusun ini juga ada di dalam kawasan perumahan (Kota Modern) di Jl Jend Sudirman, Kota Tangerang. Sudah sejak 10 tahun lalu perumahan itu menawarkan apartemen menengah, tapi terhenti akibat krisis moneter. Beberapa tahun lalu kembali aktif dipasarkan. Sudah terjual dua menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Februari 2008 developernya PT Modernland Realty Tbk melansir Rusuna Modern. “Ini menara ketiga. Dua menara sebelumnya sold out,” kata seorang staf marketingnya. Ia tidak mau memastikan apakah dua menara yang dimaksudnya adalah dua apartemen menengah sebelumnya yang turun kelas menjadi rusunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas lokasinya sama, sekitar 200 meter di depan Mal Metropolis. Sebelumnya tidak terdengar ada rusun di Kota Modern. Apapun, penghuni Rusuna Modern akan menikmati semua fasilitas di Kota Modern (700 ha), mulai dari mal, supermarket, rumah sakit, sekolah, lapangan golf 18 hole, sampai club house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MT Haryono Square (0,7 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kawasan mix use yang terdiri dari apartemen, gedung perkantoran, dan city walk (entertainment mall seperti Citos di Jakarta Selatan) yang dikembangkan Gapuraprima Group melalui PT Sukses Karya Perdana. Lokasinya di pojok Jl MT Haryono-Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lot Manik, Direktur Marketing PT Sukses Karya Perdana, proyek terdiri dari dua menara setinggi 17 lantai. Menara pertama diisi areal parkir dan supermarket (basement), city walk (lantai 1-2), perkantoran (lantai 3 – 4), dan apartemen (lantai 5 – 17). Menara kedua city walk (lantai 1 – 2), kolam renang, function hall, fitness club (lantai 3 – 4), dan apartemen (lantai 5 – 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apartemen (tipe 30 – 71) dan ruang kantor (usuran 60 – 200 m2) dijual strata title. Sedangkan bagian depan city walk seluas 1.200 m2 disewakan. Jumlah apartemen yang dipasarkan 286 unit. “Sekarang sudah laku 30 persen. Pembelinya umumnya end user. Daripada tinggal di pinggir kota, harga rumahnya lebih tinggi dan macet di jalan, lebih baik di sini karena dekat tempat kerja” katanya. Ia menambahkan, demand apartemen menengah tetap bagus karena pasarnya besar. “Apalagi, lokasi kita oke. Dekat pintu tol dan halte busway,” lanjutnya. MT Haryono Square mulai dibangun Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wave (3,5 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wave adalah proyek apartemen menengah dan menengah atas yang dikembangkan PT Bakrie Swasakti Utama di mega superblok Rasuna Epicentrum (53,5 ha), Kuningan, Jakarta Selatan, yang terbagi atas low rise apartment (apartemen rendah) dan high rise apartment (apartemen jangkung). Low rise apartment menawarkan unit dua kamar (79 m2) dan tiga kamar (96 m2), sedangkan high rise unit satu kamar (40 m2) dan tiga kamar (90 m2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ferry S Supandji, Chief Marketing Officer PT Bakrie Swasakti Utama, The Wave menyasar eksekutif muda, profesional, pebisnis, dan investor. Saat ini dipasarkan dua menara high rise apartment: Coral (40 lantai) dan Breeze (35 lantai). Total ada sembilan menara yang akan dibangun. Pembangunan dimulai April 2008 dan serah terima Agustus 2010. Di tower Coral setiap lantai terdiri dari 10 unit, di tower Breeze enam unit. Harganya Rp13 jutaan/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara low rise apartment baru akan dipasarkan medio 2008. The Wave yang sekelas di atas The 18th Residence Taman Rasuna, tapi di bawah The Groove, dua apartemen yang lebih dulu dibangun di Rasuna Epicentrum, dikembangkan dengan konsep green architecture dan desain eco friendly. Sekitar 70 persen areanya untuk ruang terbuka hijau yang saling terkoneksi. “Konsep itu sejalan dengan program Bakrieland Goes Green. Green architecture, green operation, dan green attitude,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Centro City Residence (1,1 ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi apartemen menengah ini di Jl Macan, salah satu anak Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, hanya beberapa ratus meter dari halte busway dan kantor pusat Indosiar. Sedangkan dari kampus Universitas Trisaksi, Tarumanagara, Ukrida, Mal dan Hotel Citraland, serta terminal Grogol, sekitar 1,5 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tidak salah developernya PT Multi Artha Griya, salah satu anak perusahaan Reliance Group, mematok para profesional, keluarga muda, mahasiswa, dan investor rumah kos di Jakarta Barat, sebagai target pasarnya. Bangunannya bergaya modern minimalis dilengkapi club house, pusat kebugaran, pre-school, minimarket, laundry, salon, kafe dan resto, plus area parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap awal Centro City menawarkan satu menara dari rencana tiga, menawarkan unit tipe studio, tipe satu sampai tiga kamar, plus kios dan ruko. Apartemen bisa dibeli secara kredit (KPA) melalui Bank Panin dan Victoria. Dengan bunga 9,25 persen, periode 15 tahun, cicilan tipe studio hanya Rp1,2 jutaan/bulan. Tipe itu diklaim laku disewakan Rp1,5 juta - Rp2 juta per bulan, cukup menutup cicilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu kita sangat optimis dengan prospek apartemen ini. Harganya sangat terjangkau dibanding rumah biasa, dekat pusat aktivitas di Grogol, dan bebas banjir,” kata Anton Budijaya, Chairman Group Reliance. Pemasaran apartemen dibantu antara lain oleh Tony Eddy &amp; Associates (TEA).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2954786832243600861?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2954786832243600861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2954786832243600861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2954786832243600861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2954786832243600861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/10/tahun-rusun.html' title='Tahun RUSUN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6535887105770492234</id><published>2008-09-18T08:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T09:10:57.117-07:00</updated><title type='text'>news- BPN- LISENSI APPRAISAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minggu Ini BPN Terbitkan Lisensi Appraisal Lahan Tol&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini erat kaitannya dengan proses ganti rugi dimana NJOP SEBAGAI instrumen perpajakan perlu dianalisis lebih lanjut oleh Penilai Independen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas Haryo Damardono&lt;br /&gt;www.kompas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS- Badan Pertanahan Nasional menyatakan akan segera menerbitkan lisensi bagi appraisal independen. Penerbitan lisensi ini diharapkan mempercepat pembebasan lahan tol di berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamatan Kompas, kini sering terjadi Panitia Pembebasan Tanah (P2T) tidak berani menetapkan harga setelah terbit Peraturan Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2007 yang mewajibkan appraisal atau penaksir independen memiliki lisensi dari BPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Appraisal atau lembaga penilai harga tanah adalah lembaga profesional dan independen yang mempunyai keahlian dan kemampuan dibidang penilaian harga tanah. Di Indonesia, appraisal dibutuhkan karena Nilai Jual Obyek Pajak tidak mencerminkan harga suatu tanah dan bangunan. Masih ada komponen lain yang diperhitungkan, sehingga dikenal pula harga pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Minggu ini, BPN segera menerbitkan lisensi appraisal. Baru empat perusahaan appraisal yang mengajukan permohonan lisensi, dan akan segera kami proses,” kata Kepala BPN Joyo Winoto, Rabu (28/11) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Joyo, belum adanya lisensi sebenarnya tidak dapat dijadikan penghalang untuk membebaskan lahan bagi jalan tol sebab ada P2T. ”P2T seharusnya dapat difungsikan terlebih dahulu, bila lisensi dari BPN belum turun,” ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di Gedung DPR RI, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, mudah-mudahan pernyataan Kepala BPN dapat dibuktikan. ”Semoga saja, lisensinya (untuk appraisal independen), benar-benar dikeluarkan,” ujar Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pesimistis Djoko disebabkan sejak dikeluarkannya Peraturan Kepala BPN pada Mei lalu hingga November ini belum ada lisensi appraisal yang dikeluarkan. Menteri PU pada Senin (26/11) bahkan mengatakan akan mengambilalih permasahan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; BPN Belum Juga Menerbitkan Lisensi Appraisal Lahan Tol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS- Kepala Subdirektorat Pengadaan Lahan Departemen Pekerjaan Umum Wijaya Seta mengatakan, hingga pertengahan Desember 2007 ini, Badan Pertanahan Nasional belum juga menerbitkan lisensi bagi appraisal lahan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Appraisal atau lembaga penilai harga tanah adalah lembaga profesional dan independen yang mempunyai keahlian dan kemampuan di bidang penilaian harga tanah. Di Indonesia, appraisal dibutuhkan karena Nilai Jual Obyek Pajak, tidak mencerminkan harga suatu tanah dan bangunan. Masih ada komponen lain yang diperhitungkan, sehingga dikenal pula harga pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Departemen PU terpaksa menender appraisal, hal ini sedikit memperlambat proses pembebasan lahan tol di Indonesia,” kata Wijaya Seta, Jumat (14/12) di Jakarta. Di Indonesia, pembebasan lahan merupakan persoalan rumit. Hingga 15 November 2007, baru 248,98 hektar lahan tol dibebaskan, dari 12.209,93 hektar yang dibutuhkan untuk pembangunan 40 ruas tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BPN Joyo Winoto, Rabu (28/11) lalu, pernah mengatakan akan menerbitkan lisensi appraisal pada minggu terakhir November atau paling lambat minggu pertama Desember. Tetapi, ucapan Joyo tidak terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di Gedung DPR RI, di hari yang sama dengan saat Kompas bertemu Kepala BPN, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, mudah-mudahan pernyataan Kepala BPN dapat dibuktikan. ”Semoga saja, lisensinya (untuk appraisal independen), benar-benar dikeluarkan,” ujar Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pesimistis Djoko disebabkan sejak dikeluarkannya Peraturan Kepala BPN pada Mei lalu hingga November ini, belum ada lisensi appraisal yang dikeluarkan.  (RYO)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6535887105770492234?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6535887105770492234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6535887105770492234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6535887105770492234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6535887105770492234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/berhenti-menyalahkan-orang-lain.html' title='news- BPN- LISENSI APPRAISAL'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-3937293738709424282</id><published>2008-09-14T08:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T08:51:44.023-07:00</updated><title type='text'>LOW TRUST SOCIETY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0zBn84OUI/AAAAAAAAAHk/uXK4V6jMfY8/s1600-h/spyingmaps.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0zBn84OUI/AAAAAAAAAHk/uXK4V6jMfY8/s200/spyingmaps.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245905243953707330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Rhenald Kasali, Ph.D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahunsilam ketika baru saja memulai program doktoral saya di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air, tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek, ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu urek-urek!"ujarnya sambil tersenyum. Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda tangan Amerika. Kalau Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya selalu mengatakan itu adalah tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan diidentifikasi. Ada juga pembaca yang minta dua-duanya, dan ada kalanya saya pun meluluskannya. Tanda tangan lokal itu biasanya hanya saya gunakan untuk urusan bank Dan menandatangani transkrip nilai mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta rekan di sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka. Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama orang dari tanda tangannya. Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda tangan seruwet itu, semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil Kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru Kita agar tidak mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita. "Trust," kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk menciptakan kemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis. Bagaimana mungkin kita berbinsis dengan orang yang tidak Kita percaya? Rasa percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara. Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan betapa berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah menyelesaikan program studi, saya pun melakukan moving sale melego barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja Ada sebuah dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun Dan nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah. Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara. Kalau calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan. Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam, mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang ditawarkan. Prosesnya sama seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya di Indonesia . Dan akhirnya pun dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterka: tidak ada transaksi. Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high trust society, seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih makmur hidupnya. Mereka cuma bertanya tiga hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa harganya. Kalau mereka suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust society? Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda di sini belum mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya oleh lawan bisnis Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan upaya sia-sia. Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat tanda tangan yang namanyadapat dibaca oleh orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-3937293738709424282?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/3937293738709424282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=3937293738709424282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3937293738709424282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3937293738709424282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/low-trust-society.html' title='LOW TRUST SOCIETY'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0zBn84OUI/AAAAAAAAAHk/uXK4V6jMfY8/s72-c/spyingmaps.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-7400088182179242878</id><published>2008-09-13T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T08:30:30.280-07:00</updated><title type='text'>Sekilas -Pajak Bumi Dan Bangunan -</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0uBpo-DtI/AAAAAAAAAHU/o6Rq7LUbd8g/s1600-h/3_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0uBpo-DtI/AAAAAAAAAHU/o6Rq7LUbd8g/s320/3_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245899746848935634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Renungan Sekilas; PAJAK BUMI DAN BANGUNAN&lt;br /&gt;Oleh : EKO BAYU AJI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pajak ini kelihatan kecil untuk diurus, wajib pajak mempunyai karakteristik dari Abang Becak sampai Pengusaha kaya raya. Mengurusnya kadang rumit dan bikin repot misal pajak Rp. 20.000, aja wajib pajak rela ngotot ngajukan Keberatan dan ngomel karena tagihan PBB nya tahun kemarin Cuma Rp. 5000, katanya naiknya lebih dari 100 %.Padahal Nilai Tanahnya udah naik melebihi harga pasaran dan memang Zona Nilai tanahnya layak berubah. Yaa ini memang dilema dan kelihatannya lebih efisien jika Pemerintah Daerah langsung yang menanganinya tapi apakah itu sudah sesuai dengan realita yang ada di dunia nyata dalam praktek mereka bisa efisien dan bisa running dalam pelaksanaannya??, tapi menurut hemat penulis perlu dipertimbangkan lagi hal tersebut dengan alasan:&lt;br /&gt;1. Peran Edukasi dari PBB pada bidang perpajakan&lt;br /&gt;     Untuk menggali potensi pajak yang lebih besar di pajak lain, PBB membawa dampak dan kesan mendidik Warga Negara NKRI ini untuk patuh dan taat pajak karena dari yang kecil ini sebenarnya sosialisasi perpajakan berjalan by system walau tanpa disadari sebenarnya.&lt;br /&gt;2. Mengikat rasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)&lt;br /&gt;Bagi daerah yang potensi penerimaan PBB nya kecil tentunya akan menjerit karena selama ini mereka juga mendapatkan bagi hasil penerimaan PBB yang besar yang berasal dari daerah lainnya, hal ini sebagai pendorong pengikat NKRI karena ada semangat untuk bahu membahu terhadap daerah lainnya atau kepedulian terhadap daerah lain yang lebih minus. (ini yang sering dilupakan)&lt;br /&gt;3. Pengelolaan PBB yang butuh SDM dan teknologi tinggi&lt;br /&gt;Konsekuensinya PEMDA harus menyediakan tenaga ahli properti yang oleh Direktorat Jenderal Pajak sudah disiapkan 10 tahun lebih mulai dengan adanya program D3 dan sampai dengan program S1, S2,dan S3 konsentrasi Penilaian Properti dan jurusan pendukungnya seperti Geodesi maupun Geomatika, dengan menggandeng universitas ternama di Indonesia seperti STAN, ITB, UNDIP, dan UGM. Teknologi berbasis data Grafis maupun non Grafis memerlukan biaya tinggi..Apakah pihak Daerah sudah siap dengan konsekuensi mengelola obyek pajak dengan kompleksitas tinggi tersebut?&lt;br /&gt;4.   Keterpeliharaan Data base dan Grafis&lt;br /&gt;       Data Grafis yang merupakan hasil pengukuran teristris bertahun tahun dan pembenahan data akan bernasib sama dengan dinas-dinas lain yang udah berganti baju...hilang, ga kerawat, dan paling menyedihkan musnah, pembangunan sistem ini sangat mahal dan memerlukan SDM yang khusus sehingga dengan data yang tidak up date PEMDA akan kesulitan apalagi dari faktor-faktor keterbatasan mereka dan masih belum diketahuinya pemahaman filosofi PBB dari pelaksana kegiatan.&lt;br /&gt;5. Pajak ini langsung berkaitan dengan Masyarakat.&lt;br /&gt;Coba kita lihat dilingkungan kita saja di Lingkungan  RT atau RW, dimana PBB langsung menjadikan masyarakat resah gelisah jika naik dan senang pada orang tertentu karena menganggap ” asetnya bertambah” (pendapat awam), dan coba kita tengok di Kantor Pelayanan Pajak Pratama atau PBB warga akan sering kontak dengan petugas PBB dan tentunya ini secara pikiran positif merupakan kesempatan Petugas Pajak untuk dapat mensosialisasikan Pajak lainnya karena sekarang pelayanannya sudah satu Atap (KP. Pratama) dan tentunya ini salah satu media promosi paling murah pada masyarakat tanpa terasa, mereka juga tahu bahwa pelayanan DJP sudah berubah lebih baik dari kemarin yang sudah baik (menurut penulis) dan tentunya multi player effect nya akan berbeda secara edukatif pada masyarakat untuk lebih bergairah lagi mengenal,mengetahui, melaksanakan kewajiban perpajakannya secara lebih informatif dan memuaskan tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini memang agak kuno atau istilahnya udah basi jika  melihat paradigma yang berkembang sekarang, tapi setidaknya penulis mencoba menyampaikan sumbangsih pikiran mengingat sesuatu yang dipelihara DJP selama ini jangan sampai hilang begitu saja karena filosofi PBB memang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang selayaknyalah dan perlu dipertegas lagi bahwa Pajak Properti ini harus dikelola dengan sangat profesional untuk masa mendatang karena kalau tidak hati-hati negara kita akan memiliki sistem Pajak Properti yang kalah bersaing dari Negara lain yang mana dari Sistem Penilaian dan struktur Data base-nya sudah lebih bagus, dan kedepannya kita akan berputar putar lagi untuk membenahi basis data yang mana sekarang ini harus sering dipelihara dan diperbaharui terus yang tentunya akan memboroskan dana Anggaran Negara..Dan sebenarnya siapapun yang menangani masalah PBB harus dapat secara kesinambungan mengikuti perkembangan mengenai Pajak Properti ini yang senantiasa harus tetap merefer pada negara-negara lain yang sudah mumpuni dan tentunya tidak dapat dengan mudah menyatukan persepsi pengelolaannya dengan cara berbeda pada tiap daerah (faktor geografis dan Kultur Birokrasi kita) dan Apakah ini sudah terpikirkan?? Bagaimana Pendapat Para Pembaca Yang budiman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya pengelolaan Pajak ini memang harus dipertimbangkan secara matang dan mau dibawah kemana dengan perubahan tersebut akankah lebih baik atau justru sama saja atau lebih buruk lagi dan tentunya seperti Iklan Pajak .. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;APA KATA DUNIAAA??    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya harus ada pemikiran yang jernih untuk mengelola pajak ini, dan harus melibatkan saran dari semua pihak yang memahami dan mengerti mengenai Pajak Properti dari pihak DJP, akademisi, organisasi Penilai atau para pakar yang berkompeten sehingga keputusannya bisa lebih jernih untuk Pengelolaan lebih lanjut..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-7400088182179242878?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/7400088182179242878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=7400088182179242878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7400088182179242878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/7400088182179242878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/sekilas-pajak-bumi-dan-bangunan.html' title='Sekilas -Pajak Bumi Dan Bangunan -'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SM0uBpo-DtI/AAAAAAAAAHU/o6Rq7LUbd8g/s72-c/3_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4742506491073796468</id><published>2008-09-13T15:07:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T15:07:51.622-07:00</updated><title type='text'>SATELIT MATA-MATA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Satelit Mata-mata untuk Lingkungan&lt;br /&gt;Written on 16/05/03 at 22:37:09 GMT+07:00 by redaksi&lt;br /&gt;Berita Tanah AirSatelit Mata-mata untuk Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KETIKA perang Irak berlangsung, fasilitas Irak yang menjadi target militer Amerika Serikat sering muncul di media massa melalui rekaman satelit Ikonos. Ikonos memang punya resolusi spasial sangat tinggi, 1 meter untuk pankromatik dan 4 meter untuk multispektral, sehingga hasilnya amat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBENARNYA, perusahaan swasta AS lainnya DigitalGlobe, tahun 2002 meluncurkan satelit komersial dengan kemampuan mengungguli Ikonos. Quickbird, nama satelit ini, beresolusi spasial hingga 60 sentimeter dan 2,4 meter untuk moda pankromatik dan multispektral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran satelit inderaja resolusi tinggi (lebih halus dari 10 meter) untuk keperluan sipil sebenarnya dipicu oleh kebijakan pascaperang dingin, bukan teknologi. Bisa dikatakan teknologi militer awal tahun 1970-an sudah memungkinkan pencitraan dengan resolusi spasial kurang dari 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1992 Kongres AS meloloskan Undang-Undang Penginderaan Jauh Daratan (US Land Remote Sensing Act). Undang-undang ini menyebutkan industri inderaja satelit komersial sangat penting bagi kesejahteraan rakyat AS serta mengizinkan perusahaan-perusahaan swasta mengembangkan, memiliki, mengoperasikan serta menjual data yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sesudahnya, lisensi diberikan pada Space Imaging, EarthWatch, dan OrbImage, yang kemudian merancang sistem dengan resolusi spasial 4 meter untuk moda multispektral dan 1 meter untuk moda pankromatik. Satu lisensi lagi diberikan pada West Indian Space-perusahaan patungan AS-Israel-untuk merancang sistem pencitraan dengan resolusi sedikit lebih rendah, 1,8 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat perusahaan, Space Imaging yang paling cepat meluncurkan satelit Ikonos serta memasarkan datanya. Namun, Ikonos-1 gagal diluncurkan dan digantikan Ikonos-2, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan serupa dialami EarlyBird yang diluncurkan EarthWatch. Sedang OrbImage dan West Space Imaging masing-masing meluncurkan satelit Orbview dan EROS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegagalan EarlyBird, satelit Quickbird diluncurkan tahun 2000 oleh DigitalGlobe. Namun, kembali gagal. Akhirnya Quickbird-2 berhasil diluncurkan 2002 dan dengan resolusi spasial lebih tinggi, yaitu 2,4 meter (multispektral) dan 60 sentimeter (pankromatik). Citra Quickbird beresolusi spasial paling tinggi dibanding citra satelit komersial lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisensi ketat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain resolusi spasial sangat tinggi, keempat sistem pencitraan satelit memiliki kemiripan cara merekam, ukuran luas liputan, wilayah saluran spektral yang digunakan, serta lisensi pemanfaatan yang ketat. Keempat sistem menggunakan linear array CCD-biasa disebut pushbroom scanner. Scanner ini berupa CCD yang disusun linier dan bergerak maju seiring gerakan orbit satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkauan liputan satelit resolusi tinggi seperti Quickbird sempit (kurang dari 20 km) karena beresolusi tinggi dan posisi orbitnya rendah, 400-600 km di atas Bumi. Berdasarkan pengalaman penulis, dengan luas liputan 16,5 x 16,5 km², data Quickbird untuk 4 saluran ditambah 1 saluran pankromatik telah menghabiskan tempat 1,8 gigabyte. Data sebesar ini disimpan dalam 1 file tanpa kompresi pada resolusi radiometrik 16 bit per pixel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sistem menghasilkan dua macam data: multispektral pada empat saluran spektral (biru, hijau, merah, dan inframerah dekat atau B, H, M, dan IMD), serta pankromatik (PAN) yang beroperasi di wilayah gelombang tampak mata dan perluasannya. Semua saluran pankromatik, karena lebar spektrumnya mampu menghasilkan resolusi spasial jauh lebih tinggi daripada saluran-saluran multispektral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur penting lain adalah ketatnya pemberian lisensi pemanfaatan. DigitalGlobe misalnya, hanya memberikan satu jenis lisensi pemanfaatan Quickbird pada p pembeli. Jadi, bila pemerintah kota di Indonesia membeli data ini untuk keperluan perbaikan lingkungan permukiman urban misalnya, data yang sama tidak boleh digunakan untuk keperluan lain seperti pajak bumi dan bangunan (PBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multispektral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi spasial tinggi ditujukan untuk mendukung aplikasi kekotaan, seperti pengenalan pola permukiman, perkembangan dan perluasan daerah terbangun. Saluran-saluran spektral B, H, M, IMD, dan PAN cenderung dipilih, karena telah terbukti efektif dalam menyajikan variasi fenomena yang terkait dengan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan citra Quickbird wilayah Semarang bagian barat (Gambar 1), bisa dilihat jenis atapnya, misal genteng tanah liat, asbes, beton yang dicat hingga perbedaan warna tanah. Lahan yang digali dan diratakan juga dapat dibedakan secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi vegetasi tampak jelas pada komposisi warna semu (false color), yang tersusun atas saluran-saluran B, H, IMD ataupun H, M, IMD yang masing-masing ditandai dengan urutan warna biru, hijau, dan merah. Pada citra komposit warna ini, vegetasi dengan berbagai tingkat kerapatan tampak bergradasi kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik pengolahan citra digital dengan indeks vegetasi seringkali memilih formula NDVI (normalised diference vegetation index= IMD-M/IMD+M). Indeks atau nilai piksel yang dihasilkan kemudian sering dijadikan ukuran kuantitatif tingkat kehijauan vegetasi. Apabila diterapkan di wilayah kota, maka tingkat kehijauan lingkungan urban dapat digunakan sebagai salah satu parameter kualitas lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lahan pertanian, NDVI terkait dengan umur, kesehatan, dan kerapatan tanaman semusim, sehingga seringkali dipakai untuk menaksir tingkat produksi secara regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode analisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Quickbird dan Ikonos telah melahirkan ’eforia baru’ pada praktisi inderaja yang jenuh dengan penggunaan metode baku analisis citra berbasis Landsat dan SPOT. Klasifikasi multispektral standar berdasarkan resolusi spasial sekitar 20-30 meter seringkali dianggap kurang halus untuk kajian wilayah pertanian dan urban di Jawa. Model-model dengan knowledge-based techniques (KBT) yang berbasis Landsat dan SPOT umumnya tidak tersedia dalam menu baku di perangkat lunak komersial, dan lebih sulit dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quickbird menjawab kebutuhan itu. Resolusi 60 cm bila dipadukan dengan saluran multispektralnya akan menghasilkan pan-sharped image, yang mampu menonjolkan variasi obyek hingga marka jalan dan tembok penjara (Gambar 2). Citra ini mudah sekali diinterpretasi secara visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, para pakar inderaja saat ini masih bergulat dengan pengembangan metode ekstraksi informasi otomatis berbasis citra resolusi tinggi seperti Quickbird. Resolusi spasial yang sangat tinggi pada Quickbird telah melahirkan masalah baru dalam inderaja digital, di mana respons spektral obyek tidak berhubungan langsung dengan karakter obyek secara utuh, melainkan bagian-bagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan citra multispektral SPOT-5 beresolusi 10 meter, maka dengan relatif mudah jaringan jalan dapat kita klasifikasi secara otomatis ke dalam kategori-kategori ’jalan aspal’, ’jalan beton’, dan ’jalan tanah’, karena jalan-jalan selebar sekitar 5 hingga 12 meter akan dikenali sebagai piksel-piksel dengan nilai tertentu. Namun, pada resolusi 60 cm, jalan selebar 15 meter akan terisi dengan pedagang kakilima, marka jalan, pengendara motor, dan bahkan koran yang tergeletak di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Projo Danoedoro Peneliti bidang Geographic Information Science, tinggal di Brisbane, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/13/inspirasi/307922.htm&lt;br /&gt;Kontribusi: Pak Projo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4742506491073796468?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4742506491073796468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4742506491073796468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4742506491073796468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4742506491073796468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/satelit-mata-mata.html' title='SATELIT MATA-MATA'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2890474357849898188</id><published>2008-09-13T14:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T14:49:21.114-07:00</updated><title type='text'>PAJAK DALAM TRANSAKSI PROPERTY</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pajak dalam Transaksi Apartemen  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuesday, 07 March 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH: HERU NARWANTO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pajak bukan hanya dikenakan dalam transaksi jual beli apartemen. Dalam hal sewa menyewa pun, ada pajak yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pajak apartemen sering kurang mendapat perhatian calon konsumen. Mereka biasanya sudah puas mendapatkan informasi tentang harga, besarnya diskon, cara pembayaran, dan fasilitas yang akan didapat. Jarang sekali yang bertanya tentang pajak yang harus dibayar ketika hendak membeli apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Developer pun tidak semuanya menjelaskan hal itu sejak awal. Konsumen baru kaget setelah belakangan tahu kewajiban pajak yang harus dibayarnya ternyata tidak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis pajak yang menjadi kewajiban konsumen jika membeli unit apartemen. Pertama, PPn BM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) sebesar 20 persen dari nilai transaksi atau harga apartemen. Yang terkena ketentuan ini adalah apartemen dengan luas mulai dari 150 m2 ke atas, dan atau nilai bangunannya mulai dari Rp4 juta/m2 ke atas, tidak termasuk nilai tanah. Di luar kriteria itu tidak kena PPnBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen dari nilai transaksi. Pajak ini tak ada batasannya. Berapapun nilai transaksinya terkena PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Besarnya lima persen dari nilai transaksi setelah dikurangi NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Untuk wilayah DKI Jakarta NPOPTKP adalah Rp60 juta. Kalau nilai transaksi lebih tinggi dibanding nilai NJOP, dasar pengenaan BPHTB dari nilai transaksi. Sebaliknya jika NJOP yang lebih tinggi, BPHTB dihitung dari NJOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketentuan tentang PPnBM dan PPN itu hanya berlaku untuk transaksi dari developer kepada pembeli pertama. Bila transaksi antar-individu tidak perlu membayar PPnBM dan PPN. Cukup membayar BPHTB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, si A membeli apartemen 160 m2 dari PT Delima Mekar (developer), maka berlaku PPnBM 20 persen, PPN 10 persen, dan BPHTB 5 persen. Secara keseluruhan pajak apartemen yang harus dibayar konsumen pertama (membeli dari developer) kurang lebih 35 persen dari nilai transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, seseorang yang membeli apartemen, katakanlah seharga Rp600 juta di DKI Jakarta, harus merogoh kocek sekitar Rp207 juta untuk membayar pajak saja. Tak ada celah untuk mengelak termasuk meminta keringanan, karena ketentuan ini sifatnya baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Narwanto, Adv. Adv. Dip. Est.Mgmt., Msi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati masalah property appraisal dan konsultan Riset Majalah ESTATE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2890474357849898188?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2890474357849898188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2890474357849898188' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2890474357849898188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2890474357849898188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/pajak-dalam-transaksi-property.html' title='PAJAK DALAM TRANSAKSI PROPERTY'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-989106836866406489</id><published>2008-09-13T14:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T14:36:54.763-07:00</updated><title type='text'>Kekayaan Negara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekayaan Negara&lt;br /&gt;Aktivitas Penilaian Properti Masih Bersifat Sektoral&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Senin, 11 Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, KOMPAS - Nilai pasar properti yang menjadi nilai tunggal atau single value for multipurposes diperlukan untuk memfasilitasi berbagai kepentingan penilaian properti. Hasil penilaian sendiri akan bermanfaat dalam penentuan nilai aset yang akan menjadi data dasar pengambilan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Seminar Nasional "Pentingnya Penguatan Institusi Penilaian dan Penyusunan Rancangan Undang-Undang Penilaian di Indonesia: Realitas Masa Kini dan Tantangan Masa Mendatang" di Hotel Hyatt Regency, Sabtu (9/6), Direktur Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan RI Hadiyanto mengungkapkan, single value for multipurposes (SVMP) diperlukan karena banyak instansi pemerintah yang melakukan aktivitas penilaian properti dan sampai saat ini penilaian-penilaian tersebut masih bersifat sektoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penilaian properti selama ini masih menggunakan metode yang sangat sederhana, terkadang hanya sekadar mengukur fisik properti saja," kata Hadiyanto. Penilaian pun masih bersifat sektoral karena dilakukan dengan tujuan dan hasil penilaian yang berbeda-beda, sesuai dengan kepentingan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiyanto menambahkan, Indonesia juga masih menghadapi tantangan keterbatasan penyediaan data untuk kepentingan penilaian. "Informasi harga transaksi atau penawaran dari penjual, pembeli, broker, agen, dan Pejabat Pembuat Akta Tanah kuantitasnya masih terbatas. Informasi itu juga tidak transparan dan sulit diakses," ungkapnya mencontohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Independen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sampai saat ini belum ada lembaga independen yang menilai, mengelola, dan menyediakan informasi mengenai Nilai Pasar Properti. Padahal, informasi-informasi ini akan sangat bermanfaat mewujudkan basis data nilai untuk berbagai kepentingan atau value database for multipurposes (VDMP). VDMP sendiri diharapkan dapat menjadi tolok ukur atau benchmark berbagai kepentingan penilaian aset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, jumlah dan jenis kekayaan negara tersebar di seluruh Indonesia. Kekayaan negara sebagai representasi kepentingan publik juga akan mengakibatkan nilai kekayaan negara menjadi representasi publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dosen Magister Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Insukindro mengingatkan penilaian kekayaan negara dan daerah tidak bisa dilakukan hanya dengan satu metode saja. Ia memaparkan pendekatan triangulasi yang mempertimbangkan risiko, ketersediaan bahan, dan informasi terkait pasar. (AB3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-989106836866406489?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/989106836866406489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=989106836866406489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/989106836866406489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/989106836866406489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/kekayaan-negara.html' title='Kekayaan Negara'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-9147832401925973462</id><published>2008-09-13T14:32:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T14:32:55.708-07:00</updated><title type='text'>News-appraisal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Penilaian Aset Negara Butuh Penilai Independen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 18 April 2008 | 19:19 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:&lt;br /&gt;Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menilai aset negara seharusnya dinilai oleh penilai independen. Ketua Umum MAPPI, Hamid Yusuf, mengatakan penilai independen itu mutlak diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih tepat dan benar. Tapi masalahnya hingga kini Indonesia belum memiliki payung hukum tentang jasa penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulasi tentang jasa penilai saat ini baru sebatas Keputusan Menteri Keuangan No 57 tahun 1996 tentang jasa penilaian. Karena itu rancangan undang-undang tentang penilaian yang masih dalam proses penyusunan dapat segera diselesaikan. Dengan adanya jasa penilai independen ini, penilaian aset negara dapat lebih dilakuakn secara transparan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang sekali kalau terus ada aset-aset negara yang hilang entah kenapa,” kata Hamid. Saat ini penilai pemerintah tersebar di beberapa instansi seperti direktorat jenderal pajak, direktorat jenderal kekayaan negara, dan instansi di bawah pemerintahan daerah. Penilai lainnya adalah Badan Pertanahan Nasional, Badan Pemeriksaan Keuangan, dan Komisi Pemberantas Korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-9147832401925973462?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/9147832401925973462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=9147832401925973462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9147832401925973462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/9147832401925973462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/news-appraisal.html' title='News-appraisal'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-480753968263866791</id><published>2008-09-13T14:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T14:25:41.010-07:00</updated><title type='text'>Modernisasi integritas pajak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Tanggal : 03 April 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisasi integritas pajak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati rupanya "kesengsem" dengan&lt;br /&gt;keberhasilan modernisasi kantor pajak, yang membuat penerimaannya&lt;br /&gt;melonjak antara 30% hingga 40% dibandingkan sebelum dimodernisasi. Atas&lt;br /&gt;dasar itu, Menteri merencanakan untuk memodernisasikan seluruh kantor&lt;br /&gt;pajak yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Memodernisasi kantor pajak memang sudah seharusnya merupakan prioritas&lt;br /&gt;tinggi karena ketergantungan pemerintah pada penerimaan pajak juga&lt;br /&gt;sangat besar. Hampir 80% penerimaan APBN bersumber dari penerimaan&lt;br /&gt;perpajakan.&lt;br /&gt;Namun, jika modernisasi tersebut dikarenakan penerimaan di salah satu&lt;br /&gt;KPP modern (dalam hal ini KPP Tebet, Jakarta Selatan) yang melonjak&lt;br /&gt;hingga 40%, dan berharap setelah semua kantor pajak dimodernisasi maka&lt;br /&gt;penerimaan pajak secara nasional melonjak 40%, Menteri Keuangan bisa&lt;br /&gt;salah hitung.&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan, a.l. pertama, perubahan&lt;br /&gt;dari KPP biasa menjadi KPP modern biasanya diikuti dengan perubahan&lt;br /&gt;sebagian wajib pajak. Sehingga tidak otomatis pertumbuhan penerimaan&lt;br /&gt;tersebut dipengaruhi oleh faktor modernisasi. Pengaruh modernisasi&lt;br /&gt;harus dilihat pada masing-masing WP, antara sebelum dan sesudah menjadi&lt;br /&gt;WP di KPP modern.&lt;br /&gt;Kedua, pertumbuhan penerimaan pajak dari tahun ke tahun rata-rata&lt;br /&gt;tumbuh antara 20% hingga 25%. Sehingga bila di satu KPP pertumbuhan&lt;br /&gt;penerimaan pajak mencapai 40%, tidak bisa seluruh angka pertumbuhan itu&lt;br /&gt;diklaim sebagai keberhasilan modernisasi.&lt;br /&gt;Ketiga, pengaruh eksternal (kondisi keuangan WP) terhadap penerimaan&lt;br /&gt;pajak jauh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh internal kantor&lt;br /&gt;pajak (modernisasi administrasi dan pelayanan pajak).&lt;br /&gt;Untuk itu, modernisasi kantor pajak harus dilihat sebagai apresiasi&lt;br /&gt;pemerintah kepada wajib pajak. Baik dan buruknya pemerintahan bisa&lt;br /&gt;dilihat dari bagaimana cara kerja kantor pajak. Jika pelayanan di&lt;br /&gt;kantor pajak buruk, jangan harap pelayanan publik di tempat lain akan&lt;br /&gt;lebih baik. Logika yang sederhana.&lt;br /&gt;Selain itu, Menteri Keuangan juga harus menjawab pertanyaan yang&lt;br /&gt;berkembang di masyarakat. Mengapa modernisasi dimulai dari kantor&lt;br /&gt;pelayanan pajak (tingkat operasional) bukan dari kantor pusat?&lt;br /&gt;Idealnya modernisasi bisa dilakukan secara serempak, di kantor pusat&lt;br /&gt;yang menjadi dapur kebijakan dan di kantor pelayanan yang menjadi ujung&lt;br /&gt;tombak (outlet). Namun, jika karena satu dan lain hal (seperti&lt;br /&gt;keterbatasan dana), mana yang lebih urgent untuk dimodernisasi: Kantor&lt;br /&gt;pusat atau kantor pelayanan?&lt;br /&gt;Salah satu sifat atau perbedaan yang mencolok, di KPP modern diterapkan&lt;br /&gt;kode etik pegawai yang lebih ketat. Pengawasan pegawai di KPP modern&lt;br /&gt;jauh lebih tegas. Sampai-sampai ada larangan bagi pegawai di KPP modern&lt;br /&gt;untuk makan siang bersama WP. Sistem ini bisa diterapkan karena mereka&lt;br /&gt;memang sudah melalui seleksi yang ketat serta mendapat sistem&lt;br /&gt;penggajian yang jauh lebih memadai.&lt;br /&gt;Namun, penerapan dua sistem dalam satu institusi ini juga menimbulkan&lt;br /&gt;pertanyaan. Ada kesan pegawai pajak di KPP modern makan siang bersama&lt;br /&gt;tidak boleh, tapi pegawai di KPP biasa, apa saja boleh. Sehingga muncul&lt;br /&gt;guyonan di antara pegawai pajak. Mereka yang bekerja di di KPP modern&lt;br /&gt;menyebut dirinya sudah syariah, sementara yang ada di KPP biasa&lt;br /&gt;menyebut dirinya syori-ah (baca: sorry ah).&lt;br /&gt;Menteri Keuangan yang datang dari kalangan akademisi tentu sangat paham&lt;br /&gt;bahwa modernisasi tidak terbatas pada alat dan perangkat, tapi yang&lt;br /&gt;jauh lebih penting adalah modernisasi mental dan integritas aparat&lt;br /&gt;pajak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-480753968263866791?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/480753968263866791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=480753968263866791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/480753968263866791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/480753968263866791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/modernisasi-integritas-pajak.html' title='Modernisasi integritas pajak'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-6682479967120527664</id><published>2008-09-13T13:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T13:04:17.433-07:00</updated><title type='text'>AKTUALITAS NJOP</title><content type='html'>Banyak NJOP Dibawah Harga Pasar&lt;br /&gt;oleh ant pada 25-04-2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMARANG (Joglosemar): Banyak wilayah atau tanah yang nilai jual objek pajak (NJOP)-nya masih jauh di bawah harga pasar. Padahal NJOP sebagai dasar penetapan pajak bumi dan bangunan (PBB).&lt;br /&gt;Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I, Dedi Rodaedi Kamis, (24/4) mengatakan, suatu wilayah yang dihuni masyarakat dibagi menjadi tanah berkembang pesat, kurang berkembang, dan tidak berkembang sama sekali.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, karena perkembangan suatu wilayah berbeda-beda, maka NJOP yang merupakan dasar penetapan PBB juga akan berbeda. Ada daerah yang setiap tahun berkembang maka NJOP akan disesuaikan terus. Tetapi ada wilayah yang dua atau tiga tahun baru disesuaikan NJOP-nya.&lt;br /&gt;“Saat ini, yang terjadi NJOP masih jauh berada di bawah harga pasar. Idealnya adalah NJOP sama atau mendekati dengan nilai harga pasar agar penentuan besaran PBB menjadi lebih fair,” katanya.&lt;br /&gt;Secara logika, katanya, bagi tanah yang nilai harga pasarnya tinggi tentu membayar PBB juga lebih tinggi. “Permasalahannya di Dirjen Pajak, kita tidak punya cukup orang untuk setiap saat melakukan pendataan dan penilaian secara detail, karena begitu luas wilayah tidak terjangkau oleh petugas yang ada,” katanya.&lt;br /&gt;Dengan kondisi tersebut, wilayah yang pertumbuhannya cukup pesat dilakukan pendataan wilayah setiap tahun. Sementara wilayah yang belum berkembang dilakukan pendataan dua atau tiga tahun sekali akibatnya NJOP melonjak karena baru disesuaikan dua atau tiga tahun sekali. (ant)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-6682479967120527664?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/6682479967120527664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=6682479967120527664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6682479967120527664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/6682479967120527664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/aktualitas-njop.html' title='AKTUALITAS NJOP'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-8411812301788820990</id><published>2008-09-13T12:27:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T12:30:25.364-07:00</updated><title type='text'>STRATEGI PEMASARAN</title><content type='html'>Rabu, 2008 Mei 07&lt;br /&gt;Starbucks Coffee : 5 Prinsip Pelayanan&lt;br /&gt;0 komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang perusahaan alami di era hypercompetitive sekarang ini? Perang harga yang tidak ada hentinya? Perang hadiah yang gila-gilaan? Produk dan strategi bisnis yang cepat usang? Pelanggan yang semakin kritis? Semakin sulit mempertahankan pelanggan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya dinamika persaingan bisnis abad 21, saya teringat buku yang pernah saya baca : The Starbucks Experience, tulisan Joseph A. Michelli. Buku tersebut mengisahkan kegemilangan Starbucks Coffee dalam mengembangkan kerajaan bisnis kedai kopi, sehingga menjadi salah satu brand terbaik di dunia. Buku tersebut menceritakan pula bagaimana Starbucks Coffee meraih kompetensi bisnisnya melalui implementasi prinsip-prinsip dan filosofi pelayanan unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah faktor fundamental terpenting yang membuat mereka sukses luar biasa. Selain program pemasaran eksternal yang dijalankan, kekuatan Starbucks justru ada pada invasi pemasaran internal karyawannya. Program pemasaran visi, internalisasi nilai-nilai, prinsip dan filosofi bisnis Starbucks yang menggedor kuat seluruh karyawan, membakar "jihad kerja" mereka untuk memberikan layanan luar biasa kepada konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starbucks Experience memiliki 5 (lima ) prinsip dasar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Make it your own ( jadikan itu milikmu )&lt;br /&gt;2. Everything matters ( semuanya penting )&lt;br /&gt;3. Surprise and delight ( kejutan dan hiburan )&lt;br /&gt;4. Embrace resistence ( hargai penolakan )&lt;br /&gt;5. Leave your mark ( tinggalkan jejak )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bagaimana "mengoperasionalkan" prinsip yang pertama, terdapat lima cara, yaitu : be welcoming ( menyambut ), be genuine ( tulus ), be considerate ( memahami kebutuhan ), be knowledgeable ( berpengetahuan ), dan be involved ( terlibat antusias dalam perusahaan dan komunitas ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang kedua, segalanya adalah penting. Masih ingat pepatah everything is brand? Jangan lupakan hal-hal yang kecil dan detil untuk menghasilkan proses yang sempurna. Jangan lupakan kebersihan toilet, kertas tisu, katalog pesanan, bungkus kopi, tempat duduk, dan lain-lain. Singkat kata, semuanya penting. Kegagalan dalam pelayanan dapat terjadi karena adanya masalah kecil yang terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang ketiga, berikan kejutan dan hiburan. Bahkan kalau perlu abaikan prosedur untuk menciptakan kesan pelanggan yang mendalam. Intinya, lihat permasalahan dan kebutuhan solusi yang ada, masuk dan berikan kejutan tersebut secara alami dan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang keempat-sesuatu yang terlihat sederhana namun kita akui tidak gampang menerapkannya-adalah menghargai penolakan, mau mendengarkan sepenuh hati kritik dan masukan dari para pelanggan. Kunci penolakan adalah dengan mendengarkan. Bila terjadi kesalahan, ambil tanggung jawab secara langsung dan tindakan perbaikan. Kritik dan saran ditempatkan sebagai suatu "produk informasi" yang sangat berharga bagi Starbucks Coffee untuk memperbaiki kualitas layanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang terakhir adalah tinggalkan jejak. Kedai kopi dengan logo berwarna hijau ini aktif dalam berbagai program CSR, memberikan "warisan" positif bagi komunitas lingkungannya. Untuk itu mereka membangun kegiatan CSR melalui 4 ( empat ) program komitment berkelanjutan yang sangat terkenal, yakni : Commitment to Origins, Commitment to Environment, Commitment to Communities, dan Commitment to Partners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pengalaman Starbucks Coffee memang memberikan pelajaran yang amat menarik. Sebuah cerita budaya perusahaan yang unggul, sarat dengan inspirasi-inspirasi nan mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak slide presentasi sederhana di bawah ini, bagaimana seputar perkembangan dan strategi bisnis Starbuck Coffee yang dijalankan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-8411812301788820990?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/8411812301788820990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=8411812301788820990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8411812301788820990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8411812301788820990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/strategi-pemasaran.html' title='STRATEGI PEMASARAN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-8459808197697902176</id><published>2008-09-13T12:07:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T12:13:42.113-07:00</updated><title type='text'>KENAPA NJOP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SMwQGxvcHxI/AAAAAAAAAHA/reIBSlbIh1Y/s1600-h/GAJH.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SMwQGxvcHxI/AAAAAAAAAHA/reIBSlbIh1Y/s320/GAJH.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245585374597357330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sunday, September 14, 2008Saturday, March 08, 2008   &lt;br /&gt;Search&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISADUR DARI: Mataku Matai &lt;br /&gt;MONDAY, MAY 21, 2007&lt;br /&gt;Kenapa Harus NJOP &lt;br /&gt;Nilai jual objek pajak (NJOP) sejatinya adalah dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan.Tetapi pada kenyataanya NJOP digunakan untuk kepentingan diluar penerimaan pajak. Contoh penggunaan NJOP diluar pajak antara lain :&lt;br /&gt;transaksi jual-beli,penetapan limit lelang,Ganti rugi, seperti yang disebutkan dalam pasal 15 ayat 1 point a Peraturan Presiden RI No.65 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden RI No.36 tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum&lt;br /&gt;Dasar perhitungan besarnya ganti rugi didasarkan atas :&lt;br /&gt;Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Nilai nyata / sebenarnya dengan memperhatikan Nilai Jual Objek Pajak tahun berjalan berdasarkan penilaian Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah yang ditunujk oleh panitia&lt;br /&gt;Pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebagaimana disebutkan dalam UU No.21 tahun 1997 j.o. UU No 20 tahun 2000 pasal 6 ayat 3&lt;br /&gt;Apabila Nilai Perolehan Objek Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak yang digunakan dalam pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun terjadinya perolehan dasar pengenaan pajak yang dipakai adalah Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan &lt;br /&gt;Dalam penentuan NJOP digunakan 3 pendekatan yaitu pendekatan perbandingan data pasar (market comparison approach), pendekatan biaya (cost approach) dan pendekatan pengkapitalisasian pendapatan (income approach).Untuk pelaksanaan penilaian nilai tanah di dapat dari Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) sedangkan nilai bangunan diperoleh dari analisa BOW yang terangkum dalam DBKB (daftar biaya komponen bangunan).Selanjutnya nilai tanah dan bangunan yang telah diperoleh diklasifikasian kedalam kelas-kelas untuk penentuan NJOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kenapa harus NJOP dijadikan dasar acuan untuk kepentingan diluar Pajak Bumi dan Bangunan? Saya berpendapat bahwa sampai saat ini belum ada produk hukum (peraturan) atau lembaga (badan hukum) yang mempunyai keputusan untuk nilai / harga tanah.Untuk mengatasinya kiranya perlu ada lemabaga semacam land banking yang mengatur dan menetapkan dasar atas nilai/harga tanah, sehingga didapat kesamaan dan kepastian hukumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-8459808197697902176?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/8459808197697902176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=8459808197697902176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8459808197697902176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8459808197697902176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/acuan-ganti-rugi_13.html' title='KENAPA NJOP'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CNGZ49dWxsA/SMwQGxvcHxI/AAAAAAAAAHA/reIBSlbIh1Y/s72-c/GAJH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-2201082997604222556</id><published>2008-09-13T11:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T12:00:09.644-07:00</updated><title type='text'>HARGA - MUSYAWARAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;www.kontan-online.com  No. 18, Tahun XI, 5 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang Harga buat Bekal Musyawarah&lt;br /&gt;Warga Depok menuntut ganti rugi tinggi untuk lahan tol Jagorawi-Cinere&lt;br /&gt;Pembebasan lahan bakal tol Jagorawi-Cinere baru memasuki tahap inventarisasi, namun warga yang bakal tergusur mulai ancang-ancang memasang harga. Pemerintah Kota Depok sedang mempersiapkan tender pemilihan tim penilai independen.&lt;br /&gt;Hasbi Maulana, Suhendra&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, rencana pembangunan jalan tol di dalam kota ibarat buah simalakama. Sebagian besar orang menyambut antusias rencana seperti itu, namun sebagian warga masyarakat yang lain justru berdebar cemas menanti realisasinya. Yang bergairah tentu berharap ruas tol baru akan membuat akses lalu lintas menjadi semakin lancar. Sebaliknya, para pemilik rumah dan lahan yang bakal tergusur gelisah, bahkan marah, lantaran khawatir tanah atau bangunan mereka bakal dihargai terlalu murah. Persamaan di antara dua golongan itu hanya satu: sama-sama kudu sabar menanti kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pula yang terjadi pada masyarakat di Depok. Sudahlah, kita tak usah membicarakan warga yang bersukacita lantaran bakal mendapat tol baru Jagorawi-Cinere. Nasib mereka yang akan tergusur lebih layak untuk mendapatkan perhatian. Setelah hampir setahun lalu mendengar kabar bahwa tanah dan rumah mereka bakal tergusur proyek jalan tol, hingga kini mereka belum mendapat kepastian ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih melakukan inventarisasi. "Panitia P2T sedang melakukan inventarisasi tanah, bangunan, dan tanaman. Saat ini kami sudah melakukannya sepanjang 5 kilometer di seksi satu," kata La Theo Dasilva, Kepala Sub-Bagian Pemerintahan Umum Kota Depok yang menjadi Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah inventarisasi seluruh lahan selesai nanti, masyarakat yang bakal tergusur bisa terlibat menentukan nasib mereka sendiri. Pemkot Depok akan mengumumkan hasil inventarisasi tanah, bangunan, serta tanaman yang ada. Kalau pengumuman itu tak sesuai dengan fakta lapangan atau data yang mereka miliki, penduduk boleh menyanggahnya. Sayangnya, waktu untuk menyanggah cuma satu minggu. "Proses inventarisasi seksi satu akan selesai pertengahan Februari 2007," tutur Theo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru tangga kedua dalam jenjang prosedur penentuan ganti rugi yang cukup panjang. Setelah tak ada persoalan inventarisasi, P2T akan melakukan nominasi di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat walikota. Nominasi adalah pencatatan daftar para calon penerima ganti rugi. Setelah semua beres, baru akan terbentuk forum musyawarah yang akan dihadiri perwakilan masyarakat calon tergusur, P2T, walikota, serta Tim Pengadaan Tanah Departemen Pekerjaan Umum. Di forum itulah pembicaraan soal harga ganti rugi mulai mengemuka. "Walikota akan mendengar masukan dari sebuah tim penaksir independen," kata Theo. "Tim ini akan dipilih melalui tender terbuka, mudah-mudahan Februari nanti," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim penaksir tanah independen inilah yang akan mengeluarkan angka taksiran harga tanah penduduk yang bakal dipakai untuk membangun jalur tol sepanjang 14,7 km itu. Tentu saja, angka yang mereka kemukakan belum harga mati. "Semuanya perlu dimusyawarahkan dengan memperhatikan hak kepemilikan tanah, letak secara ekonomis, secara strategis," jelas Theo lagi. Musyawarah hanya membahas harga tanah, sedangkan harga bangunan dan tanaman akan memakai patokan ganti rugi yang sudah berlaku di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil musyawarah itulah yang akan dipakai sebagai patokan ganti rugi. "Selama ini kita menetapkan ganti rugi berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) wilayah bersangkutan. Kami tidak bisa melakukan ganti untung," tandas Hisnu Pawenang, Ketua Badan Pengelola Jalan Tol. Terhadap tanah yang memiliki harga pasar di atas NJOP, menurut Hisnu, biasanya pemerintah menggunakan rumus NJOP ditambah harga pasar, lalu dibagi dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga membentuk tim negosiator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau musyawarah tak menghasilkan kesepakatan? Apa boleh buat, pemerintah akan memanfaatkan kekuatan yang ada pada Peraturan Presiden Nomor 36 jo 65 tahun 2006. "Kemungkinan akan ada pencabutan hak atas tanah atau melakukan penitipan uang di pengadilan negeri," kata Theo. Mari kita berdoa jangan sampai itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, seberapa besar kemungkinan tercapai titik temu antara masyarakat dan Pemkot Depok dalam menentukan harga tanah nanti? Entahlah. Yang jelas, sebagian masyarakat yang bakal tergusur sudah pasang harga. "Kami, sih, inginnya harga yang layak, syukur-syukur bisa mencapai Rp 3 juta per meter persegi. Jangan sampai setelah tergusur kami tidak bisa membeli tanah lagi," kata Bonin, seorang warga Kelurahan Harjamukti. Harga pasaran tanah di sekitarnya, menurut Bonin, antara Rp 500.000 per m2 Rp 1 juta per m2. "Harga lebih tinggi agar memberi kompensasi bagi warga yang lokasinya strategis secara ekonomis," sambung Bonin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semua warga sudah menghitung-hitung duit yang bakal mereka kantongi. Masyarakat di Kelurahan Cisalak Pasar, misalnya, masih keberatan jalur tol Jagorawi-Cinere nanti bakal menggusur mereka. "Sebenarnya kami keberatan karena tanah ini tanah kelahiran saya," kata Aminah. Maryati juga menyampaikan nada yang sama, hanya alasannya sungguh logis. "Tempat tinggal kami sudah sangat strategis. Selain dekat jalan raya juga dekat dengan pasar," katanya. Sesuai dengan namanya, wilayah Cisalak Pasar memang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Bogor dan Pasar Cisalak yang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan yang lebih matang tampak dilakukan warga Blok EE Raffles Hills. Penduduk yang rumahnya bakal tergusur sudah membentuk tim negosiator. Tim khusus itulah yang nanti mewakili warga merundingkan harga tanah mereka. Sayangnya, tim ini bersikap hati-hati. Cherry, salah seorang anggota tim yang ditemui KONTAN, terkesan enggan berbicara banyak. "Belum tahu ya, nanti kita tunggu saja. Kami akan mengeluarkan press release," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga setempat yang enggan disebut identitasnya mengaku bahwa umumnya masyarakat di sana menginginkan harga di atas Rp 5 juta per m2. "Beberapa tahun lalu saya beli dengan harga masih Rp 1,1 juta, tapi sekarang NJOP-nya Rp 1,2 juta. Harga pasaran sekitar Rp 1, 3 juta sampai Rp 1, 5 juta," katanya. Lantas dari mana angka Rp 5 juta berasal? "Kerugian yang kami tanggung bukan hanya material, namun juga kerugian imaterial. Kenyamanan kami sangat terganggu dengan adanya proyek ini," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuad Hasan, warga Raffles Hills di Blok EE 1/29, bertutur lebih lugas. "Saya, sih, ingin harga tanah nanti di atas Rp 5 jutaan, lah. Ya antara Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per meter. Lagian kenapa, sih, pemerintah memilih jalur perumahan elite? Ganti ruginya mahal," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, moga-moga, kelak tak ada aksi blokade jalan tol karena ganti rugi yang belum beres.&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Ada Patokan Harga Tanaman dan Bangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan harga tanah, masyarakat tak bisa tawar menawar ganti rugi untuk tanaman dan bangunan. Kami berpatokan pada SK Walikota Depok yang diperbarui setiap dua tahun sekali," kata Nuraeni Widayatti, Kepala Bidang Tanaman, Dinas Pertanian Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar hasil pantauan di lapangan, tanaman masyarakat warga Depok lebih banyak berupa rambutan dan belimbing. Harga ganti rugi pohon rambutan antara Rp 30.000 sampai Rp 350.000, sedangkan harga ganti rugi belimbing antara Rp 30.000 hingga Rp 432.000 per pohon. "Harga pastinya, biasanya kami meminta masukan dari pemilik. Umumya, sih, kami setuju-setuju saja asalkan sesuai dengan kenyataan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penentuan besar ganti rugi bangunan tak sesederhana itu. "Kami memiliki harga-harga satuan yang nantinya dimasukkan dalam format-format harga taksiran," kata Rinza Ekoyanto, Kepala Bidang Tata Bangunan, Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Depok. Rumus hitungannya cukup rumit, selain disesuaikan dengan materi bangunan juga memperhitungkan umur bangunan. Contohnya, harga ganti rugi marmer Citatah Rp 455.000 per m2. Itu belum termasuk penyusutan nilai yang besarnya bisa mencapai 2% per tahun.&lt;br /&gt;www.kontan-online.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-2201082997604222556?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/2201082997604222556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=2201082997604222556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2201082997604222556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/2201082997604222556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/harga-musyawarah.html' title='HARGA - MUSYAWARAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-4457373003729059872</id><published>2008-09-13T11:56:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T11:56:58.522-07:00</updated><title type='text'>ACUAN GANTI RUGI</title><content type='html'>Sunday, September 14, 2008Saturday, March 08, 2008   &lt;br /&gt;Search&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;News&lt;br /&gt;Kompas, 01-Agustus-2006&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ganti Rugi Tol Mengacu Pada Musyawarah, Bukan NJOP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, Kompas- Pembayaran ganti rugi dua jalan tol Depok, yaitu tol Cinere-Cimanggis-Jagorawi dan tol Pangeran Antasari-Sawangan-Citayam, mengacu pada musyawarah pemilik lahan dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T), bukan dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, Kompas- Pembayaran ganti rugi dua jalan tol Depok, yaitu tol Cinere-Cimanggis-Jagorawi dan tol Pangeran Antasari-Sawangan-Citayam, mengacu pada musyawarah pemilik lahan dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T), bukan dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma'il mengungkapkan hal ini kepada pers di ruang kerjanya Senin (31/7) siang. Menurut dia, pemkot bertugas membebaskan lahan untuk proyek dua tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai Ketua P2T, saya mengacu pada detail engineering design (DED) jalan tol. Tak ada kompromi lagi. Jadi pemilik rumah yang akan tergusur, harus merelakannya, termasuk rumah-rumah di Raffles Hills Cibubur," kata Nur Mahmudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, P2T tetap membuka ruang musyawarah, seperti misalnya membantu mencari tempat relokasi. "Yang pasti, tidak ada istilah dirugikan. Kami mengacu pada musyawarah, bukan NJOP," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NJOP memang salah satu rujukan nilai ganti rugi, selain nilai dari tim penaksir harga yang bekerja profesional. "P2T akan mengacu pada hasil musyawarah dengan warga pemilik lahan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Mahmudi mengakui Surat Penetapan Lokasi Pembangunan (SPLP) belum ditandatanganinya. Tapi ia memastikan begitu SPLP selesai ditandatanganinya, sosialisasi pembebasan lahan tol dimulai. "Proyek dua jalan tol di Depok harus dimulai tahun 2006, dan harus sudah beroperasi tahun 2009," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ketua P2T, Wali Kota Depok siap memimpin pembebasan lahan tol. "Keppres mengamanatkan hak pemilik tanah harus dihormati. Kami tak ingin kasus tanah tol di Cikunir Bekasi terulang di Depok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah perumahan akan tergusur proyek tol Cinere-Cimanggis-Jagorawi -Cibubur adalah sebagian rumah Raffles Hills di Cibubur, Harapan Baru Taman Bunga, Kompleks Pelni, Taman Duta, Pesona Kayangan, Kompleks Karyawan Pertamina, Depkop, Ditku TNI AD, Graha Cinere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang rumah bakal tergusur proyek tol P. Antasari-Sawangan-Citayam antara lain Griya Sekar Melati, Bukit Cinere (Gandul), Krukut, memotong Jalan Swadaya (Limo), Jl Samudra (Rangkapan Jaya), Jl Keadilan, Gg H Nasir, Cipayung Jaya, Gg Pertanian, Citayam. (KSP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-4457373003729059872?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/4457373003729059872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=4457373003729059872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4457373003729059872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/4457373003729059872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/acuan-ganti-rugi.html' title='ACUAN GANTI RUGI'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-196361050568840762</id><published>2008-09-13T11:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T11:52:17.711-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proyek Tol Depok-Antasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti Rugi Tanah Sesuai Harga Pasar&lt;br /&gt;Jum'at, 23 November 2007 | 18:46 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menegaskan bahwa pemerintah akan membayar ganti rugi tanah untuk proyek jalan tol Depok-Antasari sesuai harga pasar. Pemerintah tidak akan membayar harga tanah yang sangat tinggi seperti permintaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata dia, pemerintah masih membahas masalah pembebasan lahan yang mengancam keberlangsungan proyek jalan tol ini. Sebab kebutuhan dana untuk pembebasan lahan di ruas tol itu membengkak hingga Rp 1,2 triliun dari sebelumnya Rp 700 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila sudah tidak bisa bernegosiasi lagi dan pemerintah menganggap harga sudah tak wajar, maka akan ada tim penaksir independen," kata Djoko di kantornya, Jakarta. Pemerintah akan membayar berapa pun harga yang ditentukan penaksir berlisensi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daru Priyambodo, warga Cimanggis, mengkritik penjelasan Djoko. Menurut dia, penawaran oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T) adalah penawaran berdasarkan NJOP, nilai jual, dan tim apraisal independen. "Jadi apa lagi yang mau diapraisal?," katanya. "Masalahnya bukan tim apraisal atau bukan, tapi nilai ganti rugi yang ditetapkan belum memadai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rieka Rahadiana | Jobpie S.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-196361050568840762?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/196361050568840762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=196361050568840762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/196361050568840762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/196361050568840762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/proyek-tol-depok-antasari-ganti-rugi.html' title=''/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-3502580440920605222</id><published>2008-09-13T11:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T11:39:46.724-07:00</updated><title type='text'>KAJIAN PEMBEBASAN TANAH</title><content type='html'>MENTERI PU: PEMDA JANGAN RAGU GUNAKAN PERPRES 36 TAHUN 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah yang akan membebaskan tanah tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan Peraturan Presiden (Perpres) No. 36 tahun 2005, yang sebenarnya sudah berlaku sejak ditandatangani. "Perpres itu sudah berlaku sejak ditandatangani. Oleh karena itu segera kita laksanakan saja," tegas Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, pada saat jumpa pers yang didampingi oleh Dirjen Bina Marga Hendrianto Notosoegondo dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Syarifudin Alambai, Rabu (22/6) Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, semua pengadaan lahan untuk fasilitas umum saat ini sudah dapat menggunakan prosedur yang ditetapkan Perpres No. 36 tahun 2005, menggantikan Keppres 55 tahun 1993 yang memiliki banyak kelemahan. Pembebasan tanah yang tidak bermasalah saat ini sudah mengacu kepada Perpres 36 tahun 2005, harapan pemerintah tidak ada lagi masalah dalam pembebasan lahan, bahkan jangan sampai terjadi pencabutan hak atas tanah, kata Menteri PU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya pembangunan infrastuktur untuk kepentingan umum yang terhenti akibat proses pengadaan tanahnya yang berlarut-larut kata Djoko Kirmanto, utamanya disebabkan oleh aksi para spekulan tanah. Hal itu mengakibatkan banyak pembangunan infrastruktur yang terpaksa terhenti oleh ulah spekulan tanah. Menteri mencontohkan, seperti proyek Banjir Kanal Timur (BKT) , yang tidak selesai-selesai karena terkendala pembebasan tanah, padahal kalau tidak segera diselesaikan, masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur akan kebanjiran terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan masalah pembebasan tanah yang juga menghambat pembangunan jalan tol seperti JORR, menurut Djoko yang dirugikan tidak hanya investornya namun juga masyarakat banyak. ”kalau JORR cepat selesai, maka truk-truk besar akan kita arahkan untuk tidak menggunakan jalan tol dalam kota, sehingga pengguna tol dalam kota bisa menggunakannya lebih leluasa” kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya keluarnya Perpres tersebut dalam upaya pemerintah menyediakan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki daya saing ekonomi nasional, sehingga dalam hal pengadaan tanahnya dilakukan secara cepat dan transparan dengan tetap memperhatikan prinsip penghormatan hak-hak yang sah atas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya ganti rugi tandas Djoko Kirmanto tidak semata-mata atas dasar NJOP, namun sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 15 ayat (1), besarnya ganti rugi dihitung berdasarkan NJOP atau nilai nyata/sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan berdasarkan penetapan Lembaga/Tim Penilai Harga Tanah yang ditunjuk oleh Panitia. Untuk nilai jual bangunan ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang pembangunan. " Sedangkan untuk nilai jual tanaman ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang pertanian. “jadi tetap dengan harga yang wajar” kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan soal kekhawatiran masyarakat bahwa objek infrastruktur yang akan dibangun apakah benar-benar untuk kepentingan umum Menteri PU mengemukakan, sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi apabila Rencana Tata Ruang Wilayah, termasuk didalamnya rencana jaringan infrastruktur bagi kepentingan umum tersosialisasikan sejak awal. “RTRW harus terbuka sehingga semua orang bisa mengontrol” kata Djoko. Menurut UU No.24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah juga melibatkan masyarakat dan masyarakat juga mempunyai hak untuk mengetahui Rencana Tata Ruang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencabutan hak atas Tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang sama Dirut PT.Jasa Marga Syarifudin Alambai mengatakan, masalah pencabutan hak atas tanah yang ada dalam Perpres 36/2005, sebenarnya sudah ada dalam peraturan sebelumnya yakni mulai dari Onteigenings Ordonantie Staats Blad 1920 No.574, staats blad 1947 No.96, UU No.5/1960, UU No. 20/1961, PP 39/1973, Inpres 9/1973 dan Keppres No.55/1993. Sehingga menurutnya pencabutan hak atas tanah hanya merupakan pengulangan  kembali dari peraturan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencabutan hak atas tanah, menurut Alambai melalui proses yang panjang, tidak bisa semena-mena. Pembangunan infrastruktur bagi kepentingan umum terlebih dahulu harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Apabila tanah telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan untuk kepentingan umum yang ditetapkan berdasarkan SK Bupati/Walikota atau Gubernur, maka bagi yang ingin melakukan pembelian tanah diatas tanah tersebut, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan tertulis dari Bupati/Walikota atau Gubernur Proses pembebasan tanahnya juga dilakukan melalui jalan musyawarah antara pemegang hak atas tanah dengan pemerintah untuk menetapkan bentuk dan besarnya ganti rugi dengan waktu paling lama 90 hari terhitung sejak tanggal undangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam musyawarah tidak mencapai kesepakatan dan lokasi pembangunan tidak bisa dipindahkan maka Pemerintah Kabupaten/Kota atau Gubernur akan membentuk Tim Penilai Harga Tanah yang profesional dan independen yang ditunjuk oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Setelah P2T menetapkan bentuk dan besarnya ganti rugi, lalu diserahkan kepada pemilik hak tanah, namun apabila pemilik hak tanah tidak menerima, P2T akan menitipkan uang uang ganti ruginya pada pengadilan negeri. Pemilik hak tanah dapat mengajukan keberatan disertai alasannya kepada Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri dan sesuai kewenangannya mengupayakan penyelesaian melalui kewenangannya mengeluarkan keputusan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi dengan mempertimbangkan pendapat dan keinginan dari pemegang hak atas tanah atau kuasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemilik hak tanah tetap tidak menerima, maka Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri Dalam Negeri baru mengajukan usul penyelesaian dengan cara pencabutan hak atas tanah kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). BPN kemudian melakukan konsultasi dengan menteri atau instansi yang memerlukan tanah dan Menteri Hukum dan HAM sebelum usul tersebut disampaikan kepada presiden. (gt/jons/ind)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusdatin&lt;br /&gt;(26/06/2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-3502580440920605222?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/3502580440920605222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=3502580440920605222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3502580440920605222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/3502580440920605222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/kajian-pembebasan-tanah.html' title='KAJIAN PEMBEBASAN TANAH'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705825502626167657.post-8266702366836190540</id><published>2008-09-13T11:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T11:14:11.446-07:00</updated><title type='text'>NJOP PRODUK PERPAJAKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NJOP ADALAH PRODUK PERPAJAKAN&lt;br /&gt;(Kajian Dalam Penggunaan Ganti Rugi Tanah)&lt;br /&gt;Oleh : Eko Bayu Aji, S.E, MT&lt;br /&gt;_&lt;/span&gt;_____________________________________________________________________________&lt;br /&gt; Menanggapi tulisan Drs. Wibowo Raharjo, Msc yang berjudul “NJOP : Antara De Jure dan De Facto“ pada Berita Pajak edisi XL 1 Desember 2007 yang dalam penulisannya disebutkan bahwa terdapat banyak penggunaan NJOP selain untuk kepentingan perpajakan sehingga menimbulkan kekisruhan hukum atau perbedaan persepsi yang akhirnya menimbulkan kerugian pada pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penggunaan tersebut juga sangat merugikan Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi yang bertugas untuk mendapatkan penerimaan di Sektor Pajak mengingat dalam aturan atau payung hukumnya pada Undang-undang No.12 tahun 1985 sebagaimana diubah Undang-undang No. 12  tahun 1994 Pasal 6 (1) jelas bahwa NJOP adalah dasar pengenaan pajak. Demikian pula pada Undang-undang No.21 tahun 1997 jo Undang-undang No.20 tahun 2000 Pasal 6 (3) NJOP dijadikan dasar pengenaan BPHTB. &lt;br /&gt;Penerapan NJOP dibeberapa wilayah di KP. PBB banyak terdapat Distorsi dengan harga pasar mengingat dalam praktik penerapannya ada beberapa faktor yang dipertimbangkan antara lain :&lt;br /&gt;1.Kemampuan membayar masyarakat : kenyataan di Lapangan sering timbul keluhan dari   aparat Pemda yang terbebani dengan target penerimaan PBB yang meningkat atau masyarakat yang sering keberatan jika kenaikan PBB atau efek pajak lainnya akibat jual beli jadi naik (PBB dan BPHTB).&lt;br /&gt;2.Kondisi sosial, politik, dan keamanan suatu daerah : kondisi riil dimasyarakat misalkan adanya kerawanan konflik misalkan adanya pertimbangan Pemda agar kenaikan PBB ditunda karena Pilkada juga merupakan pertimbangan tidak dinaikkan PBB.&lt;br /&gt;3.Kondisi perekonomian Daerah : &lt;br /&gt;Dengan adanya kondisi perekonomian yang belum ada peningkatan misal adanya bencana alam, krisis ekonomi, dan sebab ekonomi lainnya juga merupakan pertimbangan Penilai dalam menentukan besarnya NJOP.&lt;br /&gt;4.Faktor kebijaksanaan Pemerintah &lt;br /&gt;Faktor ini juga harus dipertimbangkan Penilai dalam menentukan besarnya NJOP.&lt;br /&gt;Distorsi tersebut berakibat NJOP seringkali tertinggal dari Nilai Pasar properti sehingga banyak sekali dilematis jika NJOP digunakan sebagai kepentingan selain perpajakan mengingat sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa NJOP sebagai tolak ukur Nilai Pasar Tanah (Land Market Value).&lt;br /&gt;Hal tersebut berakibat banyaknya kegiatan proyek pembangunan terhambat karena pelaksana kegiatan proyek “ ketakutan dijerat aparat hukum dengan tuduhan korupsi akibat menggunakan harga pasar yang notabena diatas NJOP”.&lt;br /&gt;Dalam pembahasan ini lebih difokuskan pada masalah pengadaan tanah yang mengacu pada Peraturan Presiden No.65 tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk kepentingan umum, yang sering kali pihak Direktorat Jenderal Pajak menjadi saksi ahli atau diperiksa oleh aparat hukum.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi Nilai dan Harga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari kesalahan penafsiran perbedaan nilai dan harga maka akan dijelaskan sebagai berikut :Harga diartikan sebagai sejumlah uang yang dibayar dalam sebuah transaksi untuk mendapatkan hak milik dari suatu benda.( Harjanto Budi, 2003 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga = Biaya + faktor kepentingan dan pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai adalah apa yang “sepatutnya dibayar” oleh seorang pembeli atau diterima oleh penjual dalam sebuah transaksi dan harga adalah apa yang akhirnya disetujui.               ( Harjanto Budi, 2003 )&lt;br /&gt;Faktor yang menyebabkan perbedaan dan persamaan antara nilai dan harga adalah faktor kewajaran, yaitu :&lt;br /&gt;oPenjual yang berkelayakan dan mempunyai hak bersedia menjual hartanya&lt;br /&gt;oPembeli yang mampu dan layak bersedia membeli&lt;br /&gt;oAda waktu yang cukup untuk tawar menawar&lt;br /&gt;oAda waktu yang cukup untuk menunjukkan harta yang dijual kepada pasar&lt;br /&gt;oHarga tidak berubah atau mengalami fluktuasi dalam jangka waktu tertentu&lt;br /&gt;oTidak memperhatikan penawaran istimewa misal antara anak dan bapak, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat berbagai jenis nilai yaitu disesuaikan dengan tujuannya/kepentingannya, nilai modal, nilai pasar wajar, nilai sewa, nilai penjualan, nilai potensi, nilai tukar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NJOP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nilai ini mempunyai tujuan untuk pajak. Untuk tujuan ini mengacu pada Undang-undang No.12 tahun 1985 sebagaimana diubah Undang-undang No.12 tahun 1994 tentang PBB dan ketentuan pelaksanaannya. Jadi jelas dari proses penilaiannya NJOP tidak bisa disamakan dengan tujuan untuk kepentingan lainnya misalkan proses ganti rugi tanah, penilain asset, penilaian marger, dan lain-lain, karena pada tiap kepentingan akan menghasilkan Nilai yang berbeda sesuai dengan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan NJOP memperhatikan kemampuan masyarakat hal ini dapat dilihat pada bagian Penjelasan Undang-undang No.12 tahun 1985 tentang PBB disebutkan pada bagian umum :&lt;br /&gt;•Bahwa Pengenaan PBB mencerminkan keikutsertaan dan kegotongroyongan masyarakat dibidang pembiayaan pembangunan sehingga semua obyek pajak dikenakan pajak.&lt;br /&gt;•Hasil penerimaan pajak ini diarahkan kepada tujuan kepentingan masyarakat didaerah yang bersangkutan, maka sebagian besar hasil penerimaan pajak diserahkan kepada Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;•Penggunaan pajak yang demikian oleh daerah akan merangsang masyarakat untuk memenuhi kewajiban membayar pajak yang sekaligus mencerminkan sifat kegotongroyongan rakyat dalam pembiayaan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat suatu pendekatan yang berbeda dalam penentuan NJOP PBB mengingat faktor tersebut diatas terdapat beberapa karakteristik PBB yang membedakan dengan pajak lain:&lt;br /&gt;1.Dikenakan atas semua obyek pajak sehingga konsumen/wajib pajaknya adalah beberapa lapisan masyarakat. Sehingga kenaikan NJOP akan sensitif sekali terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang mana kemampuan ekonominya menurun akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik.&lt;br /&gt;2.Pengenaannya bersifat massal sehingga dimungkinkan adanya beberapa kelemahan dalam penerapannya, sedangkan untuk obyek tertentu/spesifik bisa dilakukan secara individual.&lt;br /&gt;3.Pengenaannya tetap memperhatikan harga pasar sebagai acuan dalam penentuan besarnya NJOP Bumi atau Bangunan.&lt;br /&gt;4.Pengenaan Pajak PBB cenderung melihat aspek obyektif wajib pajak; dimana berbeda dengan pajak lainnya yang cenderung pada subyek pajaknya (kemampuan wajib pajak).Kondisi ini memungkinkan wajib pajak mengajukan besarnya pengurangan selama obyek tersebut masih obyek domisili wajib pajak atau karena kondisi subyek pajak yang ada kaitannya dengan obyek pajak.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengadaan Tanah pada Perpres 65 tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan tanah ini ada 2 bagian penting :&lt;br /&gt;1.Bukan untuk kepentingan umum pada pasal 2 (2) pelaksanaannya dilakukan dengan cara jual beli, tukar menukar, atau cara lain yang disepakati secara sukarela oleh pihak yang bersangkutan&lt;br /&gt;2.Pengadaan tanah untuk kepentingan umum didasarkan atas : NJOP atau nilai nyata sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan berdasarkan penilaian Lembaga/Tim Penilai harga tanah yang ditunjuk oleh panitia&lt;br /&gt;Jadi dari 2 (dua) item diatas jelas bahwa NJOP bukan satu-satunya alat untuk membayar besarnya kompensasi ganti rugi tapi ada unsur nilai pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang terjadi didaerah-daerah adalah :&lt;br /&gt;a.Pemerintah Daerah tidak menggunakan jasa Profesi Penilai untuk menentukan Nilai Pasar Wajar.&lt;br /&gt;b.“Keragu-raguan” jika tidak menggunakan NJOP karena kekuatiran konsekuensi hukumnya (persepsi sebagian pelaksana kegiatan akibat minimnya sosialisasi “Apa itu NJOP”).&lt;br /&gt;c.Dalam penentuan Nilai Tanah melibatkan pihak-pihak yang belum mengerti benar cara menilai properti misal masih menggunakan informasi Camat/Lurah sebagai referensi harga jual, pada hal untuk menentukan “Nilai Tanah” perlu juga advis dan jasa Profesi Penilai sehingga dapat lebih Akuntable dan dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;d.Panitia Penilai tanah tidak dibentuk secara independen dalam artian harus membuat nilai yang fair sehingga tidak tergantung pada kepentingan pihak yang membutuhkan lahan.&lt;br /&gt;e.Masih adanya persepsi tokoh masyarakat maupun aparat hukum bahwa NJOP sebagai penentu besarnya ganti rugi sehingga sering menimbulkan polemik yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peraturan Kepala BPN No.3 tahun 2007 tentang aturan Pelaksanaan Perpres 65 tahun 2006 pada pasal 59 disebutkan &lt;br /&gt;1.Bentuk dan besarnya ganti rugi pengadaan tanah secara langsung ditetapkan berdasarkan musyawarah antara Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah dengan Pemilik.  &lt;br /&gt;2.Musyawarah yang dimaksud pada ayat (1) dapat berpedoman pada NJOP atau nilai nyata sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan disekitar lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas bahwa NJOP bukan satu-satunya alat untuk pengadaan tanah baik untuk kepentingan umum atau bukan kepentingan umum.&lt;br /&gt;Tapi jika terdapat perbedaan yang tajam antara NJOP dan harga pasar sebaiknya Tim Penilai harga tanah harus dapat membuat Penilaian yang dapat mencerminkan Nilai Pasar wajar daerah tersebut atau jika dirasa perlu lebih baik menggunakan jasa Profesi Penilai yang dapat menentukan nilai yang dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika NJOP dipakai dan disetujui para pihak untuk pengadaan tanah maka tim penilai harga tanah maupun panitia pengadaan tanah harus pula dapat memberikan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan kepada pihak manapun yang minta keterangan maupun pertanggung jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan aturan hukum dan aturan pelaksanaan lainnya NJOP adalah digunakan untuk kepentingan Perpajakan sehingga jika ada institusi lain yang menggunakan NJOP maka seyogyanya harus dapat memberikan argument atau alasan penggunaan tersebut dan pertanggung jawabannya.&lt;br /&gt;Beberapa saran agar potensi pajak baik PBB, BPHTB dan Pph dapat dioptimalkan dengan melihat distorsi NJOP dan Harga Pasar dalam kaitan dengan proses pengadaan tanah adalah  sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Frekuensi updating NJOP harus rutin dilaksanakan oleh KP. PBB/KPP Pratama agar NJOP tidak tertinggal dari Harga Pasar.&lt;br /&gt;2.Pihak direktorat Jenderal Pajak harus seringkali melakukan pengecekan Assessment Ratio atas NJOP yang ditetapkan.&lt;br /&gt;3.Perlunya sosialisasi secara kontinyu kepada semua pihak bahwa NJOP hanya digunakan untuk tujuan perpajakan.&lt;br /&gt;4.Perlunya koordinasi dengan Pemda setempat terhadap penerapan NJOP dengan melihat semua kondisi yang mempengaruhinya sehingga misi penyesuaian NJOP untuk meningkatkan penerimaan pajak dapat dipenuhi oleh Wajib Pajak sehingga target penerimaan akan dapat diamankan.&lt;br /&gt;5.Perlu dibentuk atau diusulkan kepada Pemerintah untuk membentuk Badan Penilaian atau Bank Data yang mana data yang ada dapat diakses oleh pihak-pihak yang membutuhkan, sehingga masalah pengadaan tanah tidak menimbulkan akses yang merugikan pihak-pihak yang ada.&lt;br /&gt;6.Pihak Direktorat Jenderal Pajak harus seringkali mengadakan Pemeriksaan secara intensif terhadap transaksi yang dilaporkan Notaris PPAT untuk mengetahui harga transaksi riil yang tertuang pada Akta Jual Beli mengingat sebagian besar laporan transaksi mengacu pada NJOP atau sedikit diatas NJOP untuk mengelabuhi aparat Direktorat Jenderal Pajak, harga jual riil ini bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan NJOP pada suatu wilayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705825502626167657-8266702366836190540?l=ekobayuaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/feeds/8266702366836190540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705825502626167657&amp;postID=8266702366836190540' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8266702366836190540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705825502626167657/posts/default/8266702366836190540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekobayuaji.blogspot.com/2008/09/njop-produk-perpajakan.html' title='NJOP PRODUK PERPAJAKAN'/><author><name>BELAJAR JADI MANUSIA BERTAQWA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13378899865283027736</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_CNGZ49dWxsA/SDmqeWtVSqI/AAAAAAAAAAg/AYAnaEM4ZSI/S220/Picture0003.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
